Market Summary
Peluang trading emas kembali terbuka lebar setelah harga emas menembus level USD 4.630 per troy ounce dan mencetak rekor baru. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Federal Reserve. Data inflasi AS bulan Desember menunjukkan tekanan harga yang semakin mereda, sehingga pasar memperoleh gambaran yang lebih bersih mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Kondisi tersebut mendorong investor untuk kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai.
Inflasi AS Melunak, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menguat
Data inflasi inti AS tercatat di bawah perkiraan pasar dengan kenaikan bulanan 0,2%, sementara inflasi tahunan bertahan di 2,6%, level terendah dalam empat tahun terakhir. Angka ini memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi terus mendingin. Kontrak futures suku bunga menunjukkan pasar terbelah antara proyeksi dua atau tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini, jauh di atas proyeksi median pejabat The Fed yang hanya satu kali. Situasi ini memperkuat peluang trading emas dalam jangka pendek.
Dolar AS Melemah, Dukung Harga Emas
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah di sekitar 99,10 setelah mencatat penguatan terbatas pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar membuat emas yang berdenominasi USD menjadi lebih menarik bagi pembeli global. Kondisi ini memberi dukungan tambahan bagi harga emas yang kini bergerak mendekati area rekor sebelumnya di sekitar USD 4.634 per troy ounce.
Isu Independensi The Fed dan Risiko Geopolitik
Permintaan safe haven menguat setelah muncul kembali kekhawatiran atas independensi The Fed. Ancaman tuntutan hukum terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, memicu ketidakpastian kebijakan moneter. Tekanan politik agar bank sentral memangkas suku bunga menambah kegelisahan pasar. Di sisi lain, ketegangan geopolitik tetap tinggi, terutama terkait potensi keterlibatan AS dalam konflik internal Iran. Faktor-faktor ini membuat peluang trading emas tetap menarik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Menanti Data Retail Sales dan PPI AS
Pelaku pasar kini bersikap lebih berhati-hati menjelang rilis data penting AS, termasuk Retail Sales dan Producer Price Index (PPI). Data tersebut akan menjadi petunjuk lanjutan mengenai kekuatan ekonomi dan arah inflasi. Selama dolar AS tertahan dan risiko global meningkat, emas berpotensi mempertahankan bias bullish dalam jangka pendek hingga menengah.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 4.595. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 4.655, kemudian 4.675, hingga 4.695.
Sebagai skenario alternatif, jika harga bergerak turun dan menembus ke bawah 4.595, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga membuka ruang penurunan lanjutan menuju area support 4.575 hingga 4.550.
Resistance 1: 4.655 Resistance 2: 4.675 Resistance 3: 4.695
Support1: 4.595 Support 2: 4.575 Support 3: 4.550
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada grafik H4 masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari posisi harga yang tetap berada di atas garis SMA 50 serta di atas trendline naik jangka menengah. Setelah mencetak rekor baru di area 4.630, harga mengalami koreksi terbatas dan saat ini terlihat menguji kembali area support dinamis di sekitar trendline naik sekaligus zona 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan penguatan signifikan setelah menembus garis resistance downtrend jangka menengah. Kondisi ini mengindikasikan perubahan struktur pasar dari bearish ke bullish. Kenaikan mendorong harga bergerak stabil di atas area 60,00 dan mendekati resistance 61,26. Posisi harga yang telah berada di atas SMA 50 turut memperkuat momentum kenaikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak masih berpeluang bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 83,45. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 86,20. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju area resistance 86,90–87,80.

Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang solid, dengan harga bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang kini berperan sebagai support dinamis. Setelah mencetak high baru di area 4.630, harga terlihat mengalami koreksi sehat dan bergerak turun mendekati area support 4.550–4.500, yang juga berdekatan dengan trendline naik, sehingga zona ini menjadi area krusial untuk menjaga kelanjutan tren bullish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan perubahan struktur yang lebih positif setelah harga berhasil menembus resistance trendline turun di area 58,84. Level 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sehingga selama harga mampu bertahan di atas area ini, bias bullish jangka pendek tetap terjaga. Kenaikan harga juga didukung oleh posisi harga yang sudah bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum penguatan mulai terbentuk.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi pengujian area support 1.1660 hingga 1.1620.

Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren naik setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak. Rebound dari area support di kisaran 4.422–4.450 membentuk higher low dan diikuti pergerakan harga yang kembali bertahan di atas SMA 50, menandakan momentum bullish mulai pulih.
Harga US Oil pada timeframe H4 menunjukkan sinyal pembalikan yang lebih jelas setelah berhasil menembus garis downtrend sekaligus bertahan di atas area kunci. Kenaikan sebelumnya membawa harga keluar dari tekanan bearish dan menempatkan SMA 50 di kisaran 57,60 sebagai support dinamis terdekat. Selain itu, area 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance dari downtrend line kini beralih fungsi menjadi support baru, memperkuat struktur bullish jangka pendek.
Gambaran Umum Pekan Depan
