Minyak Anjlok Tekan Sentimen Pasar Global
Minyak anjlok pada perdagangan Rabu setelah Amerika Serikat mencapai kesepakatan impor minyak mentah dari Venezuela dengan nilai hingga US$2 miliar. Kesepakatan tersebut memicu kekhawatiran peningkatan pasokan global dan langsung menekan sentimen pasar energi, sekaligus membebani pergerakan aset berisiko.
Harga minyak mentah AS turun US$1,14 dan ditutup di US$55,99 per barel, sementara Brent melemah 74 sen ke level US$59,96 per barel. Pasar menilai langkah Washington sebagai sinyal kontrol jangka panjang terhadap penjualan dan pendapatan minyak Venezuela.
Wall Street Melemah, Nasdaq Bertahan
Di Wall Street, indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup melemah, meskipun sempat mencetak rekor intraday. Nasdaq Composite justru mampu menguat tipis. Sektor keuangan dan pertahanan memimpin pelemahan setelah muncul tekanan kebijakan dan perubahan rekomendasi analis.
Saham JPMorgan Chase turun 2,3% setelah penurunan peringkat, sementara saham kontraktor pertahanan tertekan setelah Presiden AS menyatakan akan membatasi dividen dan pembelian kembali saham hingga produksi senjata dipercepat. Saham Lockheed Martin anjlok 4,8%, sedangkan RTX turun 2,5%.
Data ADP dan ISM Jadi Sorotan Utama
Investor juga mencermati rangkaian data ekonomi AS. Laporan ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta hanya mencapai 41 ribu pada Desember, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 47 ribu. Data ini mengindikasikan pendinginan pasar tenaga kerja menjelang akhir tahun.
Sebaliknya, indeks ISM sektor jasa menunjukkan aktivitas ekonomi berekspansi pada laju tercepat sejak Oktober 2024, melampaui perkiraan. Perbedaan sinyal antara data ketenagakerjaan dan aktivitas bisnis ini membuat pelaku pasar semakin berhati-hati dalam menilai arah kebijakan The Fed.
Pasar Menanti Laporan Nonfarm Payrolls
Selain ADP, data pembukaan lowongan kerja AS juga tercatat turun ke level terendah dalam satu tahun. Fokus investor kini tertuju pada rilis laporan nonfarm payrolls yang dipandang krusial dalam menentukan prospek suku bunga.
Pelemahan pasar tenaga kerja berpotensi memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga, dengan pasar saat ini memperkirakan dua kali penurunan suku bunga The Fed sepanjang tahun ini.
Logam Industri Terkoreksi, Emas Turun
Tekanan pasar tidak hanya terjadi pada minyak. Harga tembaga jatuh hingga sekitar 3% dari rekor tertinggi setelah reli kuat sebelumnya, sementara nikel juga terkoreksi dari level puncak 19 bulan. Aksi ambil untung muncul setelah investor beralih dari emas dan perak ke logam industri di awal pekan.
Harga emas turut melemah seiring aksi penguncian keuntungan dan pergeseran fokus dari risiko geopolitik ke data ekonomi AS. Meredanya ketegangan pasokan minyak turut mengurangi permintaan aset safe haven.
Bursa Eropa dan Pasar Global Ikut Melemah
Di Eropa, indeks saham utama menghentikan rangkaian penutupan rekor dan berakhir melemah tipis. Investor menilai perkembangan terbaru terkait Venezuela serta data inflasi zona euro yang melambat ke 2% secara tahunan pada Desember, sesuai target bank sentral.
Indeks saham global MSCI bergerak turun, mencerminkan sikap wait and see investor global di tengah kombinasi tekanan komoditas dan ketidakpastian kebijakan moneter.
Obligasi dan Dolar AS
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak turun seiring evaluasi data ekonomi dan meningkatnya kehati-hatian menjelang rilis data tenaga kerja. Yield Treasury tenor 10 tahun melemah sekitar 4 basis poin ke kisaran 4,14%.
Di pasar valuta asing, dolar AS menguat tipis terhadap mata uang utama, dengan indeks dolar naik ke area 98,75.
Dengan tekanan pasokan yang meningkat dan fokus pasar tertuju pada data ekonomi AS, minyak anjlok menjadi pemicu utama perubahan sentimen global dalam jangka pendek.
Prospek harga Emas Kamis | 08 Januari 2026
Harga emas pada grafik H4 bergerak menguat dan saat ini bertahan di atas area SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 4.426. Selama harga mampu mempertahankan pergerakan di atas area ini, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka dengan target terdekat mengarah ke resistance 4.500, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Indikator RSI berada di sekitar level 56 yang mencerminkan momentum bullish moderat, meski laju kenaikan masih berpotensi tertahan selama harga belum mampu menembus area resistance secara meyakinkan. Jika terjadi koreksi, area 4.426 hingga 4.394 berpotensi menjadi zona penopang utama sebelum arah tren kembali ditentukan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.500 R2 4.520 R3 4.550
S1 4.445 S2 4.426 S3 4.394
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.447 |
| Profit Target Level | 4.500 |
| Stop Loss Level | 4.420 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.500 |
| Profit Target Level | 4.470 |
| Stop Loss Level | 4.525 |
Prospek harga US Oil Kamis | 08 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 kembali berada dalam tekanan setelah menembus area support 57,14, yang kini beralih fungsi menjadi resistance terdekat. Kenaikan harga sebelumnya hanya bersifat korektif dan masih tertahan di bawah garis downtrend, sehingga struktur bearish secara keseluruhan tetap terjaga.
Area resistance berikutnya berada di sekitar SMA 50 pada kisaran 57,50, kemudian di 57,91, yang selama belum ditembus berpotensi membatasi pergerakan naik. Selama harga bergerak di bawah area resistance tersebut, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka dengan target mengarah ke support 55,65, kemudian 55,44 hingga 54,87. Indikator RSI yang berada di sekitar level 42 mencerminkan momentum bearish masih dominan meski ruang koreksi teknikal tetap terbuka.
US Oil INTRADAY AREA
R1 57,14 R2 57,50 R3 57,91
S1 55,85 S2 55,44 S3 54,87
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 56,00 |
| Profit Target Level | 55,30 |
| Stop Loss Level | 57,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 57,10 |
| Profit Target Level | 56,00 |
| Stop Loss Level | 58,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih berada dalam tren menurun dengan level pivot di 81,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji area support di kisaran 78,20-76,00.





Harga emas pada grafik H4 kembali menguat dan bertahan di atas SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.426. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias bullish jangka pendek masih terjaga. Kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke resistance 4.475, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga sempat menembus resistance 58,45, namun gagal bertahan dan berbalik turun cukup tajam. Tekanan jual berlanjut hingga harga menembus area 57,50 yang sebelumnya berperan sebagai support, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Saat ini harga juga bergerak di bawah SMA 50 di kisaran 57,91, menegaskan bahwa bias bearish kembali mendominasi.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 57,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 58,50 hingga 59,30.

Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil kembali bertahan di atas area SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.431–4.404. Rebound dari koreksi sebelumnya membentuk struktur higher low, sementara RSI bergerak naik dan bertahan di atas level netral 50, mengindikasikan momentum beli yang mulai menguat.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan sinyal pemulihan yang lebih konstruktif setelah harga berhasil bertahan di atas area support 57,19–57,50 dan kembali bergerak di atas SMA 50. Momentum penguatan mendapat konfirmasi dari RSI yang telah menembus garis downtrend-nya, menandakan berakhirnya tekanan jual jangka pendek dan meningkatnya minat beli. Selama harga mampu bertahan di atas area 57,91–57,50, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka dengan potensi pengujian resistance 58,86 hingga 59,42.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bullish pada time frame H4. Selama harga bertahan di atas level pivot 4.370, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.460. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan lanjutan berpotensi menguji zona resistance berikutnya di kisaran 4.460–4.518.

Harga emas pada grafik H4 masih bergerak dalam struktur uptrend jangka menengah, terlihat dari posisi harga yang tetap bertahan di atas trendline naik. Namun, dalam jangka pendek pergerakan cenderung konsolidatif setelah koreksi tajam dari area puncak, dengan harga saat ini masih berada di bawah area resistance 4.343–4.377 sekaligus belum mampu menembus area SMA 50.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish. Kondisi ini terlihat dari struktur lower high yang terbentuk di bawah trendline turun jangka menengah. Harga kembali bergerak di bawah area SMA 50 dan gagal bertahan di atas resistance 57,60–58,03. Hal tersebut mencerminkan lemahnya momentum rebound.
