Tekanan Saham Teknologi Seret Pasar Global
Indeks saham global turun pada perdagangan Rabu seiring tekanan kuat dari saham teknologi Amerika Serikat. Indeks saham dunia MSCI melemah setelah kekhawatiran terhadap potensi gelembung artificial intelligence kembali mencuat. Investor mulai mengurangi eksposur pada sektor teknologi karena meningkatnya risiko konsentrasi pertumbuhan dan ketidakpastian belanja infrastruktur AI.
Di kawasan Eropa, indeks STOXX 600 bergerak relatif stabil, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan bank sentral utama.
Wall Street Melemah Dipimpin Saham AI
Tekanan di Wall Street semakin terlihat ketika saham-saham teknologi menjadi pemberat utama indeks. Nvidia mencatatkan penurunan signifikan dan menjadi kontributor terbesar pelemahan pasar, sementara saham Oracle ikut terkoreksi meski perusahaan menyatakan rencana pendanaan proyek pusat data masih berjalan sesuai jadwal.
Kondisi ini mempertegas bahwa indeks saham global turun bukan hanya dipicu faktor makro, tetapi juga oleh meningkatnya kecemasan investor terhadap keberlanjutan narasi pertumbuhan sektor AI. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak ditutup melemah.
Pasar Obligasi Fokus pada Arah Suku Bunga
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS bergerak naik tipis menjelang rilis data inflasi. Investor masih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter setelah sejumlah data ekonomi sebelumnya tertunda. Kenaikan yield tenor pendek menunjukkan pasar tetap sensitif terhadap sinyal The Fed, terutama setelah pernyataan pejabat bank sentral yang membuka peluang penurunan suku bunga.
Dolar AS Menguat, Mata Uang Utama Tertekan
Di pasar valuta asing, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama. Pound sterling melemah setelah inflasi Inggris turun di luar perkiraan, yang memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England. Euro terkoreksi tipis menjelang keputusan Bank Sentral Eropa, sementara dolar menguat terhadap yen seiring spekulasi kenaikan suku bunga Jepang.
Harga Minyak Naik Dipicu Isu Venezuela
Pasar energi bergerak berlawanan dengan saham. Harga minyak menguat setelah Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Venezuela melalui kebijakan pemblokiran kapal tanker minyak yang terkena sanksi. Langkah ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan global dan mendorong reli harga minyak mentah AS maupun Brent.
Emas dan Perak Menguat di Tengah Ketidakpastian
Di tengah indeks saham global turun, logam mulia justru mencatatkan penguatan tajam. Harga perak menembus rekor tertinggi baru, sementara emas melanjutkan tren naik untuk hari ketujuh berturut-turut. Harapan pemangkasan suku bunga The Fed serta meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong aliran dana ke aset safe haven.
Prospek harga Emas Kamis | 18 Desember 2025
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50 dan bergerak mengikuti garis tren naik jangka menengah. Harga saat ini berkonsolidasi di atas area support 4.285–4.306, yang sebelumnya berfungsi sebagai area resistance, sehingga selama zona ini mampu dipertahankan, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka. Resistance terdekat berada di area 4.356, diikuti zona 4.381–4.400 sebagai target kenaikan berikutnya.
Sementara itu, RSI yang berada di kisaran 59 mengindikasikan momentum bullish masih terjaga tanpa kondisi jenuh beli, meski potensi koreksi teknikal tetap perlu diwaspadai jika harga kembali turun menembus area support tersebut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.356 R2 4.381 R3 4.400
S1 4.306 S2 4.285 S3 4.265
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.310 |
| Profit Target Level | 4.350 |
| Stop Loss Level | 4.280 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.370 |
| Profit Target Level | 4.340 |
| Stop Loss Level | 4.400 |
Prospek harga US Oil Kamis | 18 Desember 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50 dan membentuk tren turun jangka pendek. Penurunan tajam membawa harga menguji area support 54,87 sebelum terjadi rebound teknikal, namun kenaikan saat ini masih bersifat korektif.
Selama harga tertahan di bawah area resistance 56,95–57,58, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka dengan risiko kembali menguji area 56,22 hingga 55,73. RSI yang berada di kisaran 51 menunjukkan momentum mulai membaik, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara meyakinkan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 56,95 R2 57,58 R3 58,27
S1 56,22 S2 55,73 S3 54,87
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 56,30 |
| Profit Target Level | 56,90 |
| Stop Loss Level | 55,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 56,95 |
| Profit Target Level | 56,25 |
| Stop Loss Level | 57,60 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berpotensi bearish dengan level pivot di 1.3385. Selama harga bertahan di bawah area ini, peluang penurunan tetap terbuka dengan target support terdekat di 1.3305. Jika support tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3285 hingga 1.3265.





Pada grafik H4, pergerakan harga emas menunjukkan bias bullish yang mulai melambat setelah reli dari area demand 4.265–4.285. Rebound tersebut berhasil mendorong harga menembus area resistance 4.330 dan bertahan di atas SMA 50, yang menegaskan struktur naik masih terjaga. Namun, harga saat ini terlihat berkonsolidasi tepat di atas area breakout tersebut, menandakan hilangnya momentum lanjutan dalam jangka pendek.
Pada grafik H4, pergerakan harga US Oil menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan setelah harga turun tajam dan bergerak jauh di bawah SMA 50, yang menegaskan struktur tren turun masih kuat. Penurunan membawa harga menembus area support bertahap hingga berada di bawah pivot point 55,47, menandakan tekanan jual belum mereda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung melemah dengan level pivot di 4.317. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dan mendorong penurunan menuju area support di kisaran 4.257–4.220.


Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tren bullish, dengan harga bertahan di atas garis tren naik dan SMA 50 yang berada di kisaran 4.245 dan berfungsi sebagai support dinamis. Area merah di sekitar 4.265 – 4.285 merupakan zona demand, yang sebelumnya menjadi area konsolidasi dan kini menopang pergerakan harga setelah breakout. Sementara itu, area hijau di kisaran 4.356 –4.381 merupakan zona supply, yang berpotensi menahan kenaikan lanjutan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dan bertahan di bawah SMA 50 yang kini menurun dan berfungsi sebagai resistance dinamis. Penurunan membawa harga masuk ke zona demand di area 56,22–55,95, yang saat ini menjadi penopang sementara pergerakan harga. Selama harga masih tertahan di bawah area resistance 57,59–58,00, potensi rebound cenderung terbatas dan berisiko hanya bersifat korektif.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.3785. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 1.3750 hingga 1.3710.

Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 menunjukkan penguatan lanjutan setelah harga menembus dan bertahan di atas area resistance 4.225–4.265, yang kini berfungsi sebagai support jangka pendek. Harga bergerak di atas SMA 50 dan tetap bertahan di atas trendline naik, sehingga bias bullish masih terjaga.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat mencoba melakukan rebound dari area support 57,09, namun pergerakan kenaikan tersebut masih terbatas dan tertahan di bawah resistance 58,00. Selama harga tetap bergerak di bawah level 58,00, tekanan bearish masih mendominasi dan kenaikan yang terjadi cenderung bersifat korektif.
