Market Summary
Peluang trading USD/CHF pasca SNB meeting menjadi sorotan utama pelaku pasar pekan ini. Swiss National Bank (SNB) memutuskan menahan suku bunga di level 0%, sesuai perkiraan. Keputusan ini datang ketika ketegangan dagang dengan Amerika Serikat makin menekan prospek ekonomi Swiss, terutama sektor ekspor.
SNB Tahan Bunga di Level Terendah
SNB menahan suku bunga di nol persen, level terendah di antara bank sentral utama dunia. Langkah ini bukan kejutan bagi pasar, namun tetap memberi sinyal bahwa bank sentral berhati-hati menghadapi gejolak global. Tarik ulur kebijakan AS, terutama tarif baru terhadap produk Swiss, menjadi salah satu alasan utama keputusan ini.
Bank sentral menegaskan tarif sebesar 39% pada barang ekspor Swiss, termasuk mesin dan jam tangan, telah mengaburkan proyeksi pertumbuhan. Jika sebelumnya ekonomi 2026 diprediksi tumbuh 1–1,5%, kini outlook diturunkan menjadi di bawah 1%.
Reaksi Pasar Mata Uang
Di pasar, franc sempat menguat setelah pengumuman, namun kemudian stabil. Dolar AS bergerak 0,1% lebih tinggi terhadap franc di level 0,7960. Euro juga naik 0,1% ke 0,9345 franc. Pergerakan terbatas ini menunjukkan pasar masih menunggu data lanjutan dari Amerika sebelum mengambil arah yang lebih tegas.
Indeks dolar bertahan mendekati level tertinggi dua pekan, setelah The Fed memangkas suku bunga pekan lalu. Investor kini menunggu laporan inflasi PCE serta data PDB kuartal kedua AS yang bisa menjadi pemicu pergerakan berikutnya.
Prospek Kebijakan SNB ke Depan
Meski suku bunga tetap, SNB tidak menutup kemungkinan untuk memangkas lebih lanjut jika kondisi memburuk. Inflasi Swiss telah kembali ke target 0–2%, namun proyeksi jangka menengah masih lemah. Beberapa analis menilai deflasi bisa kembali jika tekanan tarif terus berlanjut.
Ketua SNB Martin Schlegel menegaskan ada hambatan tinggi untuk kembali ke suku bunga negatif, namun opsi itu masih tersedia bila dibutuhkan. Hal ini memberi ruang spekulasi bagi trader bahwa franc bisa kembali volatil di masa depan.
Sentimen Global Ikut Menentukan
Sementara itu, kebijakan moneter global juga memengaruhi peluang trading USD/CHF pasca SNB meeting. The Fed cenderung dovish dengan membuka pintu pemangkasan tambahan, tetapi pasar masih meragukan jumlah pemotongan yang akan dilakukan pada 2026. Di sisi lain, ECB memilih menahan bunga pada September, memperlihatkan sikap menunggu perkembangan ekonomi Eropa.
Dengan kombinasi faktor tersebut, pasangan USD/CHF berpotensi lebih fluktuatif. Trader perlu mencermati data AS, perkembangan tarif, serta pernyataan bank sentral untuk menentukan arah transaksi.
Fokus ke Data dan Risiko Tarif
Peluang trading USD/CHF pasca SNB meeting terbuka, namun sentimen masih rapuh. Kebijakan tarif AS jelas menjadi risiko utama bagi ekonomi Swiss, sementara arah dolar akan ditentukan data jobless claims dan PDB AS yang dirilis malam nanti. Dalam kondisi ini, strategi jangka pendek dengan memanfaatkan volatilitas bisa lebih relevan ketimbang menunggu tren jangka panjang.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan USD/CHF masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 0,7930. Selama harga bertahan di atas area ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 0,7970. Jika level tersebut ditembus, penguatan lanjutan berpotensi menguji resistance berikut di 0,7995 hingga 0,8015.
Sebaliknya, jika harga berbalik turun ke bawah 0,7930, maka skenario alternatif adalah penurunan menuju area support di 0,7915 hingga 0,7905.
Resistance 1: 0,7970 Resistance 2: 0,7995 Resistance 3: 0,8015
Support1: 0,7930 Support 2: 0,7915 Support 3: 0,7905
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 63,05. Saat ini harga telah menembus resistance pertama (R1) di 63,90. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan selanjutnya terbuka untuk menguji R2 di 64,20 dan R3 di 64,75.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 3.748. Selama harga bergerak di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 3.790. Jika area tersebut berhasil ditembus, potensi penguatan bisa berlanjut menuju resistance berikutnya di 3.810–3.830.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD di time frame H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 1.3450. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance terdekat di 1.3510. Jika resistance tersebut berhasil ditembus, maka potensi penguatan lanjutan dapat membawa harga menuju area 1.3545–1.3580.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih berpotensi bullish, dengan level pivot di 147.00. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan berlanjut untuk menguji area resistance di 148.25–148.10.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.3570. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan diperkirakan berlanjut untuk menguji area support 1.3570–1.3520.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.673. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan bisa berlanjut untuk menguji area support terdekat di 3.657. Jika support ini ditembus, tekanan jual berpeluang mendorong harga lebih rendah ke area 3.640–3.625.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga masih berada dalam tren naik yang kuat ditopang oleh pergerakan di atas SMA 50, namun saat ini bergerak mendekati area jenuh beli dengan RSI di kisaran 70 sehingga potensi koreksi jangka pendek bisa muncul.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga berhasil menembus trenline turun dan kini bergerak di atas SMA 50, menunjukkan potensi perubahan arah menjadi bullish. RSI berada di kisaran 62 yang masih memberi ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih berpotensi bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3805. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka, dengan support terdekat di 1.3760. Jika support ini berhasil ditembus, maka penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3720–1.3700.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih berpotensi melanjutkan tren bullish dengan pivot level di 1.3555. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance di 1.3606. Jika resistance tersebut berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di 1.3620–1.3640.
