Wall Street Stabil di Tengah Kekhawatiran AI
Perundingan nuklir AS-Iran menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar global, sementara investor juga fokus pada dampak kecerdasan buatan terhadap ekonomi dan tenaga kerja. Saham Wall Street mencatat kenaikan tipis setelah mengalami volatilitas sepanjang sesi perdagangan.
Indeks utama menunjukkan penguatan moderat. Dow Jones Industrial Average naik 0,07% ke 49.533,19, sementara S&P 500 bertambah 0,10% ke 6.843,22. Di saat yang sama, Nasdaq Composite menguat 0,14% ke 22.578,38, didukung aksi beli pada saham teknologi yang sebelumnya mengalami tekanan.
Kekhawatiran terhadap investasi besar pada teknologi AI meningkatkan ketidakpastian pasar. Investor menilai bahwa AI berpotensi mengganggu pasar tenaga kerja dalam jangka pendek, meskipun manfaat jangka panjang tetap signifikan bagi produktivitas ekonomi.
Kebijakan The Fed dan Dampaknya ke Dolar
Komentar pejabat bank sentral memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat. Gubernur Michael Barr dari Federal Reserve menyatakan bahwa AI dapat menyebabkan gangguan serius pada pasar tenaga kerja dalam jangka pendek, meskipun manfaat jangka panjang tetap positif.
Barr juga menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga kemungkinan tidak terjadi dalam waktu dekat karena risiko inflasi masih tinggi. Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, menambahkan bahwa kebijakan moneter yang sedikit restriktif tetap diperlukan untuk memastikan inflasi kembali ke target.
Ekspektasi kebijakan ini membantu menopang dolar AS. Indeks dolar naik ke 97,14, mencerminkan permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Perundingan Nuklir AS-Iran Tekan Minyak dan Emas
Perkembangan perundingan nuklir AS-Iran memberikan tekanan signifikan pada harga minyak dan emas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa diskusi dengan Amerika Serikat telah mencapai kesepahaman awal terkait prinsip negosiasi.
Kemajuan diplomatik ini meningkatkan ekspektasi bahwa pasokan minyak global dapat meningkat. Harga minyak mentah AS turun 0,89% ke $62,33 per barel, sementara Brent melemah 1,79% ke $67,42 per barel.
Harga emas juga turun tajam akibat berkurangnya permintaan aset safe haven. Emas spot merosot 2,21% ke $4.882,47 per ounce, mengikuti penguatan dolar AS.
Saham Eropa dan Asia Bergerak Variatif
Pasar saham Eropa mencatat kenaikan yang didorong oleh sektor keuangan dan kesehatan. Indeks STOXX 600 naik 0,45%, mencerminkan optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi kawasan.
Secara global, indeks yang dilacak oleh MSCI menguat tipis 0,09%. Namun, pergerakan di Asia menunjukkan hasil beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,42%, sementara saham Asia-Pasifik di luar Jepang mencatat kenaikan moderat.
Imbal Hasil Obligasi dan Kripto Berfluktuasi
Imbal hasil obligasi AS bergerak variatif karena investor mengevaluasi arah kebijakan moneter. Yield obligasi 10-tahun naik ke 4,06%, mencerminkan ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi lebih lama.
Di pasar kripto, bitcoin turun 1,63% ke $67.723,79, sementara Ethereum melemah 0,22% ke $1.994,49. Penurunan ini mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian global.
Prospek Harga Emas Rabu | 18 Februari 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 4.934 hingga 4.971 dan kini bergerak di bawah SMA 50 yang mulai menurun. Struktur lower high mengindikasikan melemahnya momentum bullish dan meningkatnya dominasi penjual.
Saat ini, area 4.843 menjadi support kunci. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 4.762 hingga 4.655. Namun, jika support tersebut bertahan, harga masih berpeluang rebound terbatas ke area 4.934–4.971, meskipun bias jangka pendek tetap cenderung bearish selama harga berada di bawah resistance tersebut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.934 R2 4.971 R3 5.000
S1 4.823 S2 4.762 S3 4.655
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.800 |
| Profit Target Level | 4.860 |
| Stop Loss Level | 4.760 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.934 |
| Profit Target Level | 4.850 |
| Stop Loss Level | 4.975 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 18 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 62,83 dan kini bergerak di bawah SMA 50 yang mulai melandai. Kondisi ini mencerminkan melemahnya momentum bullish dan meningkatnya dominasi penjual dalam jangka pendek.
Saat ini, harga mendekati support 61,69 yang menjadi level kunci. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 61,08 hingga 60,62. Namun, jika support mampu bertahan, harga masih berpeluang mengalami rebound terbatas ke area 62,83 hingga 63,61, meskipun bias jangka pendek tetap cenderung bearish selama harga bergerak di bawah area resistance tersebut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 62,83 R2 63,61 R3 64,44
S1 61,69 S2 61,08 S3 60,62
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 61,10 |
| Profit Target Level | 62,00 |
| Stop Loss Level | 60,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 62,83 |
| Profit Target Level | 61,70 |
| Stop Loss Level | 63,65 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
