Pasar Saham AS Bertahan di Tengah Tekanan Politik
Independensi The Fed menjadi perhatian utama pasar global pada awal pekan, setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyampaikan ancaman langkah hukum terhadap Federal Reserve. Wall Street tetap bergerak stabil, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan baru, sementara Nasdaq menguat didorong kinerja saham sektor ritel.
Presiden Donald Trump juga menambah ketegangan geopolitik melalui pernyataan terkait Iran, Venezuela, dan Greenland. Pasar mencermati perkembangan ini karena berpotensi memicu volatilitas lanjutan di berbagai aset keuangan.
Jerome Powell Tegaskan Sikap The Fed
Ketua Federal Reserve Jerome Powell secara terbuka menolak langkah hukum dari Departemen Kehakiman AS yang melibatkan panggilan juri. Powell menegaskan bahwa bank sentral akan tetap menjalankan kebijakan moneter sesuai mandatnya, bukan tekanan politik. Pernyataan ini mempertegas posisi Federal Reserve di tengah meningkatnya sorotan terhadap independensi The Fed.
Pasar obligasi merespons dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap risiko kebijakan dan geopolitik.
Dolar Tertekan, Emas Cetak Rekor
Tekanan terhadap dolar AS semakin terasa setelah isu ini mencuat. Indeks dolar melemah terhadap mata uang utama, sementara euro menguat. Pelemahan dolar mendorong emas melonjak hingga menembus rekor baru di atas level USD 4.600 per ons, sebelum sedikit terkoreksi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investor memilih aset lindung nilai di tengah ketidakpastian kebijakan moneter dan geopolitik global.
Harga Minyak Menguat di Tengah Risiko Pasokan
Harga minyak mencatat level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir. Kekhawatiran gangguan pasokan dari Iran menjadi faktor utama penguatan, meski pasar juga memperhitungkan potensi tambahan pasokan dari Venezuela. Minyak Brent dan WTI sama-sama menutup perdagangan dengan kenaikan signifikan.
Sektor Keuangan Tertekan Isu Batas Bunga Kartu Kredit
Saham perbankan dan perusahaan kartu kredit melemah setelah Presiden Donald Trump mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit sebesar 10% selama satu tahun. Saham Citigroup, American Express, dan Capital One mencatat penurunan karena investor menilai kebijakan ini berpotensi menekan profitabilitas sektor keuangan.
Fokus Pasar Pekan Ini
Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi AS, data perdagangan China, serta musim laporan keuangan bank-bank besar AS. Di saat yang sama, eskalasi ketegangan antara Donald Trump dan Jerome Powell terus membayangi sentimen, terutama terkait independensi The Fed yang dinilai krusial bagi stabilitas pasar keuangan global.
Prospek harga Emas Selasa| 13 Januari 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang solid, dengan harga bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang kini berperan sebagai support dinamis. Setelah mencetak high baru di area 4.630, harga terlihat mengalami koreksi sehat dan bergerak turun mendekati area support 4.550–4.500, yang juga berdekatan dengan trendline naik, sehingga zona ini menjadi area krusial untuk menjaga kelanjutan tren bullish.
Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound tetap terbuka dengan potensi kenaikan lanjutan menuju resistance 4.700 hingga 4.760. Namun, RSI yang sudah berada di area mendekati overbought mengindikasikan ruang koreksi jangka pendek masih memungkinkan sebelum harga melanjutkan penguatan berikutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.630 R2 4.700 R3 4.760
S1 4.550 S2 4.500 S3 4.453
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.560 |
| Profit Target Level | 4.620 |
| Stop Loss Level | 4.540 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.630 |
| Profit Target Level | 4.580 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
Prospek harga US Oil Selasa | 13 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan perubahan struktur yang lebih positif setelah harga berhasil menembus resistance trendline turun di area 58,84. Level 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sehingga selama harga mampu bertahan di atas area ini, bias bullish jangka pendek tetap terjaga. Kenaikan harga juga didukung oleh posisi harga yang sudah bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum penguatan mulai terbentuk.
Jika support 58,84 mampu dipertahankan, peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju area resistance 60,01 hingga 60,48. Namun, kegagalan bertahan di atas 58,84 dapat memicu koreksi lebih dalam dengan potensi penurunan menuju area support berikutnya di kisaran 58,17 hingga 57,60.
US Oil INTRADAY AREA
R1 60,01 R2 60,48 R3 61,26
S1 58,84 S2 58,17 S3 57,60
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,00 |
| Profit Target Level | 60,00 |
| Stop Loss Level | 58,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 60,00 |
| Profit Target Level | 59,20 |
| Stop Loss Level | 60,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi pengujian area support 1.1660 hingga 1.1620.





Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren naik setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak. Rebound dari area support di kisaran 4.422–4.450 membentuk higher low dan diikuti pergerakan harga yang kembali bertahan di atas SMA 50, menandakan momentum bullish mulai pulih.
Harga US Oil pada timeframe H4 menunjukkan sinyal pembalikan yang lebih jelas setelah berhasil menembus garis downtrend sekaligus bertahan di atas area kunci. Kenaikan sebelumnya membawa harga keluar dari tekanan bearish dan menempatkan SMA 50 di kisaran 57,60 sebagai support dinamis terdekat. Selain itu, area 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance dari downtrend line kini beralih fungsi menjadi support baru, memperkuat struktur bullish jangka pendek.
Gambaran Umum Pekan Depan
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di area 4.445. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 4.483. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.500–4.525.

Pada grafik H4, harga emas telah menembus descending channel dan berhasil melewati area 4.465. Level tersebut sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini berubah fungsi menjadi support. Harga juga mampu bertahan di atas SMA 50 yang berada tidak jauh di bawahnya. Kondisi ini menegaskan bahwa struktur bullish kembali menguat setelah fase koreksi.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat rebound tajam dari area low di sekitar 56,00, lalu berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 57,90–58,00. Pergerakan ini menandakan perbaikan momentum jangka pendek setelah fase tekanan sebelumnya. Meski demikian, kenaikan harga masih tertahan oleh garis downtrend yang menjadi resistance utama di area 58,84.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 0,7955. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji level 0,7990, kemudian 0,8005, hingga 0,8080.

