Wall Street Rontok, Nasdaq Anjlok 2%
Wall Street rontok pada perdagangan Kamis setelah saham teknologi memimpin pelemahan tajam. Investor mengurangi eksposur risiko dan menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Jumat. Tekanan jual meningkat seiring perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Nasdaq ditutup merosot lebih dari 2% dan menjadi indeks dengan penurunan terdalam. Sektor teknologi turun 2,7% dan menjadi pemberat utama S&P 500. Sementara itu, sektor defensif seperti utilitas justru mencatat kenaikan karena investor melakukan rotasi portofolio.
Dow Jones Industrial Average turun 669,42 poin ke 49.451,98. S&P 500 melemah 108,71 poin ke 6.832,76. Nasdaq Composite kehilangan 469,32 poin ke 22.597,15. Indeks saham global MSCI juga terkoreksi hampir 1% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pekan ini.
Saham Teknologi Tertekan dan Rotasi Defensif Menguat
Tekanan pada saham teknologi meningkat dalam beberapa sesi terakhir. Investor menilai valuasi sektor berbasis kecerdasan buatan masih rentan setelah reli panjang. Kekhawatiran terhadap dampak disrupsi AI pada berbagai industri turut memicu aksi ambil untung.
Aliran dana bergerak ke sektor yang lebih stabil. Utilitas dan sektor defensif lain menarik minat karena menawarkan ketahanan saat volatilitas meningkat. Strategi ini mencerminkan sikap hati-hati menjelang rilis data ekonomi penting.
Data Tenaga Kerja Ubah Arah Ekspektasi Suku Bunga
Laporan tenaga kerja AS yang kuat pada Rabu mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid. Klaim pengangguran mingguan memang turun, namun tidak sedalam perkiraan.
Sebelumnya, pasar memperkirakan bank sentral memiliki ruang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan. Namun data ketenagakerjaan terbaru mendorong investor meninjau ulang proyeksi tersebut. Kini perhatian tertuju pada indeks harga konsumen (CPI) sebagai indikator utama tekanan inflasi.
Imbal Hasil Treasury Turun Signifikan
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 8,1 basis poin ke 4,102%. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak 10 Oktober dan memperpanjang tren pelemahan dalam lima dari enam sesi terakhir. Lelang obligasi 30 tahun yang solid memperkuat permintaan terhadap aset safe haven.
Meski yield turun, pasar saham tetap tertekan. Pergerakan ini menunjukkan aksi penyesuaian posisi lebih dominan dibanding perubahan ekspektasi suku bunga jangka pendek.
Dolar Stabil, Yen Menguat
Indeks dolar bergerak tipis di 96,95. Euro bertahan di kisaran 1,1866 dolar AS. Dolar melemah terhadap yen ke 152,91. Penguatan yen terjadi karena investor menilai pemerintahan baru Jepang akan menjalankan kebijakan fiskal yang disiplin dan menjaga stabilitas jangka panjang.
Harga Minyak dan Emas Ikut Terkoreksi
Harga minyak turun akibat melemahnya permintaan global dan meredanya kekhawatiran konflik di Timur Tengah. Minyak mentah AS ditutup di 62,84 dolar per barel, sementara Brent turun ke 67,52 dolar per barel. Pasar juga memperkirakan peningkatan pasokan dalam waktu dekat.
Harga emas merosot tajam hingga mendekati level terendah satu pekan. Emas spot turun sekitar 2,8% ke 4.934,57 dolar per ons dan sempat anjlok lebih dari 3% di bawah 4.920 dolar. Penurunan ini dipicu aksi likuidasi lintas aset. Investor menjual emas untuk memenuhi margin call dan menutup kerugian di aset lain.
Fokus Pasar Beralih ke Inflasi
Wall Street rontok karena pelaku pasar memilih menunggu kepastian arah inflasi sebelum mengambil posisi baru. Data CPI akan menjadi katalis utama yang menentukan pergerakan aset berisiko dalam jangka pendek.
Jika inflasi melandai, sentimen bisa membaik dan memicu rebound teknikal. Namun jika tekanan harga tetap tinggi, volatilitas berpotensi meningkat dan memperpanjang koreksi. Saat ini, Wall Street rontok mencerminkan kombinasi rotasi sektor, kehati-hatian investor, dan ketidakpastian kebijakan moneter
Prospek Harga Emas Jumat | 13 Februari 2026
Pada grafik H4, XAU/USD terlihat gagal bertahan di atas area 5.019–5.077 dan kini bergerak di bawah SMA 50 yang mulai melandai, menandakan momentum bullish melemah. Tekanan jual meningkat setelah harga menembus support 4.982, membuka ruang koreksi lebih dalam. RSI berada di kisaran 37, menunjukkan momentum bearish masih dominan dan belum memasuki area jenuh jual ekstrem.
Selama harga tetap di bawah 4.982 dan tidak mampu kembali ke atas 5.019, bias jangka pendek cenderung turun dengan potensi pengujian support 4.848. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju 4.789 hingga 4.745 sebagai support berikutnya. Sementara itu, skenario pemulihan baru akan terbuka jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 5.019.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.982 R2 5.019 R3 5.077
S1 4.848 S2 4.789 S3 4.745
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.790 |
| Profit Target Level | 4.840 |
| Stop Loss Level | 4.740 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.980 |
| Profit Target Level | 4.880 |
| Stop Loss Level | 5.020 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 13 Februari 2025
Pada grafik H4, US Oil terlihat menembus ke bawah area 63,61 yang sebelumnya menjadi support sekaligus berdekatan dengan SMA 50, menandakan momentum bullish mulai melemah. Harga juga bergerak di bawah garis tren naik jangka pendek, mengindikasikan potensi perubahan struktur ke arah koreksi lebih dalam. RSI berada di kisaran 38, menunjukkan tekanan bearish meningkat meski belum masuk area jenuh jual.
Selama harga tetap berada di bawah 63,61, bias jangka pendek cenderung negatif dengan peluang penurunan menuju support 61,69. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut ke 61,08 dan membuka ruang ke 60,08 sebagai support berikutnya. Sementara itu, pemulihan baru akan lebih meyakinkan jika harga mampu kembali naik dan bertahan di atas 63,61, yang dapat meredam tekanan jual dan mengarah pada pengujian resistance 64,44 hingga 65,49.
US Oil INTRADAY AREA
R1 63,61 R2 64,44 R3 65,49
S1 61,69 S2 61,08 S3 60,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 61,70 |
| Profit Target Level | 63,00 |
| Stop Loss Level | 61,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 63,60 |
| Profit Target Level | 62,00 |
| Stop Loss Level | 64,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
