Saham Global Turun di Tengah Kekhawatiran Ekonomi
Saham global turun tajam pada perdagangan Kamis, dipimpin oleh pelemahan sektor teknologi dan consumer discretionary di indeks S&P 500. Di Wall Street, tiga indeks utama turun lebih dari 1%, dengan Nasdaq mencatat penurunan hampir 2%. Investor tampak semakin berhati-hati terhadap valuasi saham yang dianggap terlalu tinggi, terutama pada perusahaan yang terkait dengan momentum kecerdasan buatan (AI). Selain itu, kekhawatiran atas kemungkinan shutdown pemerintahan Amerika Serikat dan ketidakpastian hukum terkait tarif perdagangan turut membebani sentimen pasar.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 398,70 poin atau 0,84% ke 46.912,30, S&P 500 melemah 1,12% ke 6.720,32 dan Nasdaq Composite jatuh 1,90% ke 23.053,99. Secara global, MSCI World Index juga turun 0,59% ke level 992,00. Tekanan jual juga terasa di pasar Eropa, di mana indeks STOXX 600 melemah 0,7% dipicu oleh pelemahan saham teknologi dan industri.
Poundsterling Menguat Setelah Keputusan BoE
Sementara saham global turun, mata uang poundsterling justru menguat 0,64% ke level $1,3132 setelah Bank of England (BoE) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di 4,0%. Keputusan ini diambil dengan hasil voting ketat, yakni 5-4, menandakan peluang penurunan suku bunga sebelum akhir tahun masih terbuka. Penguatan sterling terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan pajak dalam anggaran Inggris yang akan diumumkan oleh Menteri Keuangan Rachel Reeves akhir bulan ini.
Di sisi lain, euro juga naik 0,49% terhadap dolar AS ke $1,1547. Pelemahan dolar, yang turun 0,42% ke 99,70 terhadap sekeranjang mata uang utama, turut memperkuat pergerakan mata uang Eropa tersebut. Penurunan dolar dipicu oleh laporan pemangkasan tenaga kerja di Amerika Serikat yang meningkat signifikan pada Oktober, mencapai lebih dari 150.000 pekerjaan—penurunan terbesar dalam lebih dari dua dekade.
Yield Obligasi dan Harga Minyak Menurun
Pasar obligasi AS juga menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun tujuh basis poin ke 4,089%, sementara tenor dua tahun melemah ke 3,562%. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar tenaga kerja serta dampak ketidakpastian politik dari shutdown pemerintahan AS.
Harga minyak juga melemah, menambah tekanan ketika saham global turun. West Texas Intermediate (WTI) turun 0,29% menjadi $59,43 per barel, sedangkan Brent crude melemah 0,22% menjadi $63,38 per barel. Pelemahan harga minyak ini menandai penurunan bulanan ketiga berturut-turut akibat kekhawatiran terhadap potensi kelebihan pasokan, seiring peningkatan produksi dari OPEC+ dan negara non-OPEC.
Emas Menguat Didukung Pelemahan Dolar
Sementara itu, harga emas justru bergerak naik tipis karena pelemahan dolar dan meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga spot gold naik 0,2% menjadi $3.989,91 per ons, sementara kontrak berjangka emas Desember ditutup stabil di $3.991 per ons.
Penguatan emas mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah pelemahan dolar dan ketidakpastian politik di Amerika Serikat. Dengan risiko ekonomi global yang masih tinggi, emas tetap menjadi instrumen favorit bagi pelaku pasar yang mencari stabilitas nilai di tengah gejolak pasar saham dan komoditas lainnya.
Prospek harga Emas Jumat | 07 November 2025
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat bahwa harga emas gagal menembus area resistance 4.020 dan kembali bergerak di bawah level psikologis 4.000. Struktur harga masih menunjukkan kecenderungan bearish karena harga tetap berada di bawah SMA 50, sementara RSI bergerak di sekitar level netral 48, menandakan momentum yang belum kuat untuk pembalikan naik.
Selama harga berada di bawah 4.020, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support 3.954, dengan kemungkinan penurunan lebih dalam menuju 3.929 hingga 3.886 jika tekanan bearish semakin dominan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.000 R2 4.020 R3 4.046
S1 3.954 S2 3.929 S3 3.886
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.955 |
| Profit Target Level | 3.995 |
| Stop Loss Level | 3.925 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.000 |
| Profit Target Level | 3.960 |
| Stop Loss Level | 4.030 |
Prospek harga US Oil Jumat | 07 November 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga tertahan di bawah area resistance 60,32–60,66 setelah gagal menembus garis tren menurun. Struktur harga masih menunjukkan kecenderungan bearish dengan posisi harga berada di bawah garis SMA 50 yang mulai melengkung ke bawah. RSI saat ini berada di level 44,25 dan bergerak mengikuti garis tren turun, menandakan momentum jual masih mendominasi.
Selama harga tidak mampu menembus area 60,66, potensi penurunan berlanjut menuju 59,27 dan 58,91 bahkan bisa melemah hingga 58,60 jika tekanan jual meningkat. Jika terjadi koreksi naik, area 60,32–60,49 kemungkinan akan menjadi zona retest sebelum tekanan jual kembali muncul.
US Oil INTRADAY AREA
R1 59,93 R2 60,32 R3 60,66
S1 59,27 S2 58,91 S3 58,60
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 58,95 |
| Profit Target Level | 59,80 |
| Stop Loss Level | 58,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,90 |
| Profit Target Level | 59,00 |
| Stop Loss Level | 60,35 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan peluang tren bullish masih terbuka pada time frame H4. Level pivot berada di 3.943.. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan diperkirakan akan berlanjut untuk menguji area resistance 4.000–4.028.




Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren menurun setelah gagal bertahan di atas area resistance di sekitar 4.027, dengan harga saat ini bergerak di bawah garis SMA 50 yang berfungsi sebagai resistance dinamis. Struktur harga membentuk lower high, mengindikasikan tekanan jual masih dominan.
Grafik WTI Crude Oil H4 menunjukkan potensi pergerakan bullish setelah harga berhasil menembus dan bertahan di atas garis MA biru yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Struktur harga membentuk pola higher low, menandakan tekanan beli yang meningkat. Jika harga mampu menembus resistance di 61,38, maka potensi kenaikan dapat berlanjut menuju area 62,02 hingga 62,58.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di kisaran 3.980. Selama harga bergerak di atas area tersebut, peluang penguatan masih terbuka. Emas berpotensi menguji zona resistance 4.045–4.100.
Grafik XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga saat ini berada dalam fase pemulihan setelah tren turun yang cukup tajam. Harga bergerak di bawah SMA 50 yang menurun, menandakan tren jangka menengah masih bearish. Namun, terdapat potensi perubahan arah jika harga mampu menembus area resistance kunci di sekitar 4.060 yang bertepatan dengan SMA 50. Selama harga masih tertahan di bawah area ini, kenaikan yang terjadi cenderung bersifat pullback sebelum melanjutkan penurunan menuju support di 4.007, 3.982, dan 3.960.
Grafik WTI Crude Oil pada timeframe H4 memperlihatkan harga sedang bergerak mendatar setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Saat ini, harga berada tepat di sekitar garis SMA 50 (biru), yang menjadi area keseimbangan antara buyer dan seller. Selama harga mampu bertahan di atas SMA 50 dan menembus resistance terdekat di 60,66, maka ada peluang penguatan lanjutan menuju 61,38 dan 62,02. Skenario bullish ini akan semakin kuat jika RSI berhasil naik melewati level 50, menandakan peningkatan momentum beli.
Pergerakan emas di timeframe H4 menunjukkan tren menurun setelah gagal mempertahankan level di atas area resistance 4.008–4.056 yang kini berubah menjadi zona supply. Harga saat ini bergerak di bawah garis SMA 50, menandakan momentum bearish masih dominan.
Pergeraan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren naik jangka menengah yang masih terjaga, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di atas garis SMA 50. Saat ini harga mengalami koreksi ringan setelah gagal menembus resistance di area 61,64–62,02. Selama harga bertahan di atas area support 59,27 dan garis SMA 50, tekanan beli masih berpotensi mendominasi dengan peluang rebound menuju 60,66 hingga 61,64.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tren turun yang masih berlanjut setelah gagal menembus area resistance di sekitar 3.970 dan 4.010. Harga saat ini bergerak di bawah garis SMA 50, mengindikasikan tekanan bearish yang kuat. RSI berada di bawah level 40, memperkuat potensi pelemahan lanjutan.
Pergerakan US Oil di time frame H4 menunjukkan harga bergerak di sekitar area 60,20 setelah mengalami koreksi dari puncak 62,02. Meskipun tekanan jual sempat muncul, harga masih bertahan di atas garis SMA 50 yang berada di sekitar 59,27, menandakan potensi kelanjutan tren naik.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 3.973. Selama harga bergerak di bawah level ini, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 3.847–3.780.
Grafik XAU/USD H4 menunjukkan tren bearish yang masih kuat dengan harga bergerak di bawah garis SMA 50, menandakan tekanan jual tetap dominan. Level 4.010 yang sebelumnya menjadi area support kini berubah fungsi menjadi resistance, dan harga terlihat gagal menembus level tersebut. Saat ini, emas bergerak menurun dan mencoba menguji support berikutnya di area 3.946. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah level ini, penurunan dapat berlanjut menuju 3.921 hingga 3.895.
Grafik WTI Crude Oil H4 menunjukkan bias bullish karena harga berada di atas SMA 50 dan RSI di level 59,90 menandakan momentum beli masih kuat. Skenario naik berlaku selama harga bertahan di atas 60,72–60,16, dengan target ke 62,58 lalu 63,48 hingga 64,05.
