Wall Street Menguat Usai Risalah The Fed
Wall Street menguat pada perdagangan Rabu setelah investor mencermati risalah pertemuan terbaru Federal Reserve dan perkembangan geopolitik global. Kenaikan ini terjadi meski volatilitas sempat meningkat di sesi perdagangan sore.
Risalah menunjukkan para pejabat The Fed hampir sepakat untuk menahan suku bunga. Namun, mereka masih terpecah mengenai langkah kebijakan berikutnya. Data durable goods dan housing starts yang solid memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tetap bertahan dalam waktu dekat.
Indeks utama di Amerika Serikat ditutup di zona hijau. Dow Jones Industrial Average naik 0,26% ke 49.662,66. S&P 500 menguat 0,56% ke 6.881,32. Nasdaq Composite melonjak 0,78% ke 22.753,64.
Bursa Eropa Cetak Rekor Tertinggi
Di kawasan Eropa, STOXX 600 mencetak rekor penutupan tertinggi. Saham sektor pertahanan dan perbankan memimpin penguatan. Investor juga menilai laporan kinerja emiten serta kabar pergantian kepemimpinan di European Central Bank.
Laporan menyebutkan bahwa Presiden ECB, Christine Lagarde, berencana mengakhiri masa jabatannya lebih awal. Isu ini menekan euro dan mendorong penguatan dolar AS. Ia selama ini dikenal sebagai sosok yang memberikan stabilitas kepemimpinan di kawasan euro.
Indeks global MSCI turut menguat 0,60%. Pasar saham Asia Pasifik juga bergerak positif, termasuk lonjakan lebih dari 1% pada indeks Nikkei Jepang.
Dolar AS Menguat, Imbal Hasil Obligasi Naik
Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar naik 0,61% ke 97,73. Euro turun ke 1,1784 dolar AS, sementara dolar menguat hampir 1% terhadap yen Jepang.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS turut menopang dolar. Yield obligasi tenor 10 tahun naik ke 4,087%, sementara tenor 2 tahun meningkat ke 3,468%. Permintaan lelang obligasi 20 tahun yang lemah juga mendorong kenaikan yield.
Ketegangan Global Dorong Minyak dan Emas
Harga minyak melonjak tajam setelah pembicaraan damai Rusia-Ukraina berakhir tanpa hasil jelas. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menuduh Rusia menunda kemajuan menuju kesepakatan damai.
Di sisi lain, Iran menutup sementara sebagian jalur di Selat Hormuz. Langkah ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Kombinasi ketidakpastian geopolitik tersebut mendorong reli minyak dan emas.
Minyak mentah AS melonjak 4,59% ke 65,19 dolar per barel, sedangkan Brent naik 4,35% ke 70,35 dolar per barel. Emas spot menguat 2,22% ke 4.985,46 dolar per ons, sementara kontrak berjangka emas AS naik 2,03%.
Wall Street menguat seiring pelaku pasar menyeimbangkan optimisme ekonomi dengan risiko geopolitik. Jika ketegangan berlanjut dan data ekonomi tetap kuat, Wall Street menguat berpotensi berlanjut dalam jangka pendek meski volatilitas masih membayangi pasar global.
Prospek Harga Emas Kamis | 19 Februari 2026
Pada grafik H4, harga emas sempat turun hingga 4.842 lalu rebound ke area 5.000. Namun, kenaikan tertahan di sekitar SMA 50 yang berimpit dengan level 5.000 sehingga menjadi resistance dinamis jangka pendek.
RSI berada di kisaran 52, mencerminkan momentum netral dan belum menunjukkan dominasi buyer. Selama harga masih bergerak di bawah SMA 50, potensi koreksi ke 4.906 hingga 4.842 tetap terbuka. Jika mampu menembus dan bertahan di atas 5.000, kenaikan berpeluang berlanjut menuju 5.046 sampai 5.073.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.000 R2 5.046 R3 5.100
S1 4.906 S2 4.842 S3 4.762
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.910 |
| Profit Target Level | 4.990 |
| Stop Loss Level | 4.840 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.000 |
| Profit Target Level | 4.910 |
| Stop Loss Level | 5.050 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 19 Februari 2025
Pada grafik H4, US Oil bergerak dalam fase sideway lebar di kisaran 61,08 hingga 66,41. Sebelumnya harga sempat tertekan turun ke bawah SMA 50 di area 63,61 dan membentuk low di sekitar 61,79, menandakan tekanan jual sempat mendominasi dalam jangka pendek.
Namun, harga kemudian pulih dan berhasil menembus resistance 62,79. Level ini kini beralih fungsi menjadi support kuat. Kenaikan berlanjut hingga harga kembali bertahan di atas SMA 50 di sekitar 63,61, yang mengindikasikan perbaikan momentum bullish.
Saat ini harga sedang menguji resistance 65,79 dan bahkan mendekati batas atas range sideway di 66,41. RSI yang berada di kisaran 67 menunjukkan momentum beli cukup solid. Selama harga bertahan di atas 63,61, peluang untuk menembus 66,41 tetap terbuka. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas area tersebut dapat membawa harga kembali ke support 62,79.
US Oil INTRADAY AREA
R1 65,79 R2 66,41 R3 67,05
S1 64,30 S2 63,61 S3 62,79
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 64,30 |
| Profit Target Level | 65,40 |
| Stop Loss Level | 63,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 65,75 |
| Profit Target Level | 64,50 |
| Stop Loss Level | 66,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
