Yen Melemah Setelah Keputusan Bank of Japan (BoJ)
Yen melemah tajam terhadap dolar AS dan mata uang utama lain setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 30 tahun. BOJ menaikkan suku bunga ke 0,75% dari 0,5%, sesuai ekspektasi pasar. Pelaku pasar langsung menjual yen karena bank sentral tidak memberi kejelasan soal waktu dan kecepatan kenaikan berikutnya.
Gubernur BOJ Kazuo Ueda menyatakan peluang pengetatan lanjutan tetap terbuka. Namun, ia tidak menyampaikan panduan konkret. Sikap ini membuat pasar menilai kebijakan BOJ belum cukup hawkish. Akibatnya, tekanan jual yen berlanjut di seluruh pasar valuta asing.
Dolar AS dan Mata Uang Utama Menguat
Dolar AS menguat hingga ke area 157,67 per yen, level tertinggi dalam empat pekan. Euro mencetak rekor tertinggi terhadap yen, disusul franc Swiss dan pound sterling yang melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Pergerakan ini menegaskan bahwa yen melemah secara luas, bukan hanya terhadap dolar AS.
BOJ tetap menilai inflasi inti akan menuju target 2% dalam periode proyeksi hingga tahun fiskal 2027. Bank sentral juga menegaskan suku bunga riil masih sangat rendah dan membuka ruang pengetatan lanjutan jika ekonomi dan inflasi bergerak sesuai proyeksi. Pasar menilai pernyataan ini belum cukup kuat untuk menopang yen.
Risiko Intervensi Pemerintah Jepang
Pelemahan yen kembali memunculkan spekulasi intervensi. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan untuk merespons volatilitas berlebihan di pasar valuta asing, termasuk pergerakan yang dipicu spekulan. Otoritas Jepang terakhir kali melakukan intervensi pada Juli 2024 saat dolar/yen menyentuh level tertinggi sejak era 1980-an.
Eropa dan Inggris: Euro Stabil, Pound Berfluktuasi
Di Eropa, euro bergerak stabil di kisaran USD 1,1720. Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan semua opsi kebijakan tetap terbuka setelah bank sentral mempertahankan suku bunga di 2%. Di Inggris, pound sempat berfluktuasi setelah Bank of England memangkas suku bunga ke 3,75%. Keputusan yang ketat ini membatasi ruang pelonggaran lanjutan.
Pasar Saham AS dan Sentimen Risiko
Saham AS menguat pada perdagangan akhir pekan dengan indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones mencatat kenaikan. Saham teknologi memimpin penguatan, sementara sentimen investor tetap didukung ekspektasi penurunan suku bunga The Fed tahun depan. Data inflasi AS yang lebih rendah dan pelemahan pasar tenaga kerja memperkuat pandangan tersebut.
Emas, Perak, dan Minyak
Harga perak melonjak ke rekor tertinggi, didorong permintaan investasi dan keterbatasan pasokan. Emas mencatat kenaikan mingguan seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Di pasar energi, harga minyak naik tipis karena risiko gangguan pasokan terkait Venezuela dan ketidakpastian geopolitik Rusia-Ukraina, meski secara mingguan masih melemah.
Geopolitik: Ukraina, Rusia, dan Venezuela
Uni Eropa memutuskan skema pendanaan pertahanan Ukraina melalui pinjaman bersama. Presiden Rusia Vladimir Putin menolak kompromi dan menuding UE berupaya merampas aset Rusia. Di sisi lain, Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Venezuela. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Washington tidak khawatir terhadap eskalasi dengan Rusia terkait langkah di kawasan Karibia. Presiden AS Donald Trump menyatakan semua opsi tetap terbuka.
Prospek harga Emas Senin| 22 Desember 2025
Pada grafik H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari harga yang bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang terus mengarah ke atas. Setelah menembus area resistance 4.285–4.306 yang kini berfungsi sebagai support, harga cenderung bergerak konsolidatif di kisaran 4.330–4.356.
Selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan masih terbuka untuk menguji zona resistance berikutnya di 4.380–4.400. Sementara itu, RSI di kisaran 61 mencerminkan momentum bullish masih dominan, meski ruang kenaikan mulai terbatas sehingga potensi pullback jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.356 R2 4.381 R3 4.400
S1 4.306 S2 4.285 S3 4.265
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.330 |
| Profit Target Level | 4.380 |
| Stop Loss Level | 4.300 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.380 |
| Profit Target Level | 4.360 |
| Stop Loss Level | 4.400 |
Prospek harga US Oil Senin | 22 Desember 2025
Pada grafik H4, US Oil masih berada dalam fase downtrend jangka pendek setelah harga turun tajam dan membentuk low di area 54,87. Rebound yang terjadi saat ini terlihat sebagai pergerakan korektif, dengan harga sedang menguji area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 56,83. Selama harga masih tertahan di bawah 56,83, tekanan bearish masih dominan dan membuka peluang penurunan kembali menuju support 55,60 hingga 54,00.
Namun jika harga mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50 tersebut, struktur penurunan jangka pendek berpotensi patah dan memberi ruang kenaikan lanjutan ke area resistance 58,04 hingga 59,02.
US Oil INTRADAY AREA
R1 56,83 R2 58,04 R3 59,02
S1 55,60 S2 54,87 S3 54,00
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 57,00 |
| Profit Target Level | 58,00 |
| Stop Loss Level | 56,40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 58,04 |
| Profit Target Level | 57,10 |
| Stop Loss Level | 59,05 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pada grafik H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik dengan harga bertahan di atas SMA 50 dan garis tren naik, namun tekanan beli mulai melemah. RSI membentuk bearish divergence, di mana harga sempat mencetak higher high sementara RSI justru membentuk lower high, sehingga mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.
Pada grafik H4, US Oil masih berada dalam tren bearish setelah harga turun dari area 59,02 dan membentuk low baru di sekitar 54,24. Rebound yang terjadi selanjutnya hanya bersifat korektif dan tertahan di area 56,83 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga area tersebut kini berperan sebagai resistance dinamis.
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50 dan bergerak mengikuti garis tren naik jangka menengah. Harga saat ini berkonsolidasi di atas area support 4.285–4.306, yang sebelumnya berfungsi sebagai area resistance, sehingga selama zona ini mampu dipertahankan, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka. Resistance terdekat berada di area 4.356, diikuti zona 4.381–4.400 sebagai target kenaikan berikutnya.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50 dan membentuk tren turun jangka pendek. Penurunan tajam membawa harga menguji area support 54,87 sebelum terjadi rebound teknikal, namun kenaikan saat ini masih bersifat korektif.
Pada grafik H4, pergerakan harga emas menunjukkan bias bullish yang mulai melambat setelah reli dari area demand 4.265–4.285. Rebound tersebut berhasil mendorong harga menembus area resistance 4.330 dan bertahan di atas SMA 50, yang menegaskan struktur naik masih terjaga. Namun, harga saat ini terlihat berkonsolidasi tepat di atas area breakout tersebut, menandakan hilangnya momentum lanjutan dalam jangka pendek.
Pada grafik H4, pergerakan harga US Oil menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan setelah harga turun tajam dan bergerak jauh di bawah SMA 50, yang menegaskan struktur tren turun masih kuat. Penurunan membawa harga menembus area support bertahap hingga berada di bawah pivot point 55,47, menandakan tekanan jual belum mereda.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tren bullish, dengan harga bertahan di atas garis tren naik dan SMA 50 yang berada di kisaran 4.245 dan berfungsi sebagai support dinamis. Area merah di sekitar 4.265 – 4.285 merupakan zona demand, yang sebelumnya menjadi area konsolidasi dan kini menopang pergerakan harga setelah breakout. Sementara itu, area hijau di kisaran 4.356 –4.381 merupakan zona supply, yang berpotensi menahan kenaikan lanjutan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dan bertahan di bawah SMA 50 yang kini menurun dan berfungsi sebagai resistance dinamis. Penurunan membawa harga masuk ke zona demand di area 56,22–55,95, yang saat ini menjadi penopang sementara pergerakan harga. Selama harga masih tertahan di bawah area resistance 57,59–58,00, potensi rebound cenderung terbatas dan berisiko hanya bersifat korektif.
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 menunjukkan penguatan lanjutan setelah harga menembus dan bertahan di atas area resistance 4.225–4.265, yang kini berfungsi sebagai support jangka pendek. Harga bergerak di atas SMA 50 dan tetap bertahan di atas trendline naik, sehingga bias bullish masih terjaga.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat mencoba melakukan rebound dari area support 57,09, namun pergerakan kenaikan tersebut masih terbatas dan tertahan di bawah resistance 58,00. Selama harga tetap bergerak di bawah level 58,00, tekanan bearish masih mendominasi dan kenaikan yang terjadi cenderung bersifat korektif.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan harga berhasil melakukan breakout dari area konsolidasi di dalam rectangle 4.245–4.265 dan kini area tersebut berubah fungsi menjadi support baru yang menahan koreksi jangka pendek. Selama harga bertahan di atas 4.245–4.265, momentum bullish tetap dominan di atas SMA 50 dan trendline naik, sehingga potensi kenaikan dapat berlanjut menuju resistance 4318, lalu 4344, hingga 4381, dengan RSI yang mendekati area overbought mengonfirmasi kuatnya tekanan beli selama harga tidak kembali turun ke bawah area rectangle tersebut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish yang semakin jelas setelah harga turun menembus area support 58,13, yang kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Selama harga tetap tertahan di bawah 58,13 dan tidak mampu kembali naik ke atas resistance berikutnya di 58,65 hingga 59,16, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju 57,09, lalu 56,59, hingga 56,13.
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan konsolidasi di dalam area 4.226–4.260 setelah sebelumnya menjaga struktur higher low di atas trendline naik. Selama harga bertahan di atas trendline tersebut dan di atas area 4.170, bias jangka pendek cenderung bullish dengan peluang pengujian resistance 4.245 lalu 42.65, bahkan 4.293 jika terjadi penembusan tegas dari area konsolidasi.
Harga US Oil pada grafik H4 sebelumnya sempat rebound dari area support 57,65–58,13, namun kenaikan tersebut masih tertahan di area 59,16 yang juga bertepatan dengan SMA 50, sehingga menunjukkan bahwa tekanan bearish masih dominan. Selama harga gagal menembus resistance tersebut, potensi pelemahan berlanjut dengan tekanan yang dapat membawa harga kembali menguji support 58,13 dan 57,65, bahkan melebar menuju 57,09 jika area tersebut ditembus.
Harga emas di grafik H4 bergerak sideways di dalam kisaran 4.170–4.265 setelah sebelumnya terkoreksi dari resistance 4.265 dan tertahan di support 4.170. Selama harga tetap berada di atas trendline naik dan SMA 50, struktur teknikal masih mendukung peluang rebound untuk kembali menguji resistance 4.245 dan 4.265.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dari area 59.16–59.62 dan gagal bertahan di atas SMA 50. Penurunan ini membuat harga kembali menguji support 58.13, yang kini menjadi level penentu arah jangka pendek.
Harga emas pada grafik H4 mulai bergerak di bawah SMA 50 setelah gagal mempertahankan posisi di atas area 4.219, yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat. Selama harga bergerak di bawah garis SMA tersebut, peluang penurunan tetap dominan dan dapat mendorong harga menuju support 4.162 kemudian 4.140 bahkan 4.108 jika penurunan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 melemah setelah gagal bertahan di atas area 59,40. Harga kini turun dan menembus SMA 50, sehingga bias berubah menjadi bearish. Selama harga bergerak di bawah 59,40, tekanan jual berpeluang berlanjut menuju support 58,27, lalu 57,65, bahkan 57,09 jika penurunan semakin kuat.
