Market Summary
Peluang trading silver kembali terbuka lebar seiring lonjakan harga yang mencerminkan meningkatnya permintaan aset aman. Harga Silver melonjak lebih dari 6% dan sempat menembus area USD 110 per ounce, melanjutkan tren penguatan empat hari berturut-turut. Investor aktif memburu logam mulia karena meningkatnya risiko geopolitik, ketegangan perdagangan global, serta pelemahan mata uang dan obligasi pemerintah.
Ketegangan Perdagangan Global Dorong Harga Silver
Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif impor Korea Selatan dari 15% menjadi 25% memicu kekhawatiran pasar. Trump juga memperingatkan Kanada dengan potensi tarif 100% jika negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China. Kondisi ini membuat pelaku pasar bersikap defensif dan mengalihkan dana ke Silver sebagai aset lindung nilai.
Ketidakpastian The Fed Tekan Dolar AS
Harga Silver turut menguat seiring melemahnya Dolar AS. Indeks Dolar (DXY) turun ke area 97, level terendah sejak September 2025. Pasar merespons kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve setelah Trump memberi sinyal akan segera mengumumkan calon pengganti Jerome Powell. Spekulasi ini meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Risiko Shutdown Pemerintah AS Tambah Tekanan Pasar
Ancaman partial shutdown pemerintah AS menjelang tenggat 30 Januari memperburuk sentimen terhadap USD. Penolakan Senator Chuck Schumer terhadap rancangan anggaran meningkatkan ketidakpastian fiskal. Situasi ini memperkuat daya tarik Silver di tengah arus keluar dari aset berbasis dolar.
Debasement Trade Jadi Katalis Tambahan
Silver juga mendapat dukungan dari fenomena debasement trade, yaitu peralihan investor dari obligasi dan mata uang ke aset riil. Kekhawatiran terhadap belanja fiskal besar di negara maju mendorong minat terhadap logam mulia sebagai penyimpan nilai jangka panjang.
Prospek Silver Jangka Pendek dan Menengah
Laporan Deutsche Bank mencatat bahwa harga Silver telah melonjak lebih dari 260% sejak awal 2025. Meski volatilitas tetap tinggi, tren jangka pendek masih cenderung positif. Namun, bank tersebut menilai Silver bisa menghadapi tantangan untuk mengungguli pasar saham dalam jangka panjang.
Bagi trader, peluang trading silver tetap menarik selama ketidakpastian geopolitik, tekanan dolar, dan sentimen dovish The Fed masih mendominasi pasar.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Silver masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 106,60. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 117,70, kemudian 121,70, hingga 127,00.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa jika harga turun dan menembus ke bawah level 106,60, maka tekanan jual berpotensi meningkat dan mendorong harga menguji area support di kisaran 102,50 hingga 99,10.
Resistance 1: 117,70 Resistance 2: 121,70 Resistance 3: 127,00
Support1: 106,60 Support 2: 102,50 Support 3: 99,10
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan harga emas pada timeframe H4 masih dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus area psikologis 5.000 dan melanjutkan reli hingga mencetak high di sekitar 5.110. Struktur harga menunjukkan pullback sehat yang bertahan di atas area 5.000, yang kini berperan sebagai support terdekat sekaligus area retest setelah breakout.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih dalam fase konsolidasi bullish setelah reli dari area 56,00 dan kini bertahan di atas zona support psikologis 60,00. Struktur harga menunjukkan pullback terbatas yang tertahan di area 60,00–59,40, sejalan dengan posisi harga yang masih berada di atas SMA 50, sehingga bias naik tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan gold pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 5.030. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.140, kemudian 5.170 hingga 5.220.

Pada grafik H4, tren emas masih bergerak bullish dengan struktur higher high dan higher low yang terjaga, didukung oleh posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50. Penembusan area resistance 4.967 membuka ruang lanjutan kenaikan menuju target FE 61,8 di sekitar 5.032, dengan potensi ekstensi ke FE 100,0 di area 5.111 jika momentum tetap kuat.
Pergerakan US Oil di time frame H4, harga menunjukkan struktur pemulihan yang cenderung bullish setelah reli dari area bawah, dengan pergerakan yang kini berada di atas SMA 50 sebagai indikasi awal penguatan tren. Meski demikian, area resistance 61,20 masih menjadi penghalang utama sehingga pergerakan saat ini lebih berpotensi diwarnai konsolidasi atau koreksi terbatas menuju area support 60,00–59,40 yang berdekatan dengan SMA 50.
Week Ahead 26–30 Januari 2026
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai USD/JPY pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot di 158,50. Selama harga berada di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut menuju support terdekat di 157,75. Jika support ini ditembus, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 157,40 hingga 157,00.

Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tren naik yang kuat setelah harga bertahan di atas area pivot 4.875. Kenaikan lanjutan membuka peluang pengujian resistance di kisaran 4.980 hingga 5.030, dengan potensi ekstensi ke area 5.130 apabila momentum bullish tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah setelah harga gagal bertahan di atas area 60,80–61,80 dan kembali bergerak di bawah SMA 50 yang kini berada di sekitar 60,0. Posisi harga yang masih tertahan di bawah SMA 50 menunjukkan tekanan jual jangka pendek masih dominan, meski RSI bergerak netral dan belum mengindikasikan kondisi jenuh jual.
