Weekly Review: Geopolitik Picu Lonjakan Harga Energi
Weekly Review pekan ini ditandai dengan lonjakan tajam di pasar energi setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan meningkatkan serangan militer terhadap Iran dalam beberapa minggu ke depan. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran gangguan pasokan global, khususnya di Selat Hormuz.
Harga minyak melonjak signifikan, dengan Brent mendekati $109 per barel dan WTI di atas $108. Kenaikan ini mendorong saham sektor energi, di mana Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips mencatat kenaikan solid. ETF energi seperti Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) juga ikut menguat.
Ketegangan semakin meningkat setelah laporan serangan terhadap tanker minyak di perairan Qatar. Risiko gangguan distribusi membuat sebagian pelaku pasar menghentikan transaksi berbasis harga Dubai.
Dolar AS Menguat Usai Data Tenaga Kerja Solid
Weekly Review juga menunjukkan penguatan dolar AS yang kembali menembus level 100. Penguatan ini didorong oleh data tenaga kerja yang jauh lebih kuat dari ekspektasi pasar.
Nonfarm payrolls naik 178 ribu pada Maret, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Data ini mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih solid. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kombinasi data kuat dan kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi. Di sisi lain, aktivitas pasar cenderung lebih sepi karena libur Good Friday.
Emas Tertekan Kuatnya Dolar
Dalam weekly review, harga emas mengalami tekanan signifikan dan turun lebih dari 2% ke kisaran $4.677 per ounce. Penurunan ini terjadi setelah reli selama beberapa hari sebelumnya.
Penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak menjadi faktor utama yang menekan emas. Pernyataan tegas dari Donald Trump terkait eskalasi konflik juga memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, harga emas telah terkoreksi sekitar 13%, menunjukkan perubahan sentimen pasar yang cukup tajam.
Proyeksi Pasar Masih Dipenuhi Risiko
Untuk periode 06 – 10 April 2026, pasar masih akan bergerak dengan volatilitas tinggi. Ketegangan geopolitik dan lonjakan harga energi menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah pergerakan aset.
Institusi besar seperti JP Morgan dan Morgan Stanley melihat bahwa tekanan inflasi dari energi dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sementara Citigroup menilai bahwa pasar masih sensitif terhadap perkembangan konflik.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati. Arah pergerakan dolar, minyak, dan emas akan tetap menjadi fokus utama dalam menentukan sentimen risiko global.
WEEK AHEAD
(06 – 10 April 2026)
Week Ahead: Fokus Pasar pada Konflik Iran dan Arah The Fed
Pekan ke depan masih akan didominasi oleh perkembangan konflik Iran yang telah memasuki minggu keenam. Pelaku pasar akan terus mencermati peluang de-eskalasi serta perkembangan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Ketidakpastian ini tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen global.
Dari Amerika Serikat, perhatian tertuju pada rilis notulen FOMC yang diharapkan memberikan gambaran bagaimana Federal Reserve menilai dampak konflik terhadap inflasi dan pertumbuhan. Selain itu, data inflasi CPI diperkirakan melonjak akibat kenaikan harga energi, dengan inflasi bulanan diproyeksikan naik 0,9% dan tahunan mencapai 3,4%.
Amerika
Selain inflasi, pasar juga akan mencermati data ISM Services PMI yang diperkirakan menunjukkan perlambatan sektor jasa. Indeks kepercayaan konsumen dari Michigan juga berpotensi melemah, mencerminkan tekanan terhadap daya beli masyarakat.
Laporan PCE yang menjadi indikator inflasi favorit Federal Reserve juga akan dirilis, dengan belanja konsumen diperkirakan meningkat tipis. Di saat yang sama, musim laporan keuangan mulai bergulir, dengan Delta Air Lines menjadi salah satu perusahaan besar yang akan merilis kinerja terbaru.
Eropa
Di kawasan Eropa, data ekonomi menunjukkan sinyal pemulihan yang masih terbatas. Jerman diperkirakan mencatat kenaikan factory orders sebesar 5,5% setelah penurunan tajam sebelumnya. Sementara itu, produksi industri diproyeksikan tumbuh tipis.
Penjualan ritel di zona euro diperkirakan meningkat moderat, sedangkan tekanan harga produsen mulai melambat. Di Inggris, harga rumah diprediksi naik tipis, mencerminkan stabilitas pasar properti.
Asia
Di Asia, perhatian utama tertuju pada data inflasi China yang diperkirakan sedikit melambat, sementara harga produsen menunjukkan tanda pemulihan. Kondisi ini dapat memberikan sinyal awal stabilisasi ekonomi.
Di Jepang, kepercayaan konsumen diperkirakan menurun, meskipun surplus neraca berjalan diproyeksikan meningkat. Data lain seperti pengeluaran rumah tangga dan indikator industri juga akan menjadi perhatian pasar.
Sementara itu, Reserve Bank of India diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di tengah tekanan dari kenaikan harga minyak dan risiko geopolitik. Negara lain di kawasan Asia juga akan merilis data inflasi yang dapat mempengaruhi arah kebijakan masing-masing bank sentral.
Data Mingguan Perdagangan Emas (30 Maret – 03 April 2026)
Open : 4.488,41 High : 4.800,48 Low : 4.418,95 Close : 4.667,68 Range : 381,53
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.458 | R1 4.839 |
| S2 4.248 | R2 5.011 |
| S3 4.076 | R3 5.221 |
Gold Outlook : Bearish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (30 Maret – 03 April 2026)
Open : 102,62 High : 113,86 Low : 96,42 Close : 111,58 Range : 17,44
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 100,71 | R1 118,15 |
| S2 89,85 | R2 124,73 |
| S3 83,27 | R3 135,59 |
Oil Outlook : Bullish
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari struktur lower high serta posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun dan SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound ke area resistance di sekitar 1.1575–1.1620, namun belum mampu menembusnya secara konsisten, sehingga potensi penurunan masih terbuka.
Pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, terlihat dari struktur higher low yang terbentuk serta harga yang masih bergerak di atas garis tren naik. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di sekitar area 159,00–159,40 setelah sempat terkoreksi, namun tetap bertahan di atas support penting di 158,20. Selama level ini tidak ditembus, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance di 160,00 hingga 160,45.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 101,50. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 109,50. Jika level ini berhasil ditembus, penguatan berpeluang berlanjut menuju 113,00 hingga 117,00.





Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat mulai pulih setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam, di mana harga kini berhasil naik dan menembus area trendline bearish serta bergerak di atas SMA 50, menandakan adanya perubahan momentum ke arah bullish. Saat ini harga sedang menguji resistance terdekat di area 4.803, dan jika mampu menembus level tersebut secara konsisten, maka peluang kenaikan dapat berlanjut menuju area 4.840 hingga 4.867, bahkan membuka jalan ke resistance berikutnya di sekitar 4.899.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mengalami koreksi setelah sebelumnya menguat cukup signifikan, di mana harga kini bergerak turun mendekati area support di sekitar 96,50 yang juga berdekatan dengan garis SMA, sehingga zona ini menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan emas di time frame H4 masih cenderung bullish dengan pivot di 4.665. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Saat ini, harga mencoba bertahan di atas resistance 4.735. Jika level tersebut ditembus dengan kuat, kenaikan bisa berlanjut ke area 4.800 hingga 4.860.



Pergerakan emas di time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup tajam. Harga kini berhasil naik dan menembus area resistance 4.600, sekaligus bergerak di atas SMA, yang mengindikasikan adanya perubahan momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area 4.529–4.600, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 4.726.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus area resistance sebelumnya dan bergerak di atas SMA 50, meskipun saat ini mulai mengalami koreksi dari area puncak di sekitar 105.10 106,75. Koreksi yang terjadi berpotensi menguji area support terdekat di 99,54 hingga 96,50, yang menjadi zona penting untuk menjaga struktur kenaikan tetap valid.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki potensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 160,00, dilanjutkan ke 160,20 hingga 160,45.

