Market Summary
Peluang Trading USD/CAD terbuka ketika pasangan ini bergerak melemah dan mendekati area terendah lima bulan di kisaran 1.3660. Tekanan pada USD/CAD muncul seiring menguatnya Dolar Kanada yang mendapat dukungan langsung dari kenaikan harga minyak. Sebagai negara pengekspor minyak mentah terbesar ke Amerika Serikat, Kanada sangat sensitif terhadap pergerakan harga energi, sehingga penguatan minyak cenderung memperkuat CAD dan menekan pasangan ini.
Kondisi tersebut membuat USD/CAD bergerak terbatas dan cenderung tertekan, meskipun volatilitas pasar relatif rendah akibat likuiditas yang menipis menjelang libur akhir tahun. Pelaku pasar lebih selektif dalam mengambil posisi dan fokus pada faktor fundamental utama.
Harga Minyak dan Ketegangan Geopolitik
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali menguat ke area USD 57 per barel setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk eskalasi konflik dan kekhawatiran gangguan pasokan global. Situasi tersebut mendorong pelaku pasar untuk mengantisipasi risiko suplai, sehingga permintaan minyak tetap terjaga.
Penguatan harga minyak memberikan sentimen positif yang konsisten bagi Dolar Kanada. Selama harga minyak bertahan di level tinggi, CAD berpotensi mempertahankan kinerjanya dan menjaga tekanan pada USD/CAD.
Tekanan Dolar AS dari Kebijakan The Fed
Dari sisi Amerika Serikat, Dolar AS bergerak hati-hati karena pasar masih memproyeksikan kebijakan moneter yang lebih longgar pada 2026. Federal Reserve telah memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang 2025 untuk merespons perlambatan pasar tenaga kerja. Saat ini, pasar menilai peluang penahanan suku bunga pada pertemuan Januari cukup besar, namun ekspektasi pemangkasan lanjutan tetap membatasi ruang penguatan USD.
Pelaku pasar juga menantikan rilis risalah FOMC sebagai petunjuk tambahan terkait arah kebijakan moneter ke depan. Selama ekspektasi suku bunga tetap dovish, dolar AS berpotensi bergerak terbatas terhadap mata uang utama, termasuk Dolar Kanada.
Bank of Canada dan Daya Tahan CAD
Berbeda dengan The Fed, Bank of Canada cenderung mempertahankan sikap kebijakan yang stabil. Inflasi Kanada masih berada sedikit di atas target 2% dalam beberapa bulan terakhir, sehingga ruang pemangkasan suku bunga dinilai terbatas dalam waktu dekat. Sikap ini membuat CAD relatif lebih kuat dibandingkan USD, terutama di tengah pasar global yang minim katalis besar.
Kombinasi stabilnya kebijakan moneter Kanada dan dukungan harga minyak menciptakan fundamental yang solid bagi Dolar Kanada dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading USD/CAD pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot di 1.3665. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 1.3705 hingga 1.3745.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa jika USD/CAD bergerak turun dan menembus di bawah 1.3665, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga harga dapat melanjutkan penurunan menuju area support 1.3650 hingga 1.3635.
Resistance 1: 1.3705 Resistance 2: 1.3725 Resistance 3: 1.3745
Support1: 3665 Support 2: 1.3650 Support 3: 1.3635
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih berada dalam tren naik, terlihat dari harga yang konsisten bergerak di atas SMA 50 dan membentuk struktur higher high. Namun, RSI menunjukkan sinyal bearish divergence, di mana harga mencetak puncak yang lebih tinggi sementara RSI justru melemah dari area overbought, sehingga mengindikasikan berkurangnya momentum kenaikan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari harga yang tetap bergerak di bawah SMA 50 serta tertahan oleh garis tren turun jangka menengah. Kenaikan terakhir gagal bertahan di atas area resistance 58.12 hingga 58.74, sehingga memicu tekanan jual lanjutan dan membuka kembali peluang penurunan.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bullish, terlihat dari harga yang bertahan di atas SMA 50 dan struktur higher high yang tetap terjaga. Setelah reli kuat, harga saat ini mengalami konsolidasi di atas area support 4.448–4.429, yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance, sehingga area tersebut menjadi penopang kenaikan jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pemulihan yang lebih solid setelah harga berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 (garis merah) di kisaran 56,83, yang sebelumnya menjadi resistance kunci. Kenaikan berlanjut dengan penembusan resistance 58,12, sehingga area tersebut kini beralih fungsi menjadi support terdekat. Selama harga mampu bertahan di atas 58,12, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 59,02 hingga 59,62, yang juga berdekatan dengan garis downtrend jangka menengah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan WTI pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 58,10. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 58,95. Jika harga mampu menembus level ini, potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke resistance berikutnya di kisaran 59,40 hingga 60,15.
Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik, namun saat ini terlihat tertahan di area resistance 4.500 yang menjadi hambatan kuat dalam kelanjutan penguatan. Kondisi RSI yang sudah berada di area overbought mengindikasikan momentum bullish mulai jenuh, sehingga selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas 4.500, terdapat potensi koreksi jangka pendek menuju area support 4.443–4.450.
Pada timeframe H4, harga US Oil terlihat melanjutkan fase pemulihan setelah berhasil bergerak dan bertahan di atas SMA 50 di kisaran 56,83, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini telah beralih fungsi menjadi support. Harga juga mampu menembus resistance 58,12, sehingga area tersebut menjadi support terdekat yang menjaga struktur kenaikan jangka pendek. Dengan kondisi ini, potensi penguatan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 59,02, kemudian resistance pada garis downtrend jangka menengah di sekitar 59,62.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan perak pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 68,60. Selama harga bertahan di atas area ini, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji zona resistance di kisaran 70,60 hingga 72,00.
Harga emas pada timeframe H4 terlihat melanjutkan tren bullish setelah menembus area pivot point di sekitar 4.412 dan bergerak mendekati resistance R1 di kisaran 4.485, dengan posisi harga yang masih bertahan di atas SMA 50 menandakan momentum kenaikan tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat melanjutkan fase pemulihan setelah berhasil menembus resistance 56,83 yang juga bertepatan dengan area SMA 50 dan kini beralih fungsi menjadi support. Setelah penembusan tersebut, harga melanjutkan kenaikan namun masih tertahan di area resistance 58,12, sehingga pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus level tersebut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 4.375. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.430. Jika level ini berhasil ditembus, potensi penguatan dapat berlanjut untuk menguji area resistance selanjutnya di kisaran 4.460–4.500.
Pada grafik H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari harga yang bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang terus mengarah ke atas. Setelah menembus area resistance 4.285–4.306 yang kini berfungsi sebagai support, harga cenderung bergerak konsolidatif di kisaran 4.330–4.356.
Pada grafik H4, US Oil masih berada dalam fase downtrend jangka pendek setelah harga turun tajam dan membentuk low di area 54,87. Rebound yang terjadi saat ini terlihat sebagai pergerakan korektif, dengan harga sedang menguji area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 56,83. Selama harga masih tertahan di bawah 56,83, tekanan bearish masih dominan dan membuka peluang penurunan kembali menuju support 55,60 hingga 54,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai bahwa pasangan EUR/JPY masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 182,39. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance di 183,40 kini telah berhasil ditembus, yang sekaligus mengonfirmasi kelanjutan tren bullish. Dengan demikian, target kenaikan selanjutnya berada di area 183,65 hingga 183,91.
