Indeks MSCI Global Turun Usai Data Tenaga Kerja AS
Indeks MSCI global turun pada perdagangan Selasa seiring investor mencerna sinyal beragam dari laporan tenaga kerja Amerika Serikat. Tekanan pasar terjadi bersamaan dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta pelemahan harga minyak akibat kekhawatiran kelebihan pasokan global.
Indeks saham global MSCI melemah 0,50% ke level 1.002,72, mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve setelah pemangkasan suku bunga pekan lalu.
Data Ketenagakerjaan AS Beri Sinyal Beragam
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 64.000 pekerjaan nonfarm payrolls pada November, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,6%. Angka tersebut menunjukkan pemulihan setelah kontraksi pada Oktober yang dipengaruhi keluarnya lebih dari 150.000 pegawai federal akibat kebijakan efisiensi pemerintahan di bawah Presiden Donald Trump.
Meski terjadi rebound lapangan kerja, pasar menilai data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi riil. Penutupan pemerintah AS selama 43 hari hingga pertengahan November dinilai menciptakan distorsi yang mengaburkan kekuatan pasar tenaga kerja.
CME FedWatch Tunjukkan Ketidakpastian Arah Suku Bunga
Ketidakjelasan data tenaga kerja membuat pelaku pasar kembali mencermati ekspektasi suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar masih memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga lebih dari satu kali pada 2026, meskipun Federal Reserve sebelumnya hanya memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga.
Perbedaan pandangan ini tercermin pada pergerakan pasar saham yang cenderung melemah, menandakan kekhawatiran investor terhadap seberapa cepat dan seberapa besar pelonggaran kebijakan moneter ke depan.
Pasar Saham Global Bergerak Turun
Tekanan kebijakan moneter mendorong indeks MSCI global turun secara luas di berbagai kawasan. Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average jatuh 0,62%, sementara S&P 500 melemah 0,24%. Nasdaq Composite justru mampu mencatat kenaikan terbatas sebesar 0,23%.
Di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup melemah 0,47%. Pasar Asia mencatat tekanan lebih dalam, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,3% dan menyentuh level terendah dalam tiga pekan.
Imbal Hasil Obligasi AS Menurun
Pasar obligasi merespons naiknya tingkat pengangguran AS dengan penurunan imbal hasil. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,147%, sementara yield obligasi 30 tahun melemah ke 4,8171%.
Yield obligasi 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan Federal Reserve, ikut turun ke 3,487%. Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya ekspektasi pelonggaran moneter meski arah kebijakan belum sepenuhnya jelas.
Dolar Melemah, Pound Menguat
Di pasar mata uang, dolar AS bergerak melemah tipis setelah rilis data ketenagakerjaan. Indeks dolar turun ke 98,22. Dolar melemah terhadap yen Jepang, sementara euro bergerak relatif stabil.
Pound sterling menguat meskipun data menunjukkan tingkat pengangguran Inggris mencapai level tertinggi sejak awal 2021 dan pertumbuhan upah sektor swasta mencatat laju terlemah dalam hampir lima tahun.
Minyak Jatuh, Emas Stabil
Harga minyak mencatat penurunan tajam dan menekan sentimen risiko, memperkuat kondisi indeks MSCI global turun. Minyak Brent ditutup di bawah USD 60 per barel, level terendah sejak Februari 2021, sementara minyak mentah AS berakhir di USD 55,27 per barel.
Penurunan harga dipicu kekhawatiran kelebihan pasokan global serta meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina yang berpotensi membuka jalan pelonggaran sanksi.
Di sisi lain, harga emas bergerak stabil di kisaran USD 4.302 per ons. Pasar menilai kenaikan tingkat pengangguran AS dapat meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga lanjutan, meski dolar hanya melemah terbatas.
Prospek harga Emas Rabu | 17 Desember 2025
Pada grafik H4, pergerakan harga emas menunjukkan bias bullish yang mulai melambat setelah reli dari area demand 4.265–4.285. Rebound tersebut berhasil mendorong harga menembus area resistance 4.330 dan bertahan di atas SMA 50, yang menegaskan struktur naik masih terjaga. Namun, harga saat ini terlihat berkonsolidasi tepat di atas area breakout tersebut, menandakan hilangnya momentum lanjutan dalam jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas area 4.285–4.265, peluang kenaikan masih terbuka dengan target berikutnya mengarah ke area supply 4.356–4.381. Sebaliknya, jika harga kembali turun dan menembus 4.285-4.265, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju trendline naik di area yang lebih rendah. RSI berada di kisaran 55, menunjukkan momentum bullish masih dominan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.330 R2 4.356 R3 4.381
S1 4.285 S2 4.265 S3 4.245
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.285 |
| Profit Target Level | 4.330 |
| Stop Loss Level | 4.260 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.330 |
| Profit Target Level | 4.300 |
| Stop Loss Level | 4.360 |
Prospek harga US Oil Rabu | 17 Desember 2025
Pada grafik H4, pergerakan harga US Oil menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan setelah harga turun tajam dan bergerak jauh di bawah SMA 50, yang menegaskan struktur tren turun masih kuat. Penurunan membawa harga menembus area support bertahap hingga berada di bawah pivot point 55,47, menandakan tekanan jual belum mereda.
Selama harga masih tertahan di bawah area 56,05–57,13, setiap kenaikan cenderung hanya bersifat pullback teknikal dengan potensi tertahan di area resistance R1 hingga R2. RSI yang berada di kisaran 20 mengindikasikan kondisi oversold, sehingga peluang rebound teknikal tetap terbuka, namun selama harga belum mampu kembali di atas pivot, risiko penurunan lanjutan menuju support 54,40 hingga 53,81 masih perlu diwaspadai.
US Oil INTRADAY AREA
R1 56,06 R2 57,13 R3 57,72
S1 54,40 S2 53,81 S3 52,74
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 54,40 |
| Profit Target Level | 55,40 |
| Stop Loss Level | 53,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 55,45 |
| Profit Target Level | 54,60 |
| Stop Loss Level | 56,10 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung melemah dengan level pivot di 4.317. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dan mendorong penurunan menuju area support di kisaran 4.257–4.220.






Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tren bullish, dengan harga bertahan di atas garis tren naik dan SMA 50 yang berada di kisaran 4.245 dan berfungsi sebagai support dinamis. Area merah di sekitar 4.265 – 4.285 merupakan zona demand, yang sebelumnya menjadi area konsolidasi dan kini menopang pergerakan harga setelah breakout. Sementara itu, area hijau di kisaran 4.356 –4.381 merupakan zona supply, yang berpotensi menahan kenaikan lanjutan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dan bertahan di bawah SMA 50 yang kini menurun dan berfungsi sebagai resistance dinamis. Penurunan membawa harga masuk ke zona demand di area 56,22–55,95, yang saat ini menjadi penopang sementara pergerakan harga. Selama harga masih tertahan di bawah area resistance 57,59–58,00, potensi rebound cenderung terbatas dan berisiko hanya bersifat korektif.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.3785. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 1.3750 hingga 1.3710.

Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 menunjukkan penguatan lanjutan setelah harga menembus dan bertahan di atas area resistance 4.225–4.265, yang kini berfungsi sebagai support jangka pendek. Harga bergerak di atas SMA 50 dan tetap bertahan di atas trendline naik, sehingga bias bullish masih terjaga.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat mencoba melakukan rebound dari area support 57,09, namun pergerakan kenaikan tersebut masih terbatas dan tertahan di bawah resistance 58,00. Selama harga tetap bergerak di bawah level 58,00, tekanan bearish masih mendominasi dan kenaikan yang terjadi cenderung bersifat korektif.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan potensi bullish pada GBP/USD di time frame H4, dengan level pivot di 1.3360. Selama harga bergerak di atas level ini, peluang penguatan tetap terbuka untuk menguji resistance di area 1.3435–1.3470.

Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan harga berhasil melakukan breakout dari area konsolidasi di dalam rectangle 4.245–4.265 dan kini area tersebut berubah fungsi menjadi support baru yang menahan koreksi jangka pendek. Selama harga bertahan di atas 4.245–4.265, momentum bullish tetap dominan di atas SMA 50 dan trendline naik, sehingga potensi kenaikan dapat berlanjut menuju resistance 4318, lalu 4344, hingga 4381, dengan RSI yang mendekati area overbought mengonfirmasi kuatnya tekanan beli selama harga tidak kembali turun ke bawah area rectangle tersebut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish yang semakin jelas setelah harga turun menembus area support 58,13, yang kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Selama harga tetap tertahan di bawah 58,13 dan tidak mampu kembali naik ke atas resistance berikutnya di 58,65 hingga 59,16, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju 57,09, lalu 56,59, hingga 56,13.
