Sell America Kembali Tekan Pasar Global
Sell America kembali menjadi tema utama pasar keuangan global setelah saham di Wall Street, Eropa, dan Asia mengalami tekanan serentak. Aksi jual terjadi menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik yang dipicu oleh ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk kembali memanaskan perang dagang dengan Eropa. Pernyataan Trump terkait rencana kenaikan tarif terhadap sejumlah negara Uni Eropa memicu pergeseran sentimen investor ke arah penghindaran risiko.
Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menaikkan tarif impor terhadap Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Swedia, Belanda, Inggris, dan Norwegia hingga Washington diizinkan membeli Greenland. Ia juga menegaskan sikapnya yang kini tidak lagi berfokus sepenuhnya pada perdamaian global, sebuah pernyataan yang langsung mengguncang pasar keuangan.
Respons Eropa dan Ancaman Balasan Tarif
Ketegangan tersebut mendorong para pemimpin Uni Eropa menggelar pertemuan darurat di Brussel pada Kamis. Dalam agenda tersebut, Uni Eropa akan membahas kemungkinan penerapan tarif balasan senilai 93 miliar euro terhadap produk impor asal Amerika Serikat. Langkah ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik dagang lintas Atlantik.
Ancaman tarif juga meluas ke sektor minuman beralkohol. Trump mengancam akan mengenakan tarif hingga 200% terhadap anggur dan champagne asal Prancis sebagai tekanan politik terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron agar mendukung inisiatif Board of Peace yang diusung Washington.
Wall Street dan Pasar Global Tertekan
Di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average turun 1,76%, S&P 500 melemah 2,06%, dan Nasdaq Composite anjlok 2,39%. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak Oktober. Indeks volatilitas VIX melonjak ke level tertinggi delapan pekan, mencerminkan meningkatnya kecemasan investor.
Di Eropa, indeks STOXX 600 kembali melemah, sementara FTSE 100 Inggris turut tertekan. Tekanan juga menjalar ke Asia, dengan indeks Nikkei Jepang turun lebih dari 1%. Pasar obligasi Jepang bergejolak setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan rencana pemilu dadakan, yang memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke rekor tertinggi.
Pergerakan Mata Uang dan Obligasi
Di pasar valuta asing, euro menguat terhadap dolar AS dan menyentuh level tertinggi sejak awal Januari. Yen Jepang juga mencatat penguatan tipis, sementara indeks dolar melemah untuk hari kedua berturut-turut. Pergerakan ini menunjukkan pelemahan daya tarik dolar di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat naik tajam, dengan yield obligasi tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak September. Kenaikan ini mencerminkan penyesuaian pasar terhadap perkembangan geopolitik yang terjadi selama akhir pekan, mengingat pasar AS sempat tutup karena hari libur.
Emas Cetak Rekor, Minyak Ikut Menguat
Di tengah tekanan pasar saham, Sell America mendorong arus dana ke aset lindung nilai. Harga emas melonjak dan mencetak rekor baru di atas USD 4.700 per troy ounce, menegaskan perannya sebagai aset aman saat ketidakpastian meningkat. Sebaliknya, perak terkoreksi tipis setelah sebelumnya juga mencatat rekor harga.
Harga minyak bergerak naik seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Brent dan WTI sama-sama mencatat kenaikan lebih dari 1%, didukung kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi di tengah dinamika politik internasional.
Prospek Pasar ke Depan
Meskipun tekanan pasar cukup tajam, pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent memberikan sedikit penenang. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Eropa akan menemukan solusi atas sengketa Greenland, serta menepis kekhawatiran berlebihan terkait perang dagang.
Namun, selama isu geopolitik dan ancaman tarif tetap mendominasi sentimen, Sell America berpotensi terus membayangi pergerakan pasar global dalam jangka pendek. Investor cenderung tetap berhati-hati dan fokus pada aset aman sambil menunggu kejelasan arah kebijakan politik dan perdagangan internasional.
Prospek Harga Emas Rabu | 21 Januari 2026
Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren bullish yang solid setelah harga menembus area pivot point di 4.728 dan melanjutkan penguatan menuju R1 di 4.797. Struktur harga tetap membentuk higher high dan higher low, sementara pergerakan harga konsisten bertahan di atas SMA 50, menegaskan dominasi buyer.
RSI berada di area overbought di sekitar 77, mencerminkan momentum kenaikan yang kuat meski membuka ruang koreksi teknikal terbatas. Selama harga mampu bertahan di atas area support pivot 4.728 dan support di 4.691, peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka dengan target berikutnya mengarah ke R2 di 4.835 dan R3 di 4.904.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.797 R2 4.835 R3 4.904
S1 4.691 S2 4.621 S3 4.584
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.730 |
| Profit Target Level | 4.780 |
| Stop Loss Level | 4.690 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.795 |
| Profit Target Level | 4.760 |
| Stop Loss Level | 4.835 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 21 Januari 2025
Pada timeframe H4, US Oil menunjukkan upaya pemulihan setelah harga bertahan di atas area support 59,13 dan bergerak naik mengikuti SMA 50 yang mulai menanjak. Pergerakan harga saat ini berada tepat di bawah area resistance 59,94 hingga 60,56, sehingga kenaikan masih memerlukan konfirmasi penembusan yang solid. RSI berada di kisaran 52, menandakan momentum mulai menguat namun belum masuk zona jenuh beli.
Selama harga mampu bertahan di atas 59,13, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target mengarah ke 60,56 hingga 61,19, sementara kegagalan bertahan di atas support berisiko memicu koreksi kembali ke area 58,45 hingga 57,85.
US Oil INTRADAY AREA
R1 59,94 R2 60,56 R3 61,19
S1 59,13 S2 58,45 S3 57,85
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,32 |
| Profit Target Level | 60,30 |
| Stop Loss Level | 59,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 60,50 |
| Profit Target Level | 59,50 |
| Stop Loss Level | 60,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!

Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga serta harga yang bergerak stabil di atas garis tren naik dan SMA 50. Penembusan resistance 4.640 yang diikuti pembukaan gap up di area 4.592 menjadi sinyal kelanjutan tren bullish, sekaligus menegaskan bahwa tekanan beli masih mendominasi. Area 4.592 hingga 4.550 kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sementara selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan lanjutan tetap terbuka menuju resistance 4.700, kemudian 4.760 hingga 4.800.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih bergerak sideways dengan bias pemulihan setelah harga mampu bertahan di atas support kuat 58,45 dan tetap berada di atas SMA 50. Selama area 58,45 tidak ditembus, peluang rebound masih terbuka dengan resistance terdekat di 59,94, yang jika berhasil dilewati dapat mendorong kenaikan menuju 60,56 hingga 61,19.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1600. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 1.1640. Jika harga mampu menembus area ini, kenaikan lanjutan berpeluang mengarah ke resistance berikutnya di kisaran 1.1660–1.1675.
Pada timeframe H4, harga emas masih berada dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus resistance 4.640 dan bergerak di atas SMA 50, yang menegaskan dominasi buyer. Pembukaan gap up di area 4.592 menjadi sinyal lanjutan momentum bullish, dengan zona 4.592–4.640 kini berperan sebagai support penting selama harga tidak kembali menutup gap tersebut.
Pada pembukaan pasar, harga US Oil dibuka gap down di 58,74 dari penutupan sebelumnya di 59,21 dan sempat menembus support 58,69. Tekanan jual tidak berlanjut karena harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, sehingga pergerakan selanjutnya hampir menutup gap yang terbentuk. Selama harga bertahan di atas support 58,69, peluang pemulihan tetap terbuka dengan potensi kenaikan menuju resistance 59,88, kemudian 60,56.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish. Level pivot berada di area 92,50. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan tetap terbuka. Area support berikutnya berada di kisaran 89,40 hingga 86,30.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam struktur tren naik yang jelas setelah bergerak konsisten di atas garis trendline bullish jangka menengah dan SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Kenaikan kuat sebelumnya membawa harga menembus area 4.500 dan bergerak ke zona 4.600, namun setelah itu pergerakan mulai melambat dan membentuk fase konsolidasi di kisaran 4.550–4.640, yang menandakan pasar sedang melakukan penyesuaian momentum.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan perubahan struktur pasar setelah reli tajam dari area 56,73 yang membawa harga menembus SMA 50 dan resistance 58,44 hingga mencapai puncak di sekitar 62,18. Namun, kenaikan tersebut diikuti koreksi cepat yang menekan harga kembali ke area 58,6–59,0, menandakan munculnya aksi ambil untung setelah pergerakan naik yang terlalu agresif.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 1.3455. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 1.3415 hingga 1.3370.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish karena harga bergerak stabil di atas garis uptrend dan SMA 50, namun momentum kenaikan mulai melambat. Harga membentuk higher high di area 4.640–4.650, sementara RSI justru mencatat lower high, sehingga mengonfirmasi terbentuknya bearish divergence yang memberi sinyal potensi koreksi jangka pendek.
Saat ini US Oil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak stabil di atas SMA 50 di kisaran 58,47. Kondisi ini mengonfirmasi perubahan struktur pasar ke arah bullish. Harga kemudian reli hingga menembus area 62,00, sebelum terkoreksi tajam dan membentuk long black candlestick yang menandakan kembalinya tekanan jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 4.595. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 4.655, kemudian 4.675, hingga 4.695.
