indeks Nikkei dipicu meredanya kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve.
| OPEN POSITION | BUY LIMIT |
| Price Level | 32.995 |
| Profit target level | 33.600 |
| Stop Loss Level | 32.610 |
NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Serangkaian data ekonomi yang dirilis pada perdagangan hari Kamis menunjukkan harga energi, khususnya bensin, berperan besar atas Indeks harga produsen Inti (US PPI) yang lebih tinggi dari perkiraan dan angka penjualan ritel (US Retail Sales) dan Klaim Pengangguran (Us Jobless Claim) yang mengalahkan konsensus pasar
US Core PPI m/m turun sesuai ekspektasi pasar di 0,2% dari dari sebelumnya di 0,4%, PPI naik menjadi 0,7% dari data sebelumnya di 0,4%. US Retail Sales melonjak di atas perkiraan pasar di 0,1% menjadi 0,6% lebih baik dari data sebelumnya di 0,5%. US Jobless Claims menghasilkan data di bawah perkiraan pasar menjadi 220K dari 225K
Sebelumnya pada perdagangan sesi Eropa ECB menaikkan suku bunga untuk ke-10 kalinya berturut-turut pada tanggal 14 September 2023 dan memberikan sinyal bahwa mereka kemungkinan akan mengakhiri kebijakan pengetatan, karena inflasi sudah mulai menurun namun diperkirakan masih terlalu tinggi untuk jangka waktu yang lama.
Akibatnya, tingkat operasi refinancing utama mencapai angka tertinggi dalam 22 tahun di 4,5%, dan tingkat fasilitas simpanan mencatat rekor baru sebesar 4%. Menurut proyeksi makroekonomi staf ECB bulan September untuk Kawasan Euro, rata-rata inflasi diperkirakan sebesar 5,6% pada tahun 2023 dan 3,2% pada tahun 2024, keduanya lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, terutama karena kenaikan harga energi.
Dollar melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan terhadap sejumlah mata uang dunia setelah data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, dan mengikuti pelemahan euro setelah keputusan suku bunga ECB.
Indeks dolar (.DXY) naik 0,57%, kembali ke area 105 dan euro turun 0,8% menjadi $1,0642.
Yen Jepang menguat 0,01% terhadap greenback pada 147,46 per dolar, sementara sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2408, turun 0,64% hari ini.
Imbal hasil Treasury AS naik tipis karena investor mencerna laporan PPI dan penjualan ritel. Obligasi obligasi 10-tahun menguat menjadi 4,2903%, dari 4,248%
Harga minyak melonjak ke level tertingginya sejak bulan November karena prospek pasokan yang lebih ketat mengimbangi kekhawatiran permintaan. Harga minyak mentah WTI berjangka mencapai harga tertinggi pada perdagangan hari Kamis(14/09) di $90.59/barrel atau menguat sebesar 1.85% didorong oleh ekspektasi pengetatan pasar minyak global.
Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pengurangan pasokan yang sedang berlangsung oleh produsen besar seperti Arab Saudi dan Rusia, yang menyebabkan defisit pasar yang signifikan pada kuartal keempat. OPEC juga memperkirakan defisit besar sebesar 3,3 juta barrel/hari, sementara Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan defisit sebesar 230.000 barrel.
.Harga emas bertahan mendekati level terendah dalam tiga minggu pada hari Kamis, dengan mencapai harga terendah di 1,900.97 setelah harga produsen dan data penjualan ritel AS yang lebih tinggi dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran bahwa suku bunga AS kemungkinan akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, sehingga memberikan penguatan terhadap US dollar dan imbal hasil obligasi. Namun Harga emas rebound dan stabil di area $1,909.08
Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 331,98 poin, atau 0,96%, menjadi 34.907,51, S&P 500 (.SPX) bertambah 37,73 poin, atau 0,84%, menjadi 4.505,17 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 112,47 poin, atau 0,81% menjadi 13.926,05.
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Hari Jumat(15/09/23)
Data Perdagangan pada Kamis(15/09)
Open: 1,912.09 High: 1,915.65 Low: 1,905.55 Close: 1,908.80 Range: 10.10
Untuk area Resistance emas tetap akan menguji area harga 1,914.55 dengan dorongan lebih luas menuju area 1,923.65 – 1,934.94
Untuk area support emas akan menguji level harga1,900.00 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,892.37 – 1,884.74
Prospek Harga Minyak Hari Jumat(15/09/23)
Data perdagangan pada Kamis (14/09)
Open: 88.80 High: 90.69 Low: 88.67 Close: 90.69 Range: $2.02
Minyak akan menguji area resistance di 91.32 dengan dorongan lebih luas menuju area 92.14 – 93.72
Untuk area support Minyak tetap akan menguji level harga 89.34 dengan tekanan lebih dalam menuju area 88.00 – 87.39
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,915 R2 1,928 R3 1,941
S1 1,902 S2 1,894 S3 1,886
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1,902 |
| Profit Target Level | 1,913 |
| Stop Loss Level | 1,895 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1,915 |
| Profit Target Level | 1,907 |
| Stop Loss Level | 1,922 |
OIL INTRADAY AREA
R1 91.32 R2 92.14 R3 93.72
S1 89.34 S2 88.00 R3 87.39
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 89.34 |
| Profit Target Level | 90.40 |
| Stop Loss Level | 88.84 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 91.32 |
| Profit Target Level | 90.25 |
| Stop Loss Level | 91.82 |
Semangat siang dan salam trading serta salam sehat selalu sobat trader TPFx. Usahakan sebelum trading di market sobat trader wajib melakukan prediksi dan Analisa. Dalam trading di perlukan 2 analisa yaitu Analisa Tekhnikal dan Analisa Fundamental. Dalam kesempatan ini kami akan membantu memberikan informasi agar para sobat trader lebih memahami khususnya untuk Analisa Fundamental yang lebih detail membahas mengenai rilis data ekonomi dan efek nya terhadap pergerakan harga di market.
Untuk trading dengan analisa tekhnikal tanpa indikator “entry BUY” dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/ilmu-trading-buta-blind-trading-naked-chart-tanpa-indikator-entry-buy),
Untuk trading dengan analisa tekhnikal dengan memahami bentuk dan nama candlestick dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/trading-bahasa-candlestick-anti-mc/),
Untuk trading dengan style “scalping” jangan bilang jago scalping kalau belum tahu rumusnya, cek di article berikut (https://www.tpfx.co.id/jago-scalping-ini-rumusnya/),
untuk info market tiap pagi bisa di follow ((https://vt.tiktok.com/ZSLGka5rD/),
atau di IG
https://instagram.com/nurhakim9501_goldfather?utm_source=qr&igshid=ZDc4ODBmNjlmNQ%3D%3D),
Untuk hari ini Kamis 14 September 2023 akan banyak rilis data USD : PPI & Core PPI, Retail Sales, Core Retail Sales serta Unemployment Claims yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar). Semua data ini mempunyai effect yang sangat besar terhadap pergerakan market terutama Dollar AS dan pastinya mempengaruhi pergerakan mata uang utama lainnya serta commodity di Emas juga Minyak bahkan indeks saham.
USD : PPI yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB, (https://www.forexfactory.com/calendar) data ini merupakan salah satu indicator bagi bank sentral dan pemerintah dalam melihat tingkat inflasi. Data ini juga berisi data yang mengukur Perubahan harga barang jadi dan jasa yang dijual oleh produsen. Data ini adalah indikator utama untuk mengukur tingkat inflasi konsumen, dimana ketika produsen mengenakan biaya lebih untuk barang dan jasa yang di hasilkan, maka biaya yang lebih tinggi tersebut biasanya akan dibebankan kepada konsumen. PPI terdiri dari Finished Goods PPI (PPI Barang Jadi), Wholesale Prices (Harga Grosir), PPI for Final Demand (PPI permintaan akhir).
USD : Data PPI (Producer Price index) , (https://www.forexfactory.com/calendar). diprediksi 0,4% lebih baik dibandingkan dengan data periode sebelumnya, sedangkan periode sebelumnya sebesar 0,3%. Mengacu dari prediksi ini maka peluang untuk penguatan Dollar AS masih akan terus berlanjut. Jika nanti dirilis sesuai prediksi atau bahkan di atas prediksi maka besar peluangnya Dollar AS akan menguat sangat besar, begitupun sebaliknya jika di rilis dibawah prediksi dan dibawah periode sebelumnya, maka kondisi Dollar AS akan melemah.
USD : Core PPI data ini merupakan inti dari PPI, dimana indeks ini akan mengukur harga barang dan jasa di tingkat produsen namun diluar sektor makanan (sembako) dan energi. Dari data PPI sebenarnya sektor makanan dan energi menyumbang sebesar 40% dari keseluruhan data inflasi (PPI). Namun data makanan dan energi tidak terlalu dominan mempengaruhi besarnya inflasi di tingkat produsen.
Data Core PPI meliputi data inti barang jadi, dan data inti untuk produk bahan baku menjadi bahan jadi.
Data Core PPI di prediksi di 0,2% sedangkan pada periode sebelumnya 0,3%. Jika data Core PPI di rilis seperti prediksi maka kondisi Dollar AS akan melemah, namun jika dirilis dibawah prediksi maka Dollar AS melemah cukup dalam.
Core Retail Sales merupakan data ekonomi yang akan memberikan gambaran nilai inti/core suatu indeks penjualan harga barang pada tingkat eceran namun tidak termasuk mobil. Sebenarnya penjualan mobil dapat menyumbang sekitar 20% dari total rilis data retail Sales atau eceran ini, namun imbas naik turunnya nilai jual mobil yang sangat tidak stabil sehingga data inti/core penjualan eceran ini tidak memasukan data mobil tersebut. Data inti ini dianggap oleh para pelaku pasar/investor sebagai data yang akurat untuk mengukur tren biaya pengeluaran yang terjadi saat itu.
Untuk data Core Retail Sales Amerika hari ini di prediksi 0,4 % sedangkan periode sebelumnya 1,0 %. Mengacu dari data ini, para analis memperkirakan data tersebut akan buruk untuk mata uang Dollar AS. Jika actual (data sesungguhnya) yang akan di rilis malam nanti pada pukul 19:30 WIB, jika sesuai prediksi maka akan melemahkan mata uang Dollar AS, namun jika di rilis diatas prediksi serta diatas periode sebelumnya maka penguatan Dollar AS akan cukup besar begitupun sebaliknya.
Retail Sales merupakan data ekonomi yang akan memberikan gambaran nilai suatu indeks penjualan harga barang pada tingkat eceran/retail. Data ini merupakan indeks pengeluaran konsumen secara luas dan umum untuk sektor vital dalam kehidupan suatu negara. Data ini juga memberikan kontribusi yang besar terhadap tolak ukur tingkat ekonomi suatu negara, terutama untuk mengukur daya beli dan besarnya pengeluaran yang dilakukan masyarakat di tingkat eceran/retail.
Untuk data Retail Sales Amerika hari ini di prediksi 0,1% sedangkan periode sebelumnya 0,7%. Mengacu dari data ini, para analis memperkirakan data tersebut akan membuat mata uang Dollar AS melemah. Jika actual (data sesungguhnya) yang akan di rilis malam nanti pada pukul 19:30 WIB, jika sesuai prediksi maka akan membuat mata uang Dollar AS melemah, namun jika di rilis diatas prediksi serta diatas periode sebelumnya maka penguatan Dollar AS akan cukup besar begitupun sebaliknya.
USD : Unemployment Claim yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB, (https://www.forexfactory.com/calendar) merupakan indeks data ekonomi AS terutama yang memberikan informasi mengenai tingkat pengangguran Mingguan. Data ini berisi berapa banyak masyarakat Amerika yang melakukan claim/lapor diri bahwa mereka tidak bekerja pada waktu tersebut.
Di Amerika Serikat pengangguran atau setiap orang yang tidak mempunyai pekerjaan pada masa tertentu akan mendapatkan tunjangan/santunan dari negara. Di AS akan ada rilis data yang berhubungan dengan pengangguran, baik tingkat pengangguran mingguan (Unemployment Claim) maupun pengangguran bulanan (Unemployment Rate).
USD : Unemployment Claim yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB, hari ini di prediksi akan mengalami peningkatan. Jumlah claim pengangguran mingguan di prediksi sebesar 226K (226.000) sedangkan data minggu lalu sebesar 216K (216.000). jika data tersebut dirilis sesuai prediksi maka akan membuat mata uang Dollar AS melemah. Namun jika nanti dirilis dibawah prediksi dan dibawah periode sebelumnya maka akan membuat mata uang Dollar AS menguat sangat besar.
Semoga dengan informasi ini sobat trader dapat lebih bijak dalam trading dan lebih tahu akan dampak rilis data ekonomi terhadap pergerakan harga. Tetap bijak dalam trading dengan mengutamakan Money Mangment dan Risk Management, agar happy trading dan profit konsisten
| DAERAH | 1 | 2 | 3 |
| MENDUKUNG | 17963 | 17856 | 17735 |
| POROS | 18069 | ||
| PERLAWANAN | 18168 | 18278 | 18423 |
[ukuran kolom = “1/2” terakhir = “salah”]
| POSISI TERBUKA | MEMBELI |
| Tingkat harga | 18225 |
| Tingkat target keuntungan | 18350 |
| Hentikan Tingkat Kerugian | 18141 |
[/kolom] [kolom ukuran = “1/2” terakhir = “benar”]
| POSISI TERBUKA | MENJUAL |
| Tingkat harga | 17963 |
| Tingkat Sasaran Keuntungan | 17856 |
| Hentikan Tingkat Kerugian | 18401 |
[/kolom]
| Sebelumnya Tutup | 18.010 |
| Rata-rata Jil. (3m) | 2.606.279.714 |
| Rentang Hari | 17.964,5 – 18.191 |
| Membuka | 18.010 |
| kisaran 52 minggu | 14.597,31 – 22.700,85 |

NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Harga Indeks konsumen naik pada bulan Agustus karena lonjakan harga minyak memicu kenaikan inflasi secara umum, menurut data dari Biro Statistik Tenaga Kerja. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,6% dibandingkan bulan lalu dan 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya di bulan Agustus.
sebuah percepatan dari kenaikan bulanan sebesar 0,2% di bulan Juli dan kenaikan harga tahunan sebesar 3,2%. Peningkatan dari tahun ke tahun sedikit lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang memperkirakan kenaikan tahunan sebesar 3,6%.
Bagaimana The Fed merespons data ekonomi baru yang menunjukkan kenaikan harga mempunyai konsekuensi luas bagi pasar. Dalam beberapa bulan terakhir, para pengamat memiliki pandangan yang lebih optimis terhadap respons kebijakan The Fed terhadap inflasi, yang telah memoderasi tingkat inflasi dalam sejarah dan menghindari resesi.
Namun upaya The Fed tetap merupakan tindakan penyeimbang yang rumit. Sinyal lebih lanjut bahwa inflasi tidak melambat dengan cukup cepat dapat memberikan tekanan pada para bankir sentral mengambil tindakan yang lebih untuk membatasi perekonomian
Sementara itu di kawasan Eropa, Perekonomian Inggris yang diwakili oleh data GDP menyusut sebesar -0,5% bulan ke bulan pada Juli 2023, penurunan terbesar sepanjang tahun ini dan membalikkan pertumbuhan 0,5% pada bulan Juni. Angka tersebut lebih buruk dari perkiraan pasar yang memperkirakan penurunan sebesar 0,2%. Produksi industri di Kawasan Euro turun 1,1% bulan ke bulan pada Juli 2023, menandai berakhirnya periode ekspansi tiga bulan dan melampaui perkiraan penurunan sebesar 0,7%.
Imbal hasil Treasury AS melemah setelah laporan CPI, yang menyarankan The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan mendatang. Imbal hasil Obligasi 10 tahun terakhir di harga 4,2544%, dari 4,264%.
Greenback stabil terhadap enam mata uang utama lainnya menyusul data inflasi, yang tidak banyak berpengaruh terhadap perkiraan jeda kenaikan suku bunga The Fed.
Indeks dolar (.DXY) naik 0,05%, dan euro turun 0,2% menjadi $1,0731. Yen Jepang melemah 0,26% terhadap greenback pada 147,47/dollar, sementara Sterling terakhir diperdagangkan pada $1,249, menguat sebesar 0,05%.
Harga minyak merosot karena peningkatan persediaan AS yang mengejutkan membantu para pelaku pasar melampaui ekspektasi pasokan yang ketat.
Minyak mentah berjangka WTI turun di bawah $89 /barel pada hari Rabu, setelah menyentuh level tertinggi 10 bulan pada hari sebelumnya, karena peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS mengimbangi ekspektasi ketatnya pasokan minyak mentah untuk sisa tahun ini. Minyak mentah AS tergelincir 0,36% menjadi $88,52/barrel
Emas berada dalam range perdaganga yang sempit setelah rilis data CPI dan menutup perdagangannya di area 1908.80 mendekati posisi terendah tiga minggu,
Dow Jones Industrial Average turun 70,1 poin, atau 0,2%, menjadi 34.575,89, S&P 500 bertambah 5,59 poin, atau 0,13%, menjadi 4.467,49 dan Nasdaq Composite bertambah 39,96 poin, atau 0,29% menjadi 13.813,59.
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Hari Kamis(14/09/23)
Data Perdagangan pada Rabu(14/09)
Open: 1,912.09 High: 1,915.65 Low: 1,905.55 Close: 1,908.80 Range: 10.10
Untuk area Resistance emas tetap akan menguji area harga 1,922.66 dengan dorongan lebih luas menuju area 1,930.65 – 1,939.37
Untuk area support emas akan menguji level harga1,902.77 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,892.37 – 1,884.74
Prospek Harga Minyak Hari Kamis(14/09/23)
Data perdagangan pada Rabu (14/09)
Open: 88.73 High: 89.62 Low: 88.27 Close: 88.77 Range: $1.35
Minyak tetap akan menguji area resistance di 89.78 dengan dorongan lebih luas menuju area 90.30 – 91.32
Untuk area support Minyak tetap akan menguji level harga 88.00 dengan tekanan lebih dalam menuju area 87.39 – 86.70
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,913 R2 1,926 R3 1,939
S1 1,900 S2 1,892 S3 1,884
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1,900 |
| Profit Target Level | 1,911 |
| Stop Loss Level | 1,893 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1,913 |
| Profit Target Level | 1,905 |
| Stop Loss Level | 1,920 |
OIL INTRADAY AREA
R1 89.78 R2 90.30 R3 91.32
S1 88.00 S2 87.39 R3 86.70
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 88.00 |
| Profit Target Level | 90.05 |
| Stop Loss Level | 87.50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 89.78 |
| Profit Target Level | 88.70 |
| Stop Loss Level | 90.28 |
Semangat belajar dan salam sehat serta salam trading sobat trader TPFx, hari ini Rabu 13 September 2023 kami akan memberikan informasi mengenai rilis data ekonomi high impact yang akan mempengaruhi pergerakan harga di market tentunya . Penjabaran ini semoga berguna dan membantu sobat trader sebelum melakukan entry posisi di market dan diharapkan menjadi tambahan informasi dan wawasan pengetahuan seputar rilis data ekonomi high impact dimarket.
Sangat di sarankan dan dianjurkan selain Analisa Fundamental (rilis data ekonomi) sobat trader perlu juga untuk memperhatikan Analisa Tekhnikal, yaitu dengan membuat level – level psikologis market untuk pair tertentu dengan menggunakan perhitungan Pivot Poin, Support dan Resistance.
Untuk trading dengan analisa tekhnikal tanpa indikator “entry BUY” dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/ilmu-trading-buta-blind-trading-naked-chart-tanpa-indikator-entry-buy),
Untuk trading dengan analisa tekhnikal dengan memahami bentuk dan nama candlestick dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/trading-bahasa-candlestick-anti-mc/),
Untuk trading dengan style “scalping” jangan bilang jago scalping kalau belum tahu rumusnya, cek di article berikut (https://www.tpfx.co.id/jago-scalping-ini-rumusnya/),
untuk info market tiap pagi bisa di follow ((https://vt.tiktok.com/ZSLGka5rD/),
atau di IG
https://instagram.com/nurhakim9501_goldfather?utm_source=qr&igshid=ZDc4ODBmNjlmNQ%3D%3D),
Rabu 13 September 2023 akan rilis data USD : CPI m/m, CPI y/y & Core CPI m/m yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar). Efek rilis kedua data inflasi Amerika ini akan memberikan dampak yang cukup besar terhadap pair yang merilis data tersebut, yaitu Dollar Amerika, pastinya akan juga berdampak besar terhadap pair lainnya yang berkaitan dengan mata uang Dollar AS tersebut, yaitu Forex, Indeks dan Gold serta Oil.
CPI m/m = berarti data ini dirilis untuk melihat tingkat inflasi month to month (per bulan)
CPI y/y = berarti data ini dirilis untuk melihat tingkat inflasi year to year (pertahun)
USD : CPI (Consumer Price Index & Core CPI ) yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar) kita akan bahas satu persatu.
CPI = Consumer Price Index merupakan data ekonomi yang akan memberikan gambaran suatu rata-rata harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Dimana rata-rata harga barang dan jasa merupakan tolak ukur dari tingkat inflasi secara keseluruhan. Seperti kita ketahui inflasi sangat penting untuk tolak ukur menguat atau melemahnya mata uang. Pastinya kondisi mata uang erat kaitannya dengan tingkat suku bunga acuan. Tingkat inflasi juga menjadi bahan pertimbangan bagi Bank Sentral Amerika The Fed. dalam mengambil keputusan apakah pada pertemuan nanti suku bunga serta kebijakan moneter dan fiscal saat ini akan tetap di pertahankan, dinaikkan atau bahkan diturunkan.
Untuk data CPI m/m diprediksi sebesar 0,6% sedangkan sebelumnya sebesar 0,2%. Jika data ini dirilis sesuai prediksi maka akan berpengaruh terhadap sikap Bank Sentral AS The Fed yang diprediksi akan sangat agresif di dalam wacana menaikkan tingkat suku bunga lanjutannya, sehingga berpotensi akan menguatkan mata uang Dollar AS.
Untuk data CPI y/y data inflasi tahunan diprediksi akan melonjak kembali, diperkirakan sebesar 3,6% sedangkan pada periode sebelumnya sebesar 3,2%. Data ini merupakan gambaran tingkat inflasi AS tahunan. Jika di rilis sesuai prediksi maka tingkat inflasi AS akan kembali naik, sehingga agresifitas The Fed akan kembali meningkat sehingga menimbulkan opsi mengenai wacana lanjutan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Sikap ini bisa dikatakan hawkish sehingga akan membuat mata uang Dollar AS akan melanjutkan penguatannya. Namun jika dirilis dibawah prediksi dan dibawah periode sebelumnya, maka sikap agresif The Fed akan memudar sehingga akan menekan Dollar AS melemah.
Jika data inflasi ini dirilis diatas prediksi, maka bisa saja peluang ini di manfaatkan oleh Bank Sentral Amerika The Fed untuk semakin agresif dalam mengambil keputusan dan kebijakan moneter dan fiskal nya terutama mengenai wacana kenaikan suku bunga lanjutan.
Core CPI = Core Consumer Price Index merupakan harga inti (core) dari nilai rata-rata harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Untuk harga makanan dan energi menyumbang sekitar ¼ dari keseluruhan nilai CPI namun data ini dianggap oleh para pelaku pasar cenderung fluktuatif sehingga akan sulit menilai arah trend yang sedang berlangsung, oleh karena itu para pelaku pasar lebih focus dan menunggu data inti (core) CPI agar lebih jelas tingkat inflasi yang ada.
Bagi sidang pertemuan ketua Bank Sentral negara bagian di AS dengan ketua Bank Sentral The Fed atau dikenal dengan FOMC, data inti (core) CPI ini juga penting dan menjadi tolak ukur penentuan arah kebijakan moneter yang akan mereka ambil.
Untuk data Core CPI diprediksi akan stabil atau tidak berubah dari data periode sebelumnya. Diprediksi sebesar 0,2% sedangkan data periode sebelumnya sebesar 0,2%. Jika dirilis sesuai prediksi maka akan membuat mata uang Dollar AS tetap menguat. Jika dirilis diatas prediksi dan diatas periode sebelumnya maka akan sangat positive untuk Dollar AS
Semoga informasi mengenai rilis data high impact dan pengertiannya serta efeknya di market ini akan membuat sobat trader lebih yakin dalam prediksi dan Analisa dan lebih percaya diri untuk entry posisi di market.
Happy trading dan selalu utamakan Money Management dan Risk Management agar wede konsisten bisa sobat trader raih.
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 17855 | 17681 | 17462 |
| PIVOT | 18024 | ||
| RESISTANCE | 18188 | 18372 | 18571 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 18222 |
| Profit target level | 18375 |
| Stop Loss Level | 18110 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 17981 |
| Profit Target Level | 17835 |
| Stop Loss Level | 18105 |
| Prev Close |
18.023,5
|
| Average Vol. (3m) | 2.615.774.004 |
| Day’s Range | 18.061,5–18.189 |
| Open | 18.157 |
| 52 WK range | 14.597,31–22.700,85 |

NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Emas merosot ke level terendah dalam lebih dari dua minggu pada hari Selasa di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan suku bunga tinggi akan berakhir meskipun inflasi saat ini masih relatif tinggi. Harga emas diperdagangkan melemah sebesar 0,8% menjadi $1,907.51
Para pejabat Federal Reserve telah memberi isyarat menjelang pertemuan kebijakan berikutnya bulan ini bahwa mereka dapat bergerak perlahan dalam upaya melawan inflasi karena pasar tenaga kerja melemah dan harga-harga turun dari level tertinggi akibat pandemi.
Itu bisa berarti jeda bulan ini. Namun mereka juga memperingatkan bahwa hal ini mungkin tidak berarti bank sentral selesai menaikkan suku bunga.
“Pada tahap ini, saya percaya kita harus melanjutkan secara bertahap, dengan mempertimbangkan risiko bahwa inflasi akan terlalu tinggi dibandingkan dengan risiko yang terlalu melemahkan perekonomian,” kata Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan.
“Lompatan lagi mungkin tepat saat kita bertemu akhir bulan ini,” tambah Logan. “Tetapi melewatkan hal ini tidak berarti berhenti. Dalam beberapa bulan mendatang, evaluasi lebih lanjut terhadap data dan prospek dapat mengkonfirmasi bahwa kita perlu berbuat lebih banyak untuk memadamkan inflasi.”
Hari ini Biro Statistik Tenaga Kerja AS (US Bureau of Labor Statistic) akan merilis Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Indeks/CPI) sebagai salah satu data ekonomi untuk mengukur laju inflasi. US CPI diperkirakan naik 0,6% menjadi 3,6% untuk periode bulan Agustus menurut dibandingkan data bulan sebelumnya sebesar 3,2%. Jika angka inflasi sesuai atau berada di atas perkiraan pasar, harga emas kemungkinan akan terdepresiasi karena The Fed berpotensi memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga satu kali pada tahun ini.
Greenback menguat terhadap sejumlah mata uang dunia karena yen melemah akibat komentar dari bankir terkemuka Jepang yang menyarankan kemungkinan diakhirinya kebijakan suku bunga negatif.
Indeks dollar (.DXY) naik 0,13%,menjadi 104.55 dan euro turun 0,16% menjadi $1,0731.
Yen Jepang melemah 0,38% terhadap greenback pada 147,16/dollar, sementara sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2488, turun 0,17%.
Imbal hasil Treasury AS berada dalam kisaran tertentu setelah lelang 10 tahun, tetap stabil menjelang laporan CPI Departemen Tenaga Kerja.
Obligasi obligasi 10 tahun terakhir naik harganya pada 32/4 menjadi menghasilkan 4,2722%, dari 4,288% .
Harga minyak naik mendekati level tertingginya dalam 10 bulan, didorong oleh prospek pasokan yang lebih ketat dan prospek permintaan global yang cerah dari OPEC, sehingga memperpanjang kenaikan selama musim panas yang mengakibatkan tekanan inflasi. Minyak mentah AS naik 1,78% menjadi $88,84/barrel
Dow Jones Industrial Average naik 51,97 poin, atau 0,15%, menjadi 34,715.69, S&P 500 kehilangan 17,28 poin, atau 0,39%, menjadi 4,470.18 dan Nasdaq Composite turun 114,72 poin, atau 0,82%, menjadi 13.803,18.
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Hari Rabu(13/09/23)
Data Perdagangan pada Selasa(13/09)
Open: 1,922.10 High: 1,924.43 Low: 1,907.51 Close: 1,913.05 Range: 14.06
Untuk area Resistance emas akan menguji level harga 1,922.66 dengan dorongan lebih luas menuju area 1,930.65 – 1,939.37
Untuk area support emas akan menguji level harga1,902.77 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,892.37 – 1,884.74
Prospek Harga Minyak Hari Rabu(13/09/23)
Data perdagangan pada Selas(12/09)
Open: 87.25 High: 89.34 Low: 87.20 Close: 88.87 Range: $2.14
Minyak akan menguji area resistance di 89.78 dengan dorongan lebih luas menuju area 90.30 – 91.32
Untuk area support Minyak tetap akan menguji level harga 88.00 dengan tekanan lebih dalam menuju area 87.39 – 86.70
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,917 R2 1,930 R3 1,943
S1 1,904 S2 1,896 S3 1,888
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1,904 |
| Profit Target Level | 1,915 |
| Stop Loss Level | 1,897 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1,917 |
| Profit Target Level | 1,909 |
| Stop Loss Level | 1,924 |
OIL INTRADAY AREA
R1 89.78 R2 90.30 R3 91.32
S1 88.00 S2 87.39 R3 86.70
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 88.00 |
| Profit Target Level | 90.05 |
| Stop Loss Level | 87.50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 89.78 |
| Profit Target Level | 88.70 |
| Stop Loss Level | 90.28 |
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Hubungi Kami
Download TPFx Mobile Apps
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy