Wall Street Tertekan oleh Kejatuhan Saham Teknologi
Wall Street tertekan pada perdagangan Kamis setelah reli enam sesi beruntun berakhir. Tekanan datang dari sektor teknologi, menyusul kejatuhan saham Microsoft yang anjlok sekitar 10%, penurunan harian terbesar sejak Maret 2020, setelah laporan kinerja kuartalan menunjukkan lonjakan belanja kecerdasan buatan.
Indeks Dow Jones Industrial Average justru naik 55,96 poin atau 0,11% ke level 49.071,56, sementara S&P 500 turun 9,02 poin atau 0,13% ke 6.969,01. Nasdaq Composite mencatat penurunan paling dalam, merosot 172,33 poin atau 0,72% ke 23.685,12, seiring tekanan kuat di saham teknologi.
Pergerakan Beragam Saham Big Tech
Tekanan Microsoft menutupi kinerja positif saham teknologi lainnya. Meta Platforms melonjak 10,4% setelah laporan keuangan menunjukkan pertumbuhan yang kuat, menegaskan bahwa pasar masih memberi ruang bagi belanja AI selama didukung ekspansi pendapatan.
Sebaliknya, Tesla turun 3,5% usai laporan laba, sementara pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis kinerja Apple yang dijadwalkan setelah penutupan perdagangan Wall Street.
Musim Laporan Keuangan dan Sentimen Pasar
Dari sisi laporan keuangan, sekitar 74,4% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja berhasil melampaui ekspektasi pasar. Capaian ini berada di atas rata-rata historis jangka panjang 67%, namun masih di bawah tingkat kejutan positif dalam empat kuartal terakhir sebesar 78%, sehingga membatasi optimisme investor.
Kondisi ini memperkuat kehati-hatian pasar terhadap valuasi saham, khususnya di sektor teknologi dengan belanja modal agresif.
Bursa Global Ikut Melemah
Pelemahan Wall Street ikut menyeret pasar saham global. Indeks saham dunia MSCI global turun 0,08% ke 1.050,80, mencatat penurunan pertama setelah enam sesi penguatan beruntun.
Di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup melemah 0,23%, dengan tekanan utama berasal dari sektor teknologi. Saham SAP anjlok sekitar 16% setelah proyeksi pendapatan cloud meleset dari ekspektasi, meski kenaikan saham sektor pertambangan dan energi mampu membatasi pelemahan lebih lanjut.
Wall Street Tertekan Meski The Fed Tahan Suku Bunga
Wall Street tertekan meskipun Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa perekonomian AS masih solid, dengan risiko inflasi dan pasar tenaga kerja yang lebih seimbang, sehingga bank sentral memiliki ruang waktu yang cukup panjang sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lanjutan.
Data ekonomi terbaru menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS menurun, menandakan tingkat PHK tetap rendah, meski aktivitas perekrutan masih belum sepenuhnya pulih.
Dolar Menguat Terbatas
Indeks dolar AS mencatat kenaikan tipis 0,06% ke level 96,22, melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut setelah periode pelemahan sebelumnya. Di pasar valuta asing, euro menguat 0,08% ke USD 1,1962, mencerminkan pergerakan yang relatif stabil di kelompok mata uang utama.
Minyak Melonjak Akibat Ketegangan AS–Iran
Harga minyak melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak mentah AS ditutup naik 3,5% ke USD 65,42 per barel, sementara Brent melonjak 3,38% ke USD 70,71 per barel, setelah sebelumnya sempat menguat lebih dari 5% secara intraday.
Lonjakan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Emas Koreksi dari Rekor Tertinggi
Ketegangan geopolitik turut mendorong harga emas mencetak rekor baru di USD 5.594,82 per troy ounce, menjadi rekor kesembilan secara beruntun. Namun, setelah reli tajam tersebut, harga emas mengalami koreksi akibat aksi ambil untung investor.
Pada perdagangan terakhir, emas spot turun 0,18% ke USD 5.389,19 per ounce, meski tetap berada di jalur kenaikan bulanan terbesar sejak 1980, menegaskan kuatnya permintaan terhadap aset lindung nilai.
Dengan tekanan saham teknologi, lonjakan harga minyak, dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, Wall Street tertekan dan volatilitas pasar global diperkirakan tetap terjaga dalam waktu dekat.
Prospek Harga Emas Jumat | 30 Januari 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish. Harga bertahan di atas SMA 50 meski sempat terkoreksi tajam dari area puncak. Penurunan harga tertahan di area 5.100 yang kini berfungsi sebagai support kunci. Struktur higher low masih terjaga.
Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang rebound tetap terbuka. Target kenaikan berada di resistance 5.467, kemudian 5.550 hingga area psikologis 5.600. Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus ke bawah 5.100, koreksi berpotensi berlanjut lebih dalam sebelum tren naik kembali diuji.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.467 R2 5.550 R3 5.600
S1 5.283 S2 5.235 S3 5.100
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.285 |
| Profit Target Level | 5.400 |
| Stop Loss Level | 5.230 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.550 |
| Profit Target Level | 5.480 |
| Stop Loss Level | 5.600 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 30 Januari 2025
Pergerakan WTI pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan harga bergerak di atas SMA utama dan struktur kenaikan tetap terjaga. Resistance terdekat berada di level 66,39, yang saat ini menjadi area penahan laju kenaikan. Jika level ini gagal ditembus, harga berpotensi mengalami koreksi untuk menguji area support 64,26 hingga 63,30.
Selama harga tetap bertahan di atas zona support tersebut, tren naik masih terjaga dan peluang penguatan kembali terbuka dengan target berikutnya di 67,10 hingga 67,73. Namun, penurunan di bawah 63,30 akan melemahkan struktur bullish dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam.
US Oil INTRADAY AREA
R1 66,39 R2 67,10 R3 67,73
S1 64,25 S2 63,30 S3 62,18
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 64,30 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 63,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,10 |
| Profit Target Level | 66,40 |
| Stop Loss Level | 67,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 63,30. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 64,90. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 65,70 hingga 66,30.





Pergerakan XAUUSD pada time frame H1 masih menunjukkan tren bullish yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga di atas garis tren naik serta SMA yang terus mengarah ke atas. Harga saat ini bergerak di area atas dan membentuk gap di sekitar zona 5.425–5.376 yang berpotensi menjadi area konsolidasi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area resistance dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini mulai mengarah naik. Kenaikan terakhir membawa harga mendekati area resistance 64,08, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka untuk menguji kembali area support di 62,85 hingga 62,18.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 5.220. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.330, kemudian 5.380, hingga 5.430.

Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang solid, ditopang oleh posisi harga yang konsisten berada di atas garis SMA 50. Harga saat ini bertahan di atas pivot point di area 5.125, yang menjaga bias bullish tetap dominan. Selama area ini mampu dipertahankan, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di 5.236, kemudian R2 di 5.299 hingga R3 di 5.410.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga kembali bergerak di atas SMA 50. Harga juga mampu bertahan di atas pivot point di area 61,67. Selama level ini dipertahankan, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance di 63,26. Target kenaikan berikutnya berada di R2 64,13 dan R3 65,72.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Silver masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 106,60. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 117,70, kemudian 121,70, hingga 127,00.

Pergerakan harga emas pada timeframe H4 masih dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus area psikologis 5.000 dan melanjutkan reli hingga mencetak high di sekitar 5.110. Struktur harga menunjukkan pullback sehat yang bertahan di atas area 5.000, yang kini berperan sebagai support terdekat sekaligus area retest setelah breakout.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih dalam fase konsolidasi bullish setelah reli dari area 56,00 dan kini bertahan di atas zona support psikologis 60,00. Struktur harga menunjukkan pullback terbatas yang tertahan di area 60,00–59,40, sejalan dengan posisi harga yang masih berada di atas SMA 50, sehingga bias naik tetap terjaga.
