Market Summary
Peluang trading perak menjelang data ADP AS kembali mencuat seiring penguatan harga Silver (XAG/USD) pada perdagangan Rabu. Logam putih ini diperdagangkan menguat sekitar 6% ke area 90,50 pada sesi Eropa. Kenaikan harga terjadi setelah meningkatnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Situasi geopolitik yang memanas mendorong pelaku pasar beralih ke aset safe haven. Kondisi ini meningkatkan minat terhadap logam mulia, termasuk perak, yang kerap diuntungkan saat risiko global meningkat.
Harga Perak Bangkit Setelah Koreksi Tajam dari Level Tertinggi
Penguatan perak juga mencerminkan fase pemulihan teknikal setelah harga sebelumnya anjlok lebih dari 30% dari rekor tertingginya di 121,61. Koreksi tajam terjadi setelah pasar merespons perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Penunjukan Kevin Warsh sebagai kandidat pengganti Ketua Federal Reserve dipersepsikan pasar sebagai sinyal kebijakan yang lebih mendukung penguatan Dolar AS. Secara teknikal, penguatan Dolar AS cenderung menekan daya tarik perak karena meningkatkan biaya kepemilikan bagi investor global.
Fokus ke Data ADP dan ISM Services PMI AS
Peluang trading perak menjelang data ADP AS semakin relevan karena pasar kini menanti rilis ADP Employment Change dan ISM Services PMI. Kedua data ini dijadwalkan rilis pada sesi Amerika Utara dan berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter The Fed.
Data ketenagakerjaan swasta akan menjadi indikator awal kekuatan pasar tenaga kerja AS. Sementara itu, ISM Services PMI diperkirakan turun ke 53,5 dari 54,4. Pergerakan data ini berpeluang memicu volatilitas lanjutan pada perak.
Dolar AS Bergerak Stabil di Tengah Dinamika Data Ekonomi
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak terbatas di sekitar level 97,40 setelah mencatatkan pelemahan ringan pada sesi sebelumnya. Minimnya rilis data ekonomi akibat penundaan selama penutupan sebagian pemerintah membuat pelaku pasar bersikap wait and see.
Meskipun demikian, berakhirnya penutupan pemerintah serta data ISM Manufaktur yang kembali ekspansif di level 52,6 menunjukkan ketahanan ekonomi AS. Kondisi ini menjaga Dolar AS tetap solid dan berpotensi membatasi kenaikan perak dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan perak masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 85,50. Selama harga bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 92,50, kemudian 95,90, hingga 99,20.
Sebagai skenario alternatif, penembusan harga ke bawah 85,50 dapat membuka peluang koreksi lanjutan dengan target penurunan menuju area support di 82,70 hingga 79,00.
Resistance 1: 92,50 Resistance 2: 95,90 Resistance 3: 99,20
Support1: 85,50 Support 2: 82,70 Support 3: 79,00
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analis Trading Central menilai EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1840. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka menuju area support 1.1770 hingga 1.1720.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3660. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 1.3725. Jika level ini berhasil ditembus, GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya di kisaran 1.3760–1.3785.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 5.370. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju area support 5.000, kemudian 4.900, hingga 4.810.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 63,30. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 64,90. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 65,70 hingga 66,30.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 5.220. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.330, kemudian 5.380, hingga 5.430.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Silver masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 106,60. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 117,70, kemudian 121,70, hingga 127,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan gold pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 5.030. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.140, kemudian 5.170 hingga 5.220.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai USD/JPY pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot di 158,50. Selama harga berada di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut menuju support terdekat di 157,75. Jika support ini ditembus, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 157,40 hingga 157,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.794. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Target terdekat berada di resistance 4.860, lalu berlanjut ke 4.887 hingga 4.925.
