FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Pasar saham Amerika Serikat mengalami rebound signifikan pada hari Selasa, setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Investor kembali memusatkan perhatian pada musim laporan pendapatan perusahaan, yang memberikan dorongan positif terhadap sentimen pasar. Sementara itu, dollar AS menguat setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam sebuah pertemuan tertutup, menyampaikan pandangannya bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan China kemungkinan akan mereda. Meski demikian, Bessent juga menegaskan bahwa proses negosiasi dengan Beijing masih jauh dari selesai dan akan menjadi proses yang panjang dan menantang.
Imbal hasil obligasi AS untuk tenor jangka panjang sedikit menurun setelah mengalami kenaikan pada hari sebelumnya. Namun, kepercayaan investor masih tertekan oleh ketidakpastian seputar kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, yang dikhawatirkan dapat mengganggu perdagangan global dan melemahkan perekonomian. Dalam laporan terbarunya, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk AS, China, dan sebagian besar negara lain, menyebut dampak dari tarif tinggi sebagai faktor utama.
Di tengah situasi ini, kritik Trump terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, kembali menambah keraguan pasar terhadap stabilitas ekonomi AS. Trump menyampaikan ketidakpuasannya karena The Fed belum menurunkan suku bunga, meskipun Powell telah menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap independen. Trump juga menyatakan kemungkinan meminta Powell untuk mundur dari jabatannya, meskipun hal ini memunculkan pertanyaan hukum mengenai wewenang presiden dalam hal tersebut.
Musim laporan keuangan kuartal pertama perusahaan-perusahaan AS memberikan hasil yang beragam. Saham 3M Co melonjak 8,1% setelah melaporkan laba kuartal pertama yang melampaui ekspektasi, meskipun perusahaan memperingatkan bahwa tarif dapat memengaruhi laba di tahun 2025. Sementara itu, saham Alphabet dan Tesla juga menjadi sorotan dengan laporan keuangan yang menunjukkan berbagai pencapaian dan tantangan. Saham Coinbase Global naik 8,6% seiring penguatan harga bitcoin, yang naik 4,61% dan menyentuh harga $91.360,62.
Indeks utama di Wall Street mencatat kenaikan tajam. Dow Jones naik 2,66% ke level 39.186,98, S&P 500 naik 2,51% ke 5.287,76, dan Nasdaq menguat 2,71% ke 16.300,42. Secara global, MSCI mencatat kenaikan 1,56%, sementara indeks STOXX 600 di Eropa naik tipis 0,25%. Investor tetap optimistis dengan adanya peluang nilai di sektor-sektor tertentu, meskipun data ekonomi menunjukkan perbedaan antara data lunak yang melemah dan data keras yang masih menunjukkan kekuatan.
Di pasar mata uang, indeks dollar AS menguat 0,6% setelah mencapai level terendah sejak Maret 2022 pada sesi sebelumnya. Dollar juga menguat terhadap yen, naik 0,42% setelah sempat turun di bawah level psikologis 140 yen. Kekhawatiran atas kebijakan perdagangan Trump yang berpotensi memperlambat ekonomi AS turut mendorong permintaan terhadap obligasi pemerintah AS, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun turun tipis ke 4,391%.
Harga emas, yang sempat mencetak rekor tertinggi di $3.500 per ounce pada sesi sebelumnya, melemah lebih dari 1% setelah pernyataan Bessent memicu optimisme di pasar ekuitas dan mendorong penguatan dollar. Spot gold terakhir berada di $3.372,68 per ounce, sedangkan kontrak berjangka emas AS turun 0,2% menjadi $3.419,40.
Sementara itu, harga minyak mentah juga mengalami kenaikan lebih dari $1 per barel setelah pengenaan sanksi baru AS terhadap Iran dan penguatan pasar saham. Brent crude ditutup di $67,44 per barel, naik 1,8%, sementara WTI kontrak Mei naik 2% menjadi $64,32 per barel. Kontrak Juni untuk WTI juga mencatat kenaikan serupa, menutup sesi di $63,47.
Prospek Harga Emas Hari Rabu (23/04)
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga dalam tren naik yang baru saja mengalami koreksi setelah menembus garis tren biru ke bawah. SMA 50 berada di bawah harga, menunjukkan bahwa tren jangka menengah tetap bullish. Namun, ada gap yang terbentuk di sekitar area 3.369,00 yang bisa menjadi area menarik untuk koreksi lebih lanjut.
Jika harga berhasil menutup gap dan bertahan di atas 3.341,00, ada potensi rebound menuju resistensi di 3.410,00 atau bahkan 3.450,00. Sebaliknya, jika harga menembus support di 3.281,00, potensi pelemahan bisa berlanjut menuju 3.245,00 atau 3.192,00. RSI berada di level 46,72, menunjukkan momentum yang cenderung netral, namun dengan risiko bearish jika terus menurun.
Data Perdagangan pada hari Selasa (22/04)
Open: 3.423,29 High: 3.499,95 Low: 3.366,61 Close: 3.381,48 Range: 133,34
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.369 R2 3.410 R3 3.450
S1 3.281 S2 3.245 S3 3.192
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.282 |
| Profit Target Level | 3.328 |
| Stop Loss Level | 3.245 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.369 |
| Profit Target Level | 3.328 |
| Stop Loss Level | 3.410 |
Prospek Harga Minyak Hari Rabu (23/04)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga dalam tren naik yang didukung oleh garis tren biru. SMA 50 berada di bawah harga, mengonfirmasi momentum bullish. Harga saat ini berada di sekitar area resistensi di 64,89, dan jika level ini ditembus, target kenaikan berikutnya adalah 65,96 hingga 67,14. Sebaliknya, jika terjadi koreksi, support terdekat berada di 63,52.
Penurunan lebih jauh dapat mengarah ke level support berikutnya di 62,63 atau 61,72. RSI berada pada level 62,80, menunjukkan momentum bullish yang masih cukup kuat namun mendekati zona overbought, sehingga potensi koreksi ringan dapat terjadi sebelum melanjutkan kenaikan.
Data perdagangan pada hari Selasa (22/04)
Open: 62,73 High: 64,32 Low: 62,71 Close: 63,41 Range: 1,61
OIL INTRADAY AREA
R1 64,89 R2 65,96 R3 67,14
S1 63,52 S2 62,63 S3 61,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 63,55 |
| Profit Target Level | 64,85 |
| Stop Loss Level | 62,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 64,89 |
| Profit Target Level | 63,60 |
| Stop Loss Level | 66,00 |
Secara teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih memiliki kecenderungan bearish, dengan level pivot berada di 141.05. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, tren bearish diperkirakan berlanjut menuju area support di kisaran 139.60 hingga 138.60.
Berdasarkan grafik XAU/USD (Gold vs US Dollar) pada timeframe H4 di atas, terlihat bahwa harga sedang berada dalam tren naik yang kuat, ditandai dengan serangkaian higher highs dan higher lows, serta posisi harga yang berada jauh di atas moving average merah (kemungkinan MA200). Saat ini harga bergerak mendekati area resistance R1 di 3.458,86, dengan kecenderungan melanjutkan kenaikan menuju R2 di 3.495,46.
Pergerakan US Oil di time frame H4 saat ini menunjukkan tren naik yang ditandai dengan pembentukan higher low, terlihat dari garis tren biru dan bergerak di atas SMA 50. Harga saat ini berada sedikit di atas pivot point di 62.57 dan mendekati resistance pertama di 63.42. Jika momentum bullish berlanjut, target berikutnya adalah resistance kedua di 64.23 dan resistance ketiga di 65.08.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan XAU/USD masih berpotensi melanjutkan tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 3.334. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, potensi kenaikan dapat berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 3.405–3.460.
Pergerakan emas di time frame 4 jam terlihat bahwa harga saat ini berada dalam tren naik yang signifikan. Harga telah menembus level pivot point (PP) di 3.322,23 dan mendekati resistance pertama (R1) di 3.360,40. Tren ini menunjukkan dominasi tekanan beli di pasar. Namun, indikator RSI berada di level 74,16, mengindikasikan bahwa pasar telah memasuki area overbought, yang sering menjadi sinyal awal potensi koreksi atau konsolidasi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga bergerak dalam tren naik jangka pendek, didukung oleh garis tren (trendline) naik berwarna biru. Saat ini harga juga berada di atas SMA 50, mengindikasikan momentum bullish yang masih terjaga. Level pivot point berada di 63,25, sementara area resistance terdekat (R1) di 64,54 sudah mulai diuji. Jika mampu menembus dan bertahan di atas R1, ada potensi penguatan lebih lanjut menuju resistance berikutnya di 65,46 hingga 66,75.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan potensi pergerakan bullish pada harga emas di time frame H4, dengan level pivot berada di 3.312. Selama harga bertahan di atas level ini, kenaikan diperkirakan dapat berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 3.360-3.423.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren bullish, dengan harga mendekati resistance R1 di 3.377,47. Resistance ini menjadi level kunci yang menentukan apakah tren bullish akan berlanjut. Indikator RSI berada di level overbought (83,95), menunjukkan potensi koreksi jika momentum bullish melemah.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan jual yang cukup tajam sebelumnya. Saat ini harga bergerak naik membentuk higher low, yang ditopang oleh trendline (garis biru) sebagai support dinamis. Harga juga mendekati area resistance penting di 62.67, yang apabila berhasil ditembus dapat membuka potensi kenaikan lanjutan menuju 63.75 hingga 64.89.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/CHF masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.8230. Selama harga bergerak di bawah level ini, tren penurunan diperkirakan berlanjut dengan target menuju area support di kisaran 0.8130 hingga 0.8070.
Pergerakan harga emas pada grafik H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil breakout dari area konsolidasi di sekitar level 3.213 dan kini menguji resistance di 3.245 yang juga bertepatan dengan level Fibonacci 100.0%. Jika breakout ini valid dan harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka potensi kenaikan selanjutnya mengarah ke area 3.277 (Fibonacci 161.8%) dan target jangka menengah berada di 3.328 (Fibonacci 261.8%).
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah gagal menembus resistance di level 61,71 yang juga bertepatan dengan area Fibonacci 38,2% serta tertahan di bawah garis SMA 50, mengindikasikan dominasi seller masih kuat. RSI berada di level 46,87, mendekati zona netral namun cenderung turun, memperkuat potensi pelemahan lanjutan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD berpeluang bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3830. Selama harga tetap berada di atas level ini, terdapat potensi kenaikan untuk menguji area resistance di kisaran 1.3890 hingga 1.3970.
