Yen Jepang Bergejolak di Tengah Spekulasi Intervensi
Yen Jepang bergerak volatil pada perdagangan Jumat setelah dua lonjakan tajam memicu spekulasi adanya pemeriksaan suku bunga oleh otoritas Jepang. Nilai tukar yen terakhir menguat di kisaran 155,855 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga mendekati 159,2 per dolar, level terlemah dalam 18 bulan.
Pergerakan tajam yen Jepang tersebut muncul usai Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya. Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menegaskan bahwa bank sentral tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Meski tidak ada konfirmasi intervensi langsung, pasar menilai otoritas Jepang mengirim sinyal kesiapan masuk ke pasar melalui pemeriksaan harga dengan perbankan.
Tekanan terhadap yen jepang terus berlanjut sejak Sanae Takaichi menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada Oktober lalu. Kekhawatiran fiskal meningkat setelah pemerintah mengumumkan rencana pemotongan pajak dan pemilu cepat pada Februari, yang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke level tertinggi sepanjang sejarah sebelum akhirnya sedikit mereda.
Dolar AS Melemah dan Sentimen ‘Sell America’ Muncul Kembali
Di pasar global, dolar AS mencatat pelemahan mingguan terdalam sejak Juni. Indeks dolar turun ke area 97,5, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan arus keluar dari aset AS. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat memperoleh akses ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO, sekaligus meredakan ancaman tarif terhadap Eropa.
Namun, tekanan terhadap aset AS tetap terasa setelah ketegangan geopolitik memicu kembali narasi ‘Sell America’. Euro menguat ke sekitar $1,181 dan mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%, sementara pound sterling bertahan di dekat $1,362 meski data penjualan ritel Inggris menunjukkan kenaikan yang tak terduga.
Pasar Saham AS Beragam, Sektor Teknologi Tertekan
Wall Street ditutup bervariasi pada Jumat. Indeks S&P 500 naik tipis, Nasdaq mencatat kenaikan moderat, sementara Dow Jones melemah akibat tekanan di sektor keuangan dan utilitas. Saham teknologi besar bergerak tidak seragam, dengan sebagian emiten semikonduktor tertekan oleh proyeksi kinerja yang lebih lemah.
Data ekonomi AS memberikan sinyal campuran. Sentimen konsumen meningkat ke level tertinggi dalam beberapa bulan, namun aktivitas bisnis menunjukkan perlambatan ringan di sektor jasa dan manufaktur.
Emas Cetak Rekor Baru di Tengah Pelemahan Dolar
Harga emas melonjak lebih dari 1% dan mencetak rekor tertinggi baru di area $4.988 per troy ounce. Kenaikan ini terjadi karena pelemahan tajam dolar AS mengalahkan sentimen risk-on di pasar keuangan. Indeks dolar turun ke level terendah sejak Oktober 2025, sementara imbal hasil obligasi AS relatif stabil.
Optimisme konsumen di Amerika Serikat belum cukup menahan minat investor terhadap aset lindung nilai, terutama di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada 2026 yang tetap terjaga.
Harga Minyak Menguat Didukung Risiko Geopolitik
Minyak mentah WTI naik lebih dari 2% ke sekitar $60,8 per barel dan mencatat kenaikan untuk pekan kelima berturut-turut. Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran, memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah.
Risiko pasokan juga meningkat akibat gangguan produksi di Kazakhstan, sementara pelemahan dolar AS membuat harga minyak lebih menarik bagi pembeli global. Meski demikian, potensi kenaikan tetap dibatasi oleh proyeksi kelebihan pasokan global tahun ini.
Prospek Harga Emas Senin | 26 Januari 2026
Pada grafik H4, tren emas masih bergerak bullish dengan struktur higher high dan higher low yang terjaga, didukung oleh posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50. Penembusan area resistance 4.967 membuka ruang lanjutan kenaikan menuju target FE 61,8 di sekitar 5.032, dengan potensi ekstensi ke FE 100,0 di area 5.111 jika momentum tetap kuat.
RSI berada di kisaran overbought namun masih menunjukkan kecenderungan naik, sehingga koreksi terbatas ke area support 4.900–4.847 berpotensi dimanfaatkan sebagai pullback selama harga tidak turun kembali di bawah zona tersebut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.032 R2 5.111 R3 5.150
S1 4.967 S2 4.900 S3 4.847
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.970 |
| Profit Target Level | 5.100 |
| Stop Loss Level | 4.900 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.110 |
| Profit Target Level | 5.070 |
| Stop Loss Level | 5.150 |
Prospek Harga US Oil Senin | 26 Januari 2025
Pergerakan US Oil di time frame H4, harga menunjukkan struktur pemulihan yang cenderung bullish setelah reli dari area bawah, dengan pergerakan yang kini berada di atas SMA 50 sebagai indikasi awal penguatan tren. Meski demikian, area resistance 61,20 masih menjadi penghalang utama sehingga pergerakan saat ini lebih berpotensi diwarnai konsolidasi atau koreksi terbatas menuju area support 60,00–59,40 yang berdekatan dengan SMA 50.
Selama zona tersebut mampu menahan tekanan jual, peluang lanjutan kenaikan tetap terbuka dengan target berikutnya di kisaran 62,18 hingga 62,85, seiring RSI yang berada di atas level 50 dan mencerminkan momentum positif yang masih terjaga.
US Oil INTRADAY AREA
R1 61,20 R2 62,18 R3 62,85
S1 60,00 S2 59,40 S3 58,45
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 60,00 |
| Profit Target Level | 61,00 |
| Stop Loss Level | 59,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 62,10 |
| Profit Target Level | 61,30 |
| Stop Loss Level | 62,90 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas pada grafik H4 berada dalam tren naik yang kuat, ditandai dengan rangkaian higher high dan higher low serta posisi harga yang bertahan di atas SMA 50. Kenaikan berlanjut hingga mencetak puncak di area 4.888 sebelum terjadi koreksi wajar, yang kemudian membentuk support baru di 4.753.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan perubahan bias ke arah bullish setelah harga berhasil bangkit dari area low di sekitar 55,00 dan membentuk rangkaian higher low. Harga kini bergerak di atas SMA dan mampu bertahan di atas area support 59,13 hingga 58,45, yang mengindikasikan kekuatan beli masih terjaga.
Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren bullish yang solid setelah harga menembus area pivot point di 4.728 dan melanjutkan penguatan menuju R1 di 4.797. Struktur harga tetap membentuk higher high dan higher low, sementara pergerakan harga konsisten bertahan di atas SMA 50, menegaskan dominasi buyer.
Pada timeframe H4, US Oil menunjukkan upaya pemulihan setelah harga bertahan di atas area support 59,13 dan bergerak naik mengikuti SMA 50 yang mulai menanjak. Pergerakan harga saat ini berada tepat di bawah area resistance 59,94 hingga 60,56, sehingga kenaikan masih memerlukan konfirmasi penembusan yang solid. RSI berada di kisaran 52, menandakan momentum mulai menguat namun belum masuk zona jenuh beli.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga serta harga yang bergerak stabil di atas garis tren naik dan SMA 50. Penembusan resistance 4.640 yang diikuti pembukaan gap up di area 4.592 menjadi sinyal kelanjutan tren bullish, sekaligus menegaskan bahwa tekanan beli masih mendominasi. Area 4.592 hingga 4.550 kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sementara selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan lanjutan tetap terbuka menuju resistance 4.700, kemudian 4.760 hingga 4.800.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih bergerak sideways dengan bias pemulihan setelah harga mampu bertahan di atas support kuat 58,45 dan tetap berada di atas SMA 50. Selama area 58,45 tidak ditembus, peluang rebound masih terbuka dengan resistance terdekat di 59,94, yang jika berhasil dilewati dapat mendorong kenaikan menuju 60,56 hingga 61,19.
Pada timeframe H4, harga emas masih berada dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus resistance 4.640 dan bergerak di atas SMA 50, yang menegaskan dominasi buyer. Pembukaan gap up di area 4.592 menjadi sinyal lanjutan momentum bullish, dengan zona 4.592–4.640 kini berperan sebagai support penting selama harga tidak kembali menutup gap tersebut.
Pada pembukaan pasar, harga US Oil dibuka gap down di 58,74 dari penutupan sebelumnya di 59,21 dan sempat menembus support 58,69. Tekanan jual tidak berlanjut karena harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, sehingga pergerakan selanjutnya hampir menutup gap yang terbentuk. Selama harga bertahan di atas support 58,69, peluang pemulihan tetap terbuka dengan potensi kenaikan menuju resistance 59,88, kemudian 60,56.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam struktur tren naik yang jelas setelah bergerak konsisten di atas garis trendline bullish jangka menengah dan SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Kenaikan kuat sebelumnya membawa harga menembus area 4.500 dan bergerak ke zona 4.600, namun setelah itu pergerakan mulai melambat dan membentuk fase konsolidasi di kisaran 4.550–4.640, yang menandakan pasar sedang melakukan penyesuaian momentum.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan perubahan struktur pasar setelah reli tajam dari area 56,73 yang membawa harga menembus SMA 50 dan resistance 58,44 hingga mencapai puncak di sekitar 62,18. Namun, kenaikan tersebut diikuti koreksi cepat yang menekan harga kembali ke area 58,6–59,0, menandakan munculnya aksi ambil untung setelah pergerakan naik yang terlalu agresif.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish karena harga bergerak stabil di atas garis uptrend dan SMA 50, namun momentum kenaikan mulai melambat. Harga membentuk higher high di area 4.640–4.650, sementara RSI justru mencatat lower high, sehingga mengonfirmasi terbentuknya bearish divergence yang memberi sinyal potensi koreksi jangka pendek.
Saat ini US Oil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak stabil di atas SMA 50 di kisaran 58,47. Kondisi ini mengonfirmasi perubahan struktur pasar ke arah bullish. Harga kemudian reli hingga menembus area 62,00, sebelum terkoreksi tajam dan membentuk long black candlestick yang menandakan kembalinya tekanan jual.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari posisi harga yang tetap berada di atas garis SMA 50 serta di atas trendline naik jangka menengah. Setelah mencetak rekor baru di area 4.630, harga mengalami koreksi terbatas dan saat ini terlihat menguji kembali area support dinamis di sekitar trendline naik sekaligus zona 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan penguatan signifikan setelah menembus garis resistance downtrend jangka menengah. Kondisi ini mengindikasikan perubahan struktur pasar dari bearish ke bullish. Kenaikan mendorong harga bergerak stabil di atas area 60,00 dan mendekati resistance 61,26. Posisi harga yang telah berada di atas SMA 50 turut memperkuat momentum kenaikan.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang solid, dengan harga bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang kini berperan sebagai support dinamis. Setelah mencetak high baru di area 4.630, harga terlihat mengalami koreksi sehat dan bergerak turun mendekati area support 4.550–4.500, yang juga berdekatan dengan trendline naik, sehingga zona ini menjadi area krusial untuk menjaga kelanjutan tren bullish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan perubahan struktur yang lebih positif setelah harga berhasil menembus resistance trendline turun di area 58,84. Level 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sehingga selama harga mampu bertahan di atas area ini, bias bullish jangka pendek tetap terjaga. Kenaikan harga juga didukung oleh posisi harga yang sudah bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum penguatan mulai terbentuk.
Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren naik setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak. Rebound dari area support di kisaran 4.422–4.450 membentuk higher low dan diikuti pergerakan harga yang kembali bertahan di atas SMA 50, menandakan momentum bullish mulai pulih.
Harga US Oil pada timeframe H4 menunjukkan sinyal pembalikan yang lebih jelas setelah berhasil menembus garis downtrend sekaligus bertahan di atas area kunci. Kenaikan sebelumnya membawa harga keluar dari tekanan bearish dan menempatkan SMA 50 di kisaran 57,60 sebagai support dinamis terdekat. Selain itu, area 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance dari downtrend line kini beralih fungsi menjadi support baru, memperkuat struktur bullish jangka pendek.
