Nvidia Menguat Jelang Rilis Data Penting
Nvidia menjadi pusat perhatian setelah pasar bergerak naik pada perdagangan Rabu. Penguatan terjadi karena investor bersiap menghadapi laporan pendapatan perusahaan dan rilis data pekerjaan yang tertunda akibat penutupan pemerintahan. Minat risiko meningkat dan Nvidia menjadi penggerak sentimen utama di sesi penutupan. Dengan prospek teknologi yang tetap solid, Nvidia terus menarik perhatian investor global.
Nvidia Dorong Optimisme Pasar
Laporan keuangan perusahaan menunjukkan kinerja yang melampaui ekspektasi dan proyeksi pendapatan kuartal keempat juga lebih tinggi dari perkiraan. Permintaan chip terus meningkat karena banyak perusahaan memperluas investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan. Pertumbuhan kuat ini memperkuat keyakinan bahwa siklus investasi AI masih berada pada tahap awal, sehingga sektor teknologi tetap menjadi pendorong utama penguatan indeks.
Risalah The Fed dan Dampaknya ke Pasar
Risalah pertemuan Oktober The Federal Reserve mengungkapkan pandangan yang lebih terpecah di antara para pembuat kebijakan. Jerome Powell tetap menegaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi, sementara beberapa anggota memperingatkan bahwa pemangkasan suku bunga dapat mengganggu proses tersebut. Kondisi ini mendorong pasar untuk lebih berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Desember.
Data Tenaga Kerja Jadi Fokus Utama
Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menegaskan bahwa laporan pekerjaan September akan dirilis pada Kamis. Namun laporan gabungan untuk Oktober dan November akan dirilis setelah data terkumpul sepenuhnya. Keterlambatan ini membuat The Fed memiliki lebih sedikit informasi saat menentukan arah kebijakan, sehingga volatilitas berpotensi meningkat.
Kinerja Indeks Global Beragam
Dow Jones naik 0,10% menjadi 46.138,77, S&P 500 menguat 0,38% ke 6.642,19, dan Nasdaq memimpin dengan kenaikan 0,59% menuju 22.564,23. Di Eropa, pergerakan datar karena investor juga menanti laporan Nvidia. Indeks STOXX 600 melemah ringan, sementara FTSEurofirst 300 juga turun tipis. Bursa Asia bergerak melemah, termasuk Nikkei yang turun 0,34%.
Pergerakan Obligasi dan Dolar AS
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik karena minimnya data tenaga kerja menjelang pertemuan The Fed. Yield 10 tahun meningkat ke 4,129%, dan obligasi 2 tahun juga bergerak lebih tinggi. Dolar AS menguat terhadap yen hingga mencapai level tertinggi sejak Januari, dengan indeks dolar naik 0,6% menuju 100,20.
Tekanan pada Harga Minyak dan Emas
Harga minyak melemah setelah laporan adanya usulan dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Kekhawatiran pasokan berlebih memperburuk tekanan pada harga energi. Minyak WTI turun 2,14% ke USD 59,44 per barel, sementara Brent melemah 2,13% ke USD 63,51 per barel.
Harga emas menguat karena permintaan aset aman meningkat jelang rilis data pekerjaan, meski penguatan mereda setelah risalah The Fed dirilis. Emas spot naik 0,13% ke USD 4.073,01 per ons, dan emas berjangka AS menguat 0,26%.
Prospek harga Emas Kamis | 20 November 2025
Pergerakan emas pada grafik H4 terlihat bergerak mendatar di sekitar 4.085 dengan SMA 50 yang kini berada sedikit di atas harga dan berfungsi sebagai resistance dinamis. Selama harga tetap tertahan di bawah area 4.111–4.132, tekanan bearish masih dominan dan penurunan dapat kembali menguji support 4.055 lalu 4.029, dengan area 3.997 sebagai support kuat berikutnya.
Namun jika harga mampu menembus SMA 50 dan melewati resistance 4.111, peluang kenaikan menuju 4.132 hingga 4.159 kembali terbuka. RSI berada di sekitar level netral sehingga belum memberikan sinyal momentum yang kuat.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.111 R2 4.132 R3 4.159
S1 4.055 S2 4.029 S3 3.997
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.060 |
| Profit Target Level | 4.110 |
| Stop Loss Level | 4.025 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.111 |
| Profit Target Level | 4.060 |
| Stop Loss Level | 4.135 |
Prospek harga US Oil Kamis | 20 November 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 bergerak di area 59,43 dan masih berada di bawah garis tren menurun serta SMA 50 yang berfungsi sebagai resistance dinamis. Selama harga tertahan di bawah zona 59,99 dan gagal menembus trenline turun, tekanan bearish cenderung dominan dan penurunan dapat berlanjut untuk menguji support 58,67 lalu 58,12, bahkan menuju 57,67 jika tekanan jual semakin kuat.
Jika harga mampu menembus 59,99 dan bertahan di atas 60,88, peluang bullish mulai terbuka kembali dengan target berikutnya di area 61,29 hingga 61,48. RSI berada di sekitar 46,32 yang menunjukkan bias bearish karena tekanan jual masih lebih kuat dari momentum beli.
US Oil INTRADAY AREA
R1 59,99 R2 60,88 R3 61,48
S1 58,67 S2 58,12 S3 57,67
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 58,90 |
| Profit Target Level | 59,90 |
| Stop Loss Level | 58,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,90 |
| Profit Target Level | 58,90 |
| Stop Loss Level | 62,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih memiliki peluang bullish dengan level pivot di 60,10. Selama harga bergerak dan bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji area resistance 60,85–61,50.








Pergerakan emas di time frame H4 terlihat masih bergerak di bawah SMA 50 sehingga tekanan bearish tetap dominan, meski harga sedang mencoba rebound ringan di atas area 4.040. Selama harga tertahan di bawah resistance 4.111, potensi penurunan kembali menuju 4040 tetap terbuka, dengan ruang lanjutan ke 4.007 hingga 3.975 jika tekanan jual menguat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan struktur penguatan setelah berhasil menembus dan bertahan di atas area 60,28 yang kini berfungsi sebagai support baru. Pergerakan harga yang sudah kembali berada di atas SMA 50 menandakan perubahan momentum dari netral menuju bullish, terutama setelah fase konsolidasi panjang di bawah garis tersebut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa XAG/USD di time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot pada 50.50. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka menuju area support 49.30–48.45.

Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan tekanan jual setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.111–4.146 dan bergerak di bawah SMA50, sementara RSI berada di bawah level netral yang menandakan momentum melemah.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area 60,17–60,63 dan kembali bergerak di bawah SMA50, sementara RSI berada mendekati level netral yang mencerminkan momentum yang lemah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki peluang bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 154.30. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka untuk menguji resistance 155.00. Jika harga berhasil menembus resistance tersebut, momentum naik berpotensi berlanjut menuju area 155.30–155.70.

