Wall Street Melemah Akibat Tekanan Saham Teknologi
Wall Street melemah pada perdagangan Rabu seiring tekanan kuat pada saham teknologi yang memicu aksi jual di pasar ekuitas Amerika Serikat. Indeks Nasdaq Composite memimpin pelemahan dengan penurunan tajam, sementara S&P 500 ikut terkoreksi. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average justru mencatat kenaikan terbatas karena dukungan saham bervaluasi.
Indeks saham global MSCI turut bergerak turun 0,40%, mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor di tengah perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan kekhawatiran terhadap disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Rotasi Saham Terjadi di Wall Street
Pelemahan pasar kali ini tidak terjadi secara merata. Investor terlihat melakukan rotasi dari saham pertumbuhan ke saham bernilai. Indeks saham bernilai S&P 500 ditutup menguat 0,9%, sementara indeks saham pertumbuhan turun 1,8%.
Aksi jual pada sektor perangkat lunak dan jasa teknologi dipicu oleh kekhawatiran bahwa inovasi AI terbaru berpotensi menekan model bisnis perusahaan yang selama ini mendominasi pasar. Kondisi ini membuat pelaku pasar mulai menilai ulang prospek laba jangka menengah.
Data Ekonomi AS Belum Mengubah Ekspektasi The Fed
Dari sisi fundamental, laporan ketenagakerjaan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja AS pada Januari lebih lambat dari perkiraan. Sementara itu, Institute for Supply Management melaporkan sektor jasa AS tetap stabil, namun biaya input meningkat.
Kenaikan biaya tersebut membuka peluang munculnya kembali tekanan inflasi jasa. Meski begitu, pelaku pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed baru akan terjadi paling cepat pada Juni. Wall Street melemah karena data tersebut belum cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan moneter.
Dolar AS Menguat, Yen Terus Tertekan
Di pasar mata uang, dolar AS menguat signifikan terhadap yen Jepang. Nilai tukar dolar naik ke level 156,91 per yen, mencatat penguatan harian keempat berturut-turut. Indeks dolar juga naik ke 97,66, menekan euro yang melemah ke USD 1,1803.
Tekanan pada yen terjadi menjelang pemilu Jepang yang diperkirakan akan mendorong agenda belanja fiskal dan pertahanan oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi, sehingga meningkatkan kebutuhan pembiayaan pemerintah.
Harga Emas Stabil, Perak Ungguli Kinerja
Di pasar komoditas logam mulia, harga emas bergerak relatif stabil di tengah penguatan dolar AS. Harga emas spot naik tipis ke USD 4.943,79 per ons. Sebaliknya, perak mencatat kenaikan lebih kuat dengan lonjakan 2,58% ke USD 87,29 per ons.
Pergerakan ini terjadi setelah kedua logam sempat mengalami tekanan tajam dalam dua hari sebelumnya, seiring kekhawatiran terhadap potensi pengetatan neraca bank sentral AS.
Harga Minyak Naik Tajam Dipicu Ketegangan Geopolitik
Harga minyak dunia melonjak tajam untuk hari kedua berturut-turut. Minyak mentah AS ditutup naik 3,05% ke USD 65,14 per barel, sementara Brent menguat 3,16% ke USD 69,46 per barel.
Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa pembicaraan yang bermakna harus mencakup isu persenjataan rudal Iran. Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan hanya bersedia membahas program nuklir. Perbedaan sikap tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Obligasi Bergerak Mixed, Bitcoin Tertekan
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS bergerak bervariasi. Yield obligasi 10 tahun naik tipis ke 4,276%, sementara yield tenor 2 tahun turun ke 3,557%. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap arah suku bunga jangka pendek.
Sementara itu, pasar kripto kembali berada di bawah tekanan. Bitcoin turun 3,64% ke USD 73.374,92 dan mencatat penurunan keenam dalam tujuh sesi terakhir, seiring meningkatnya aversi risiko global.
Prospek Harga Emas Kamis | 05 Februari 2026
Harga emas pada time frame H4 terlihat mulai bergerak rebound setelah koreksi tajam dan membentuk low di area 4.850. Rebound ini bersifat teknikal karena harga masih bergerak di bawah SMA 50, yang saat ini juga berdekatan dengan zona resistance 5.059, sehingga area tersebut menjadi hambatan utama bagi kenaikan lanjutan. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50, pergerakan naik masih berisiko hanya sebagai pullback dalam fase konsolidasi. Jika breakout terjadi di atas 5.059, maka peluang kenaikan dapat berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.100 hingga 5.147.
Namun, kegagalan menembus area tersebut berpotensi memicu tekanan jual kembali yang mengarahkan harga untuk menguji ulang support 4.850. RSI yang bergerak di area netral mengonfirmasi bahwa pasar masih menunggu katalis untuk menentukan arah selanjutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.059 R2 5.147 R3 5.147
S1 4.958 S2 4.907 S3 4.850
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.960 |
| Profit Target Level | 5.050 |
| Stop Loss Level | 4.900 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.055 |
| Profit Target Level | 4.970 |
| Stop Loss Level | 5.100 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 05 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 yang saat ini berada di area 62,80–63,00. Kenaikan sebelumnya membentuk struktur higher low, dan harga kini bergerak stabil di atas support 62,82 hingga 61,69, yang menjaga bias naik tetap terpelihara.
Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang penguatan masih terbuka untuk menguji resistance 65,49, kemudian resistance berikutnya di 66,41 hingga 67,05. RSI berada di atas level 50, mengindikasikan momentum beli masih dominan meskipun ruang kenaikan jangka pendek mulai terbatas di dekat area resistance.
US Oil INTRADAY AREA
R1 65,49 R2 66,41 R3 67,05
S1 63,71 S2 62,82 S3 61,69
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 63,50 |
| Profit Target Level | 65,00 |
| Stop Loss Level | 62,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 65,45 |
| Profit Target Level | 64,00 |
| Stop Loss Level | 66,10 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
