Wall Street Menguat Didukung Laba Emiten Besar
Wall Street menguat pada perdagangan Selasa setelah dua hari tertekan. Penguatan ini didorong laporan kinerja solid dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan sejumlah bank besar AS. TSMC membukukan lonjakan laba kuartal IV sebesar 35% yang melampaui perkiraan pasar. Kinerja tersebut mendorong saham TSMC di AS melonjak sekitar 5%.
Penguatan sektor teknologi meredakan kekhawatiran investor terkait valuasi saham yang sebelumnya dinilai terlalu tinggi. Selain itu, hasil TSMC menegaskan bahwa permintaan chip kecerdasan buatan masih kuat dan menopang prospek sektor teknologi global.
Saham Bank Besar Dorong Sentimen Positif
Sentimen pasar semakin membaik setelah saham BlackRock naik 6% usai mencatatkan laba di atas ekspektasi. Goldman Sachs dan Morgan Stanley juga melaporkan kenaikan laba kuartalan yang didukung aktivitas transaksi yang tetap ramai. Saham kedua bank tersebut masing-masing menguat sekitar 5% dan 6%.
Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa awal musim laporan keuangan berjalan positif dan mampu menjadi penopang pergerakan pasar saham AS.
Kinerja Indeks Saham AS dan Eropa
Seiring sentimen positif tersebut, indeks S&P 500 ditutup naik 0,26% ke level 6.944,57. Nasdaq Composite menguat 0,25% ke 23.530,02, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,60% ke 49.446,23. Di Eropa, saham ASML ikut menguat seiring optimisme sektor chip, sehingga indeks saham kawasan kembali mendekati rekor tertinggi.
Minyak Turun Seiring Meredanya Risiko Geopolitik
Harga minyak berbalik melemah setelah reli lima hari berturut-turut. Pasar menilai risiko geopolitik di Timur Tengah sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan pernyataannya terkait Iran. Brent ditutup turun 4,15% ke USD63,76 per barel, sedangkan WTI melemah 4,56% ke USD59,19 per barel.
Meski tekanan jangka pendek mereda, pasar masih memperhitungkan potensi gangguan pasokan karena situasi geopolitik tetap rapuh.
Emas Terkoreksi dari Rekor Tertinggi
Wall Street menguat turut menekan harga emas yang sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Logam mulia ini turun 0,15% ke USD4.613,37 per ons setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi sepanjang masa di USD4.642,72. Penguatan dolar AS dan berkurangnya permintaan aset aman menjadi faktor utama koreksi harga emas.
Data Tenaga Kerja Dorong Dolar AS
Wall Street menguat seiring penguatan dolar AS setelah klaim pengangguran AS turun di luar perkiraan. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama. Indeks dolar sempat menyentuh level tertinggi enam pekan di 99,49 sebelum bertahan di kisaran 99,32. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS turut naik, dengan yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,162%.
Trump Tegaskan Posisi soal Jerome Powell
Presiden Donald Trump menegaskan tidak memiliki rencana untuk memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Pernyataan ini disampaikan meski proses penyelidikan hukum terhadap Powell masih berlangsung. Trump menyebut pemerintahannya masih berada dalam tahap menunggu sebelum menentukan langkah lanjutan.
Pejabat The Fed Fokus pada Inflasi
Pandangan Fed Chicago dan Kansas City
Dari sisi bank sentral, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menegaskan bahwa fokus utama Federal Reserve tetap pada penurunan inflasi. Ia menilai pasar tenaga kerja masih menunjukkan stabilitas. Sementara itu, Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid menyebut tekanan inflasi masih berada pada level yang terlalu tinggi.
Sikap Fed San Francisco
Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan data ekonomi terbaru terlihat cukup menjanjikan. Meski demikian, ia menegaskan risiko terhadap mandat inflasi dan ketenagakerjaan masih tetap ada.
Prospek Harga Emas Jumat | 16 Januari 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam struktur tren naik yang jelas setelah bergerak konsisten di atas garis trendline bullish jangka menengah dan SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Kenaikan kuat sebelumnya membawa harga menembus area 4.500 dan bergerak ke zona 4.600, namun setelah itu pergerakan mulai melambat dan membentuk fase konsolidasi di kisaran 4.550–4.640, yang menandakan pasar sedang melakukan penyesuaian momentum.
Dari sisi momentum, indikator RSI memberikan sinyal tambahan yang penting. RSI sebelumnya bergerak dalam pola uptrend, tetapi saat ini terlihat terjadi breakout ke bawah dari garis uptrend tersebut. Kondisi ini mencerminkan melemahnya dorongan beli meskipun RSI masih bertahan di atas level 50, sehingga tekanan jual yang muncul lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren.
Selama harga tetap mampu bertahan di atas area support 4.550 yang juga berdekatan dengan garis trendline naik, peluang kelanjutan tren bullish masih terbuka dengan potensi pengujian kembali resistance 4.700 hingga 4.722. Namun, jika tekanan koreksi berlanjut dan harga turun menembus 4.550, pelemahan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di sekitar 4.500. Dengan demikian, breakout pada RSI saat ini berfungsi sebagai peringatan dini akan potensi koreksi jangka pendek, sementara struktur tren utama emas masih cenderung positif.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.640 R2 4.700 R3 4.760
S1 4.550 S2 4.500 S3 4.453
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.575 |
| Profit Target Level | 4.630 |
| Stop Loss Level | 4.545 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.630 |
| Profit Target Level | 4.580 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 16 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan perubahan struktur pasar setelah reli tajam dari area 56,73 yang membawa harga menembus SMA 50 dan resistance 58,44 hingga mencapai puncak di sekitar 62,18. Namun, kenaikan tersebut diikuti koreksi cepat yang menekan harga kembali ke area 58,6–59,0, menandakan munculnya aksi ambil untung setelah pergerakan naik yang terlalu agresif.
Saat ini, area 58,44 menjadi support kunci. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pullback lanjutan yang sehat tetap terbuka dengan potensi rebound menuju 59,78 hingga 60,56. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun menembus 58,44, pelemahan berisiko berlanjut ke support 57,60 hingga 56,73. RSI yang berada di sekitar 44 mencerminkan momentum bullish telah melemah dan pasar masih berada dalam fase penyesuaian arah setelah volatilitas tinggi.
US Oil INTRADAY AREA
R1 59,78 R2 60,56 R3 62,18
S1 58,44 S2 57,60 S3 56,73
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 58,50 |
| Profit Target Level | 59,60 |
| Stop Loss Level | 58,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,75 |
| Profit Target Level | 58,60 |
| Stop Loss Level | 60,60 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
