Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Dollar Australia (AUD) menguat tipis pada hari Selasa setelah keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) untuk mempertahankan suku bunga acuan di 4,1% dalam pertemuan April. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar setelah pemangkasan suku bunga pertama dalam lebih dari empat tahun pada Februari lalu. RBA menyatakan bahwa kebijakan moneter saat ini cukup fleksibel untuk merespons perkembangan global jika diperlukan, terutama terkait dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi di Australia.
Meskipun RBA menunjukkan kepercayaan bahwa inflasi bergerak menuju target 2–3%, bank sentral tetap berhati-hati dalam mengambil langkah selanjutnya. Ketidakpastian ekonomi global, terutama akibat kebijakan tarif AS, menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar. RBA menyoroti bahwa pengumuman tarif terbaru dari AS telah memberikan dampak terhadap kepercayaan global, dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi tantangan yang signifikan.
Dari sisi eksternal, keputusan tarif yang akan diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu mendatang membuat pasar tetap waspada. Trump menyatakan bahwa hampir semua negara akan terkena tarif baru, meskipun rincian spesifik belum diungkapkan. Spekulasi mengenai potensi tarif sebesar 25% terhadap sektor makanan dan farmasi semakin memperburuk ketidakpastian, meskipun beberapa pengecualian kemungkinan diberikan untuk Kanada dan Meksiko.
Data ekonomi terbaru dari China, mitra dagang utama Australia, menunjukkan sedikit perbaikan. Indeks PMI Manufaktur Caixin naik ke 51,2 pada Maret dari 50,8 di Februari, mengalahkan ekspektasi pasar di 51,1. Begitu pula dengan PMI Manufaktur dan Non-Manufaktur resmi China yang mengalami peningkatan, menunjukkan adanya pemulihan dalam aktivitas ekonomi. Namun, dampak positif dari data ini terhadap AUD masih terbatas, mengingat risiko global yang masih tinggi.
Dari sisi data domestik, penjualan ritel Australia naik 0,2% pada Februari, lebih rendah dari ekspektasi 0,3% dan turun dari kenaikan 0,3% di Januari. Hal ini mengindikasikan adanya perlambatan dalam konsumsi rumah tangga, yang dapat menjadi pertimbangan bagi RBA dalam kebijakan moneter ke depan.
Pergerakan AUD/USD masih terpengaruh oleh faktor fundamental global. Meski dollar Australia mengalami sedikit kenaikan setelah keputusan RBA, ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed akan terus membentuk dinamika pasangan mata uang ini dalam jangka pendek.
Para pelaku pasar kini mengantisipasi data ISM Manufacturing PMI AS untuk Maret dan JOLTS Job Openings, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai dampak kebijakan perdagangan terhadap ekonomi AS dan pergerakan AUD/USD.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan AUD/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.6270. Selama harga tetap berada di bawah level ini, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 0.6230–0.6200.
Namun, jika harga berhasil menembus di atas 0.6270, skenario alternatif mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut menuju level resistance di 0.6290–0.6300.
Resistance 1: 0.6270, Resistance 2: 0.6290, Resistance 3: 0.6300
Support1: 0.6230, Support 2: 0.6215, Support 3: 0.6200
Pada time frame H4, harga emas menunjukkan tren naik yang kuat dengan posisi harga saat ini berada di atas garis pivot (PP) di 3.109,45 dan di atas SMA 50, yang mengindikasikan momentum bullish yang solid. Harga saat ini mendekati resistance pertama (R1) di 3.142,31, dengan RSI berada di 78.39, yang menandakan kondisi overbought dan potensi koreksi dalam jangka pendek.
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih berpotensi bergerak bearish dengan level pivot di 149.60. Selama harga bertahan di bawah level ini, potensi pelemahan lebih lanjut dapat menguji area support di kisaran 148.15–147.40.
Pada time frame H4, pergerakan US Oil menunjukkan upaya untuk mempertahankan momentum bullish, dengan harga yang kini berada di atas level support utama di 69.18. Tren positif jangka menengah didukung oleh SMA 50 yang mengarah ke atas, sementara RSI berada di level 55.36, menandakan masih adanya ruang untuk kenaikan lebih lanjut sebelum memasuki kondisi overbought.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga emas saat ini berada di atas pivot point 3044,43, menunjukkan momentum bullish yang dominan. Resistance pertama (R1) di 3071,49 menjadi target kenaikan terdekat, diikuti oleh R2 di 3086,71 jika dorongan beli terus berlanjut. Di sisi lain, support pertama (S1) di 3029,21 menjadi area penahan jika terjadi koreksi harga.
Pergerakan US oil pada timeframe H4 terlihat bahwa harga saat ini berada di sekitar level 70,18 yang berfungsi sebagai resistance minor. Jika harga berhasil menembus level tersebut, target kenaikan berikutnya berada di area resistance 70,61 dan kemudian 71,22. Namun, jika terjadi penolakan pada level resistance ini, potensi koreksi ke bawah dapat membawa harga menuju support di 69,18 atau lebih dalam ke 68,62.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.2890. Selama harga tetap berada di atas level tersebut, potensi kenaikan akan berfokus pada pengujian resistance di kisaran 1.2945-1.2985.
Pergerakan emas di time frame H4 yang terlihat bahwa harga saat ini bergerak sideways di area konsolidasi yang ditandai dengan kotak kuning. Support terdekat berada di level 2.999, dengan support lebih kuat di 2.982 dan 2.956 sebagai level kunci jika tekanan jual meningkat. Resistance terdekat berada di 3.033, diikuti oleh level resistance berikutnya di 3.047 dan 3.057.
Pergerakan US Oil di time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini berada di dekat resistance 70,18 setelah mengalami kenaikan. Resistance berikutnya berada di 71,22, sementara support terdekat berada di 69,18, diikuti oleh 68,62 dan 68,13 sebagai level kunci jika terjadi tekanan jual.


