Market Summary
Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup menguat pada hari Rabu, didorong oleh meredanya kekhawatiran investor terhadap kemungkinan pemecatan Ketua The Fed, Jerome Powell, oleh Presiden Donald Trump. Sebelumnya, pasar sempat bergejolak ketika laporan menyebutkan Trump berencana mengganti Powell, menyebabkan dollar melemah tajam dan harga emas melonjak. Namun, Trump kemudian membantah laporan tersebut dan menyatakan bahwa dirinya “sangat kecil kemungkinannya” untuk memecat Powell, sehingga membantu menstabilkan sentimen pasar.
Meski demikian, Trump mengakui bahwa dirinya telah berbicara dengan beberapa anggota parlemen Partai Republik mengenai kemungkinan tersebut, serta kembali melontarkan kritik tajam terhadap Powell yang dinilai terlalu lamban dalam memangkas suku bunga.
Kekhawatiran Terhadap Independensi The Fed Bayangi Pasar
Kritik Trump terhadap Powell kembali memunculkan kekhawatiran investor terkait independensi bank sentral. Kekhawatiran ini semakin besar mengingat masa jabatan Powell masih berlaku hingga Mei 2026. Pasar menganggap langkah semacam itu dapat mengguncang kepercayaan terhadap sistem moneter AS dan menimbulkan ketidakpastian kebijakan suku bunga ke depan.
Meski proses penggantian Powell tidak mudah, sentimen pasar tetap rapuh. Investor juga tengah bersiap menghadapi musim laporan keuangan, di mana ekspektasi terhadap kinerja bank-bank besar dinilai hanya “cukup baik”, namun belum menggembirakan.
Outlook Suram Industri Semikonduktor dan Dampak Tarif AS
Sementara itu, prospek suram yang disampaikan oleh perusahaan asal Belanda, ASML, turut menambah kekhawatiran pasar, terutama dalam sektor semikonduktor. Pelanggan utama ASML masih menunda pembelian besar karena ketidakpastian mengenai kebijakan tarif dari pemerintah AS. Hal ini menandakan bahwa sektor teknologi, khususnya industri chip, mungkin menghadapi tekanan tambahan dalam waktu dekat.
Di sisi data ekonomi, indeks harga produsen (PPI) AS untuk bulan Juni tercatat tidak berubah, mengindikasikan bahwa dampak inflasi dari kenaikan harga barang akibat tarif impor berhasil diimbangi oleh pelemahan harga jasa. Hal ini mengikuti laporan CPI sehari sebelumnya yang menunjukkan peningkatan harga pada beberapa jenis barang konsumsi.
Indeks Saham Global dan Kinerja Pasar Eropa
Di Wall Street, indeks Dow Jones naik 0,53% menjadi 44.254,78, S&P 500 menguat 0,32% ke level 6.263,70, dan Nasdaq bertambah 0,26% ke 20.730,49. Sementara itu, MSCI World Index naik tipis 0,09% menjadi 921,11. Di Eropa, indeks STOXX 600 justru melemah 0,57% akibat tekanan dari sektor chip.
Dollar Melemah, Poundsterling dan Euro Menguat
Dollar AS melemah 0,3% terhadap sekeranjang mata uang utama, dengan indeks dollar ditutup di 98,29. Euro menguat 0,34% menjadi $1,1639, sedangkan yen Jepang menguat terhadap dollar hingga 0,71% ke level 147,81. Poundsterling juga mengalami penguatan sebesar 0,28% ke $1,3416 setelah inflasi tahunan Inggris secara tak terduga naik ke level tertinggi dalam lebih dari setahun.
Sejumlah pelaku pasar mengingatkan bahwa stabilitas nilai tukar dollar sangat tergantung pada independensi Federal Reserve, dan setiap upaya melemahkan lembaga ini bisa berdampak buruk terhadap kepercayaan global terhadap dollar.
Imbal Hasil Obligasi AS Turun di Tengah Ketidakpastian
Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman. Yield obligasi tenor 10 tahun turun 3,6 basis poin menjadi 4,453%, sementara yield obligasi 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed, turun 6,7 basis poin menjadi 3,892%. Pelaku pasar menilai ketidakpastian terhadap posisi Powell dan data inflasi terbaru belum cukup meyakinkan untuk mendorong pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Harga Minyak dan Emas Bergerak Turun
Harga minyak WTI turun tipis 0,21% menjadi $66,38 per barel, sementara Brent melemah 0,28% ke $68,52 per barel. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global meskipun ada tanda-tanda permintaan mulai pulih.
Sementara itu, harga emas spot sempat naik hingga 1,6% di tengah ketegangan politik, namun memangkas kenaikan tersebut setelah Trump membantah kabar pemecatan Powell. Harga emas ditutup naik 0,78% di level $3.348,20 per ons.
Prospek harga Emas Kamis | 17 Juli 2025
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish jangka pendek dengan terbentuknya higher low yang ditopang oleh trendline naik berwarna biru. Harga saat ini juga bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum beli yang mulai menguat. Level resistance terdekat berada di 3.359, dan jika mampu ditembus, potensi kenaikan menuju 3.375 dan 3.395 terbuka lebar.
Sebaliknya, support penting berada di kisaran 3.340 dan 3.320; jika ditembus ke bawah, bisa memicu tekanan jual lanjutan. Indikator RSI berada di sekitar level 54 dan membentuk pola rising channel, yang mendukung potensi kelanjutan tren naik selama harga tetap bertahan di atas trendline dan SMA 50.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.359 R2 3.375 R3 3.395
S1 3.340 S2 3.320 S3 3.307
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.340 |
| Profit Target Level | 3.370 |
| Stop Loss Level | 3.320 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.375 |
| Profit Target Level | 3.343 |
| Stop Loss Level | 3.395 |
Prospek harga US Oil Kamis| 17 Juli 2025
Pergerakan US Oil (WTI) pada time frame H4 menunjukkan tekanan bearish. Harga telah menembus trendline naik (biru) dan kini bergerak di bawah garis SMA 50. Ini menandakan perubahan momentum ke arah turun. Tekanan jual juga terlihat dari indikator RSI yang berada di bawah level 40. Posisi ini mendekati area oversold dan menunjukkan dominasi penjual.
Jika harga gagal bertahan di atas support 66,25, maka potensi penurunan ke level 65,34 dan 64,18 semakin terbuka. Sebaliknya, jika terjadi rebound, maka resistance di 67,69 dan 68,39 akan menjadi area kunci. Zona ini perlu ditembus untuk membuka peluang kembalinya tren naik.
US Oil INTRADAY AREA
R1 67,69 R2 68,39 R3 69,63
S1 66,25 S2 65,34 S3 64,18
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 66,25 |
| Profit Target Level | 67,50 |
| Stop Loss Level | 65,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,60 |
| Profit Target Level | 66,30 |
| Stop Loss Level | 68,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Menurut analisis Trading Central, pergerakan USD/JPY masih menunjukkan kecenderungan bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 148.25. Selama harga bertahan di atas level 148.25, potensi kenaikan masih terbuka. Arah selanjutnya mengincar area resistance di kisaran 149.60 hingga 150.30.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah harga gagal menembus area resistance di kisaran 3.359–3.375. Saat ini, harga juga telah menembus ke bawah SMA 50, yang mengindikasikan tekanan bearish mulai menguat. Indikator RSI berada di sekitar level 43, mencerminkan momentum yang lemah dan belum mencapai wilayah oversold, sehingga masih membuka peluang untuk penurunan lanjutan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai melemah setelah harga menembus ke bawah garis trendline naik dan SMA 50, yang mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren bearish. Penurunan ini juga didukung oleh posisi RSI yang berada di sekitar level 44, menunjukkan momentum lemah dan membuka ruang untuk kelanjutan tekanan jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpeluang bullish pada time frame H4. Level pivot berada di kisaran 3.341. Selama harga bertahan di atas level ini, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance 3.375 hingga 3.395.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat harga saat ini berada di area konsolidasi setelah sempat menguat mendekati level resistance 3.375. SMA 50 menunjukkan harga sedang bergerak di atasnya, menandakan potensi bullish jangka pendek masih terbuka. Namun, harga juga sedang menguji area support dinamis tersebut, dan tampak terjadi tekanan jual dalam beberapa candle terakhir.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga sedang menguji area support penting. Level ini berada di sekitar garis tren naik dan Moving Average merah. Sebelumnya, harga sempat menguat ke atas 68,91 namun mengalami penolakan tajam. Kini, harga menembus ke bawah garis tren naik. Ini mengindikasikan potensi perubahan arah tren jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di kisaran 1.1700. Selama harga bergerak di bawah level ini, potensi penurunan diperkirakan akan berlanjut dengan target menuju area support 1.1660 hingga 1.1620.
Pergerakan emas pada time frame time H4 terlihat harga saat ini sedang berada dalam tren naik jangka pendek setelah berhasil menembus resistance di sekitar level 3.366. Level tersebut kini berpotensi menjadi support baru jika harga melakukan pullback. Pergerakan harga juga berada di atas garis SMA 50, yang menambah indikasi bias bullish. Jika momentum berlanjut, target kenaikan berikutnya adalah ke area resistance di 3.396 dan selanjutnya ke 3.418.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga berhasil rebound dari garis tren naik (uptrend line) dan berhasil menembus kembali ke atas level SMA 50, mengindikasikan potensi kelanjutan tren bullish dalam jangka pendek. Jika harga mampu bertahan di atas level support 67,.69, maka potensi kenaikan berikutnya mengarah ke resistance di 68,91, dengan target lanjutan di 70,00 dan 71,32.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/CAD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot utama berada di 1.3670. Selama harga tetap bergerak di atas level ini, potensi kenaikan diperkirakan masih berlanjut. Target selanjutnya berada di area resistance 1.3730 hingga 1.3770.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga saat ini masih bergerak di bawah garis tren menurun yang terbentuk dari serangkaian puncak harga sebelumnya, menunjukkan bahwa tekanan jual jangka menengah masih dominan. Harga saat ini sedikit di bawah rata-rata SMA 50, yang kini berperan sebagai resistensi dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihaat harga saat ini sedang menguji garis tren naik (ascending trendline) yang telah terbentuk sejak akhir April 2025, sekaligus berada di area penyangga dinamis yang berdekatan dengan SMA 50. Selama harga mampu bertahan di atas garis tren dan tidak menembus support di kisaran 66,17, struktur uptrend jangka menengah masih terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di kisaran 3.308. Selama harga tetap bergerak di atas level ini, tren naik berpotensi berlanjut untuk menguji area resistance berikutnya di 3.336–3.355.
