Market Summary
Pada perdagangan Rabu, dollar AS melemah ke level terendah dalam beberapa tahun terhadap euro dan sterling. Euro menguat 0,43% ke $1,1658, sementara sterling naik 0,33% ke $1,3659. Namun, dollar menguat 0,18% terhadap yen Jepang ke 145,17. Pelemahan dollar didorong oleh ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve serta fokus pasar yang kembali tertuju pada kebijakan fiskal AS.
Ketegangan Timur Tengah yang sempat mendukung penguatan dollar pekan lalu kini mereda setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran. Pasar kini tengah menunggu tema baru yang dapat mendorong pergerakan signifikan.
Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve Meningkat
Dalam testimoni hari kedua di hadapan Kongres AS, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menegaskan perlunya mempertahankan suku bunga saat ini dengan ekspektasi bahwa tarif yang diterapkan oleh administrasi AS akan memengaruhi inflasi. Namun, pernyataan Powell yang mengindikasikan bahwa pemotongan suku bunga dapat dilakukan jika tarif tidak ada membuat pasar semakin yakin akan adanya pemotongan di musim gugur.
Saat ini, kontrak berjangka Fed Funds memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 62 basis poin hingga akhir tahun, meningkat dari 46 basis poin pekan lalu. Pemotongan pertama telah sepenuhnya dihargai pasar untuk September mendatang.
Harga Minyak Menguat Setelah Penurunan Tajam
Harga minyak mentah naik hampir 1% pada hari Rabu, dengan Brent menguat 54 sen menjadi $67,68 per barel dan WTI naik 55 sen menjadi $64,92 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah data menunjukkan permintaan AS yang relatif kuat dan stabilitas pasca gencatan senjata antara Iran dan Israel.
Sebelumnya, harga minyak sempat anjlok hingga 13% karena berkurangnya risiko pasokan dari Timur Tengah. Namun, aksi militer di kawasan tersebut yang dimulai pada pertengahan Juni sempat mendorong harga minyak ke level tertinggi lima bulan.
Pasar Saham Global Bergerak Variatif
Indeks saham global mencatat pergerakan yang bervariasi pada Rabu. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mendekati rekor tertinggi, sementara Dow Jones turun 0,25% ke 42.982,43. Di Eropa, indeks STOXX turun 0,74%, sedangkan indeks saham Asia-Pasifik MSCI di luar Jepang naik 0,96%.
Harga emas stabil setelah mencapai level terendah dalam dua minggu pada sesi sebelumnya. Spot gold naik tipis 0,1% ke $3.327,91 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS turun 0,3% ke $3.343,1.
Fokus Pasar: Tarif dan Kebijakan Fiskal AS
Investor kini kembali memantau negosiasi perdagangan jelang tenggat waktu 9 Juli yang ditetapkan oleh administrasi AS. Perpanjangan tenggat ini diperkirakan akan berdampak positif bagi risiko pasar dan sedikit negatif bagi dollar.
Selain itu, fokus juga tertuju pada pengesahan undang-undang pajak dan pengeluaran yang tengah dibahas oleh Kongres AS. Perkembangan ini berpotensi membawa volatilitas lebih lanjut di pasar keuangan.
Prospek harga Emas Kamis | 26 Juni 2025
Harga emas saat ini sedang bergerak dalam pola channel down dengan resistance penting di sekitar level 3.347. Harga masih berada di bawah SMA 50, yang menandakan tren bearish sedang dominan. RSI juga menunjukkan momentum negatif dengan descending trendline, mencerminkan bahwa tekanan jual masih kuat dan selaras dengan pola channel turun.
Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas 3.347, ini dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut menuju 3.373 atau lebih tinggi. Namun, selama harga tetap berada di bawah resistance channel tersebut, potensi pelemahan menuju support di 3.286 atau lebih rendah tetap terbuka.
GOLD SUGGESTION
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.310 |
| Profit Target Level | 3.345 |
| Stop Loss Level | 3.295 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.347 |
| Profit Target Level | 3.310 |
| Stop Loss Level | 3.375 |
Prospek harga Oil Kamis | 26 Juni 2025

Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga saat ini sedang berada di area support penting, tepat di atas garis ascending trendline yang telah menjaga tren naik sejak pertengahan April. Harga berada di bawah SMA 50, mengindikasikan adanya tekanan bearish jangka pendek. Level resistance terdekat adalah 67.85, diikuti oleh 69.67 dan 71.32. Sementara itu, support utama berada di 64.15, 62.18, dan 59.97.
Indikator RSI berada di wilayah oversold, memberikan potensi pembalikan ke atas. Jika harga berhasil menembus resistance 67.85, peluang kenaikan lebih lanjut dapat terbuka. Namun, jika garis trendline ditembus, harga berpotensi melemah lebih jauh menuju support berikutnya.
OIL SUGGESTION
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 64,60 |
| Profit Target Level | 67,80 |
| Stop Loss Level | 64,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,80 |
| Profit Target Level | 65,00 |
| Stop Loss Level | 69,70 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/GBP masih memiliki kecenderungan bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0,8531. Selama harga tetap berada di bawah level ini, penurunan kemungkinan akan berlanjut untuk menguji area support di kisaran 0,8496-0,8477.
Pergerakan harga emas pada time frame H4 menunjukkan harga saat ini berada di sekitar level Fibonacci retracement 38,2% di 3.322,09. Indikator RSI mendekati level 30, menunjukkan momentum bearish tetapi belum memasuki area oversold sepenuhnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga berada di area support yang ditandai oleh garis tren naik (garis biru) dan area support horizontal di sekitar level 64,15. Indikator RSI berada di bawah level 30, menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi memicu pembalikan.
Pergerakan emas pada pada timeframe H4 menunjukkan tekanan bearish, terlihat dari posisi harga yang berada di bawah SMA 50. Resistance kunci terletak di level 3.373, 3.397, dan 3.422, yang ditandai oleh garis horizontal hijau. Harga saat ini gagal menembus level resistance ini, sehingga ada potensi koreksi lebih lanjut menuju level Fibonacci 38.2% di 3.324, 50.0% di 3.285, dan 61.8% di 3.246.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan koreksi tajam setelah menembus level 72,33, yang kini menjadi resistance kuat. Harga saat ini berada di bawah SMA 50, mengindikasikan tekanan bearish jangka pendek. Support pertama yang relevan berada di level 64,15, yang juga berdekatan dengan garis tren naik berwarna biru. Penembusan di bawah support ini dapat membuka ruang untuk koreksi lebih dalam ke level 62,18, 61,05, atau bahkan 59,97.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan harga telah menembus ke bawah garis tren naik yang terbentuk sejak pertengahan Mei. Kondisi ini mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren bearish. Saat ini harga sedang mencoba pullback ke area trendline yang telah ditembus. Area ini berpotensi menjadi resistance dinamis.
Harga minyak pada grafik H4 terlihat berada dalam tren naik yang kuat. Saat ini harga sedang mengalami koreksi setelah terbentuk gap kecil. Selama harga bertahan di atas area support 74,15 dan tetap bergerak di atas SMA 50, peluang kenaikan masih terbuka. Target penguatan berada di area resistance 77,89, 79,17, hingga 80,75.

Pergerakan harga emas pada grafik H4 saat ini tertahan di sekitar area support 3.366 dengan posisi bergerak di atas SMA 50. Namun, RSI yang berada di level 45 cenderung mengindikasikan tekanan bearish yang masih mendominasi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih bergerak dalam tren naik di atas SMA 50 dan saat ini sedang menguji area resistance 74,18 dengan RSI berada di level 64 yang menunjukkan momentum bullish masih terjaga.
