Aksi Jual Saham AS Berlanjut Jelang Data Ekonomi
Aksi jual saham AS terjadi lagi pada awal pekan ketika investor bersiap menghadapi rilis data ekonomi yang menumpuk setelah berakhirnya shutdown pemerintah terpanjang dalam sejarah. Sentimen pasar melemah sejak sesi dibuka dan tekanan semakin besar seiring kekhawatiran terhadap valuasi sektor teknologi.
Tekanan dari Sektor Teknologi dan Sentimen AI
Saham-saham utama di Wall Street bergulir turun karena pelaku pasar melihat kesinambungan koreksi pekan sebelumnya. Kekhawatiran muncul mengenai apakah valuasi saham teknologi masih sepadan dengan harganya, terutama menjelang laporan pendapatan Nvidia yang akan menjadi tolok ukur permintaan AI. Sejumlah pelaku pasar juga menilai tren AI berpotensi memengaruhi prospek pekerjaan dan angka pengangguran di masa depan.
Wall Street Melemah Menjelang Deretan Data Tertunda
Aksi jual saham AS semakin kuat karena pasar menantikan rangkaian laporan ekonomi yang tertunda. Data ketenagakerjaan September dari Departemen Tenaga Kerja akan dirilis pada Jumat dan menjadi fokus utama karena ketidakpastian yang tercipta selama beberapa bulan terakhir. Musim laporan pendapatan kuartal ketiga hampir selesai, dan 83% perusahaan S&P 500 yang sudah melaporkan berhasil melampaui ekspektasi. Namun, perhatian pasar tetap tertuju pada Nvidia serta laporan dari raksasa ritel seperti Home Depot, Target, dan Walmart.
Indeks Dow Jones turun 1,18% menjadi 46.590,24, S&P 500 melemah 0,92% menjadi 6.672,39, dan Nasdaq terkoreksi 0,84% ke 22.708,08. Di Eropa, STOXX 600 dan FTSEurofirst 300 ikut turun karena pelaku pasar menghindari posisi agresif menjelang data ketenagakerjaan AS. Sementara itu, indeks saham Asia bergerak bervariasi dengan MSCI Asia ex-Japan naik tipis 0,04% dan Nikkei melemah 0,10%.
Obligasi AS dan Dolar Menguat Moderat
Pasar obligasi bergerak stabil dengan bias penurunan imbal hasil. Yield Treasury 10 tahun turun ke 4,135%, sedangkan obligasi tenor 30 tahun melemah tipis ke 4,7348%. Yield obligasi 2 tahun—yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed—turun ke 3,608%.
Dolar menguat seiring dimulainya kembali rilis data resmi. Indeks dolar naik 0,23% ke 99,55, euro bergerak melemah ke $1,1588, dan dolar menguat terhadap yen ke 155,21. Pelaku pasar menilai data mendatang akan menentukan probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya.
Komoditas Tertekan
Harga minyak kembali melemah setelah jatuh 4% pada sesi sebelumnya. WTI turun 0,3% ke $59,91 dan Brent melemah ke $64,20 karena kekhawatiran kelebihan pasokan serta ancaman sanksi terhadap Lukoil.
Harga emas juga tergelincir akibat penguatan dolar dan berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS bulan depan. Spot gold turun 1,5% ke $4.019 per ounce, sementara emas berjangka AS melemah ke $4.074,5.
Prospek harga Emas Selasa | 18 November 2025
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan tekanan jual setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.111–4.146 dan bergerak di bawah SMA50, sementara RSI berada di bawah level netral yang menandakan momentum melemah.
Selama harga tetap di bawah 4.082, tekanan turun berpotensi berlanjut menuju 4.007 hingga 3.984, sebelum peluang pantulan kembali muncul dari area support kuat di 3.965. Jika harga mampu kembali naik dan stabil di atas 4.082, momentum pemulihan dapat menguji ulang resistance 4.111 hingga 4.146
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.082 R2 4.111 R3 4.146
S1 4.007 S2 3.984 S3 3.966
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.010 |
| Profit Target Level | 4.070 |
| Stop Loss Level | 3.980 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.080 |
| Profit Target Level | 4.020 |
| Stop Loss Level | 4.115 |
Prospek harga US Oil Selasa | 18 November 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area 60,17–60,63 dan kembali bergerak di bawah SMA50, sementara RSI berada mendekati level netral yang mencerminkan momentum yang lemah.
Selama harga tertahan di bawah 60,17, tekanan turun berpotensi berlanjut menuju support 59,13 hingga 58.59, sebelum peluang pemantulan kembali muncul di area 58,10. Jika harga mampu naik dan stabil kembali di atas 60,17, tren pemulihan dapat mendorong kenaikan menuju 60,63 hingga 61,26.
US Oil INTRADAY AREA
R1 60,17 R2 60,63 R3 61,26
S1 59,13 S2 58,59 S3 58,10
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,20 |
| Profit Target Level | 60,00 |
| Stop Loss Level | 59,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 60,10 |
| Profit Target Level | 59,20 |
| Stop Loss Level | 60,70 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Harga emas pada time frame H4 saat ini bergerak dalam fase pullback setelah penurunan tajam, namun momentum masih tergolong lemah karena RSI berada di bawah level 50 yang menandakan dominasi seller masih kuat. Selama harga tertahan di area resistance 4.149–4.193, tekanan bearish berpeluang berlanjut dan dapat mendorong harga turun kembali ke area support 4.050–4.032 bahkan 3.998.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren jangka pendek masih cenderung melemah, terlebih RSI juga berada di bawah level 50 sehingga momentum bullish belum solid. Selama harga tertahan di area resistance 60,17–60,63, tekanan bearish berpotensi berlanjut dan mendorong penurunan menuju support 59,13, kemudian 58,59 hingga 58,10.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih memiliki kecenderungan bullish, dengan level pivot di 4.210. Selama harga berada di bawah area tersebut, peluang penurunan tetap terbuka dan dapat membawa harga menguji support di kisaran 4.145–4.097.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam kecenderungan bullish selama harga bertahan di atas support utama 4.149, dengan momentum kenaikan yang tetap terjaga selama candle bergerak stabil di atas level tersebut. Sentimen positif ini diperkuat oleh posisi harga yang berada di atas SMA 50 serta RSI yang bertahan di atas level 50, menandakan dorongan beli yang masih dominan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan setelah harga gagal bertahan di atas area 59,73 dan kembali berada di bawah garis tren turun, dengan posisi harga juga berada di bawah SMA 50 yang menegaskan lemahnya momentum. RSI yang berada di bawah level 50 turut memperlihatkan bahwa sentimen jual masih menguasai pasar.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 memperlihatkan tekanan jual yang kuat setelah harga menembus garis tren menurun dan support di kisaran 58,82–59,37, yang kini berubah menjadi area resistance baru. Posisi harga yang berada di bawah SMA 50 mengonfirmasi dominasi tren bearish dalam jangka menengah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di $4.145. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka. Target koreksi berikutnya ada di area support $4.095–$4.050.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan tren naik jangka pendek setelah menembus area resistensi 4.067 dan 4.095, yang kini berubah menjadi zona support, sementara harga saat ini berkonsolidasi di bawah resistance 4.149. Selama harga tetap bergerak di atas 4.095, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju 4.186 hingga 4.219 masih cukup kuat, terutama dengan RSI yang masih berada di wilayah bullish meski mulai mendekati area jenuh beli.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan potensi perubahan arah setelah harga menembus garis tren turun. Harga kini bergerak kembali di atas area support 60.32, dengan candle yang mulai menguat di atas MA. Selama harga bertahan di atas 60.32, peluang kenaikan menuju 61.48 dan 62.02 masih terbuka. RSI yang mengarah naik juga menandakan momentum bullish mulai terbentuk.
Pergerakan harga emas pada grafik H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil menembus area konsolidasi dan garis SMA 50. Harga terus bergerak naik dan saat ini mendekati area resistance minor di 4.156. Jika mampu menembus level tersebut, peluang kenaikan selanjutnya terbuka menuju target 4.185 hingga 4.221.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat masih berada dalam tekanan jual setelah gagal menembus garis tren menurun (downtrend line). Harga saat ini masih berada di bawah SMA 50, menandakan dominasi tren bearish jangka menengah belum sepenuhnya berakhir.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan potensi penguatan setelah bergerak stabil di sekitar level 4.006. Pergerakan harga yang mulai berada di atas SMA 50 mengindikasikan peluang pembalikan arah dari tren turun menjadi tren naik jangka pendek. Indikator RSI yang berada di kisaran 54 mendukung momentum positif tanpa tanda jenuh beli, memberi ruang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan jual setelah gagal menembus garis tren menurun (downtrend line). Harga yang tetap berada di bawah SMA 50 mengonfirmasi bahwa tren jangka menengah masih didominasi oleh sentimen bearish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di $3.985. Selama harga bergerak di atas level tersebut, potensi kenaikan diperkirakan berlanjut untuk menguji area resistance di $4.020–$4.070.
