Market Summary
Dolar AS berhasil memangkas pelemahan dan diperdagangkan lebih kuat terhadap yen Jepang pada Selasa (18/6), setelah data menunjukkan konsumen Amerika mulai lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian perdagangan dan inflasi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan minggu ini.
Penjualan ritel AS tercatat lebih lemah dari ekspektasi pada Mei, turun 0,9%, meski belanja konsumen tetap bertahan berkat pertumbuhan upah yang solid. Dolar sempat melemah setelah rilis data tersebut, namun segera pulih setelah pasar mencerna gambaran data yang campuran.
Spekulasi pemangkasan suku bunga kembali menguat setelah rilis data ini, namun dampak penuh dari tarif impor terhadap inflasi diperkirakan belum sepenuhnya tercermin dalam perekonomian.
Bank of Japan Tahan Suku Bunga, Yen Melemah
Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga dan mengumumkan rencana untuk memperlambat laju pengurangan neraca mulai tahun depan. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian BOJ di tengah risiko yang meningkat, seperti ketegangan di Timur Tengah dan kebijakan tarif AS.
Yen sempat berfluktuasi setelah keputusan tersebut, namun akhirnya melemah setelah konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda. Dolar AS terakhir tercatat menguat 0,25% menjadi 145,17 yen.
Ketegangan Israel-Iran Tekan Sentimen Pasar
Sentimen risiko global tetap rapuh seiring konflik antara Israel dan Iran memasuki hari kelima. Presiden AS Donald Trump menegaskan keinginannya untuk mengakhiri sengketa nuklir dengan Iran secara tuntas dan berpotensi mengirim pejabat tinggi AS untuk bertemu dengan pihak Iran.
Trump bahkan meninggalkan pertemuan G7 di Kanada lebih awal karena situasi yang memanas di Timur Tengah dan telah memerintahkan Dewan Keamanan Nasional AS untuk bersiaga.
Pasar saat ini beralih fokus antara perang dagang dan konflik di Timur Tengah, sehingga perhatian terhadap data ekonomi menjadi terbatas, meski keputusan The Fed semakin dekat.
Indeks Dolar dan Mata Uang Utama
Indeks dolar AS menguat 0,3% ke level 98,49. Euro tertekan 0,37% menjadi $1,1516, sementara pound sterling melemah 0,5% ke $1,3506. Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko juga turun 0,22% menjadi $0,65103.
Bursa AS Melemah, Saham Maskapai Tertekan
Bursa saham AS ditutup melemah pada Selasa, tertekan oleh kekhawatiran atas potensi keterlibatan langsung AS dalam konflik Israel-Iran. Indeks S&P 500 turun 0,8%, Dow Jones melemah 299 poin, dan Nasdaq anjlok 0,9%.
Penurunan ini diperburuk oleh data penjualan ritel yang mengecewakan serta pelemahan saham sektor maskapai. Saham JetBlue Airways anjlok 7,9% setelah CEO perusahaan memperingatkan lemahnya permintaan perjalanan. Saham United, Delta, dan American Airlines masing-masing turun 6,2%, 4,3%, dan 3,1%.
Di sisi lain, saham energi seperti ExxonMobil dan Chevron justru menguat masing-masing 1,3% dan 3,2%, seiring lonjakan harga minyak.
Harga Minyak Melonjak Akibat Kekhawatiran Pasokan
Harga minyak WTI melonjak 4,3% menjadi $74,8 per barel pada Selasa, dipicu oleh kekhawatiran pasokan setelah Presiden Trump mengancam langsung Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kenaikan harga ini membalikkan penurunan sebelumnya yang sempat terjadi karena harapan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Meski ketegangan meningkat, pasar minyak tetap relatif stabil berkat pasokan global yang kuat, termasuk output OPEC+ yang meningkat dan produksi AS yang mencatat rekor tertinggi.
Selama ini, serangan Israel lebih banyak menargetkan fasilitas energi Iran tanpa mengganggu infrastruktur ekspor minyak. Namun, jika Iran mencoba memblokir Selat Hormuz, harga minyak berpotensi melesat menembus $100 per barel.
Harga Emas Naik Terbatas, Perak Sentuh Level Tertinggi 13 Tahun
Harga emas menguat tipis pada Selasa karena meningkatnya permintaan aset aman di tengah eskalasi konflik Israel-Iran. Spot gold naik 0,2% menjadi $3.390,59 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS turun 0,3% menjadi $3.406,9 per ons.
Namun, penguatan dolar AS membatasi kenaikan harga emas, karena logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Perak mencatat lonjakan signifikan dan menyentuh level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Gejolak geopolitik diperkirakan akan tetap menopang permintaan aset safe haven dalam waktu dekat.
Fokus Pasar: Keputusan Suku Bunga The Fed
Keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga menjadi perhatian utama pasar. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%–4,50%. Pasar akan mencermati panduan The Fed terkait prospek suku bunga ke depan.
Saat ini, masih kecil kemungkinan The Fed akan terburu-buru menurunkan suku bunga, sehingga pasar memperkirakan pernyataan yang cenderung hawkish akan disampaikan dalam pertemuan kali ini.
Pelaku pasar juga menanti keputusan suku bunga dari Bank of England dan Riksbank Swedia yang dijadwalkan pada akhir pekan ini sebagai panduan arah pergerakan pasar selanjutnya.
Prospek Harga Emas Hari Rabu (18/06)
Pergerakan emas pada grafik H4 terlihat mencoba bertahan di atas area support 3.380 dengan dukungan garis SMA 50 yang berada di sekitar level 3.366. Selama harga mampu bertahan di atas SMA 50 dan support tersebut, peluang rebound menuju area resistance 3.403 tetap terbuka, dengan target lanjutan di 3.419 dan 3.430.
Namun, jika harga menembus di bawah 3.366, tekanan jual berpotensi membawa harga turun ke support berikutnya di 3.355. Indikator RSI yang berada di sekitar level 50 menunjukkan kondisi netral, sehingga arah pergerakan berikutnya masih menunggu konfirmasi dari pergerakan harga di sekitar support dan resistance terdekat.
Data Perdagangan pada hari Selasa (17/06)
Open: 3.386,37 High: 3.403,29 Low: 3.366,10 Close: 3.386,27 Range: 37,19
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.403 R2 3.419 R3 3.430
S1 3.380 S2 3.366 S3 3.355
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.370 |
| Profit Target Level | 3.400 |
| Stop Loss Level | 3.350 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.403 |
| Profit Target Level | 3.370 |
| Stop Loss Level | 3.420 |
Prospek Harga Minyak Hari Rabu (18/06)
Pergerakan US Oil pada grafik H4 melanjutkan tren naik setelah berhasil menembus area konsolidasi dan kini diperdagangkan di atas level Fibonacci 61,8% di 72,05. Area support terdekat berada di 72,05, diikuti oleh 71,32 pada level Fibonacci 50%, dan 70,45 pada level Fibonacci 38,2%. Selama harga bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka dengan target menuju resistance 74,84, 77,12, dan 79,16 yang merupakan area ekstensi Fibonacci 161,8%.
Indikator RSI yang berada di atas level 70 menunjukkan kondisi overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek ke area support masih memungkinkan sebelum melanjutkan tren naik utama.
Data perdagangan pada hari Selasa (17/06)
Open: 69,63 High: 73,69 Low: 69,55 Close: 73,19 Range: 6,99
OIL INTRADAY AREA
R1 74,84 R2 77,12 R3 79,16
S1 72,05 S2 71,32 S3 70,45
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 72,10 |
| Profit Target Level | 74,50 |
| Stop Loss Level | 70,40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 74,84 |
| Profit Target Level | 73,00 |
| Stop Loss Level | 76,00 |
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!

Pergerakan harga emas pada time frame H4 terlihat harga saat ini mengalami koreksi setelah mencapai resistance di sekitar level 3.451. Tekanan jual membawa harga turun ke bawah 3.403, yang sebelumnya berfungsi sebagai support dan kini menjadi resistance terdekat. Meskipun demikian, tren jangka menengah masih dalam bias bullish selama harga bertahan di atas area support penting 3.380, yang juga berdekatan dengan garis SMA 50 sebagai penopang dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan pola konsolidasi setelah reli tajam dan sempat menyentuh resistance di sekitar 74,59. Saat ini harga terkoreksi, namun masih bertahan di atas zona support 69,21–67,85. Posisi ini juga tetap berada di atas garis SMA 50 yang mengarah naik. Kondisi tersebut menandakan tren jangka menengah masih bullish.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang kuat setelah berhasil menembus area resistance kunci di sekitar 3.429 yang kini menjadi support. Pergerakan harga juga berada di atas garis SMA 50, memperkuat bias bullish jangka menengah. RSI berada di atas level 70, mengindikasikan kondisi overbought namun masih sejalan dengan momentum kenaikan. Target kenaikan berikutnya berada di area 3.467 hingga 3.500 yang merupakan ekstensi Fibonacci 161,8%, dengan potensi jangka lebih panjang menuju 3.577 di level ekstensi 261,8%.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan lonjakan tajam menembus beberapa area resistance kunci secara beruntun dan kini diperdagangkan di atas garis SMA50, mengindikasikan perubahan tren menjadi bullish. RSI telah memasuki zona overbought di atas level 75, mencerminkan momentum beli yang kuat namun juga mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3600. Selama harga bergerak di bawah level ini, tren penurunan diperkirakan akan berlanjut menuju area support di 1.3500–1.3425.
Pergerakan emas pada time frame grafik H4 menunjukkan kecenderungan bullish dalam jangka pendek, ditopang oleh pola higher low yang terbentuk di atas garis tren naik (ascending trendline) serta posisi harga yang bergerak di atas SMA 50. Indikator RSI 14 berada di sekitar level 61, menandakan adanya momentum positif namun belum dalam kondisi overbought, sehingga masih memberi ruang untuk kelanjutan penguatan menuju resistance di 3.403, 3.426, hingga 3.450.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang cukup kuat, dengan harga di atas SMA 50. RSI 14 berada di sekitar 64, mencerminkan momentum bullish yang masih sehat tanpa tanda-tanda jenuh beli yang ekstrem. Selama harga bertahan di atas support 66,26, peluang kenaikan ke area resistance 68,35 hingga 70,00 tetap terbuka, dengan potensi penutupan gap harga yang terjadi sebelumnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pola higher low yang ditopang oleh trendline naik (biru), mengindikasikan tekanan beli yang mulai meningkat. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50, yang menunjukkan momentum bullish jangka menengah. RSI 14 berada di kisaran 61, menandakan kondisi bullish moderat tanpa tanda-tanda overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan harga yang signifikan setelah menembus resistance 66,26, didukung oleh posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 sebagai sinyal tren naik yang kuat. RSI 14 saat ini berada di zona overbought, sekitar 74,90, yang menandakan bahwa meskipun momentum bullish masih dominan, potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka.
Secara teknikal, analisis Trading Central melihat potensi bullish pada harga emas di time frame H4. Level pivot berada di 3.320. Selama harga bertahan di atas level ini, target berikutnya diperkirakan menguji resistance di 3.360-3.400.
Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini harga masih bergerak di bawah area resistance 3.338 dengan support terdekat di kisaran 3.293. Pergerakan harga masih tertahan di sekitar garis SMA 50, yang saat ini berperan sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang didukung oleh posisi harga di atas SMA 50, yang kini berperan sebagai support dinamis. Saat ini harga tertahan di bawah resistance 65,57, dan jika berhasil menembusnya, ada potensi kenaikan lanjutan menuju 66,41 hingga 67,14.
