Market Summary
Peluang trading AUD/USD pasca rilis data tenaga kerja Australia terbuka lebar setelah dolar Australia menguat ke sekitar $0,655 pada Kamis. Kenaikan ini memperpanjang reli ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir, didorong oleh data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan.
Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan lapangan kerja melonjak 42.200 pada Oktober, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya. Perusahaan menambah 55.300 pekerjaan penuh waktu, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% dari 4,5%. Angka ini menandakan kondisi pasar tenaga kerja yang tetap ketat dan mendukung pandangan Bank Sentral Australia (RBA) bahwa belum ada urgensi untuk memangkas suku bunga lebih lanjut setelah tiga kali penurunan tahun ini.
Respons Pasar dan Kebijakan Bank Sentral
Data ketenagakerjaan yang solid membuat pelaku pasar cepat menyesuaikan ekspektasi kebijakan moneter. Peluang penurunan suku bunga RBA pada Mei 2026 turun tajam menjadi 32% dari hampir 70% sebelum data dirilis. Kinerja sektor tenaga kerja yang kuat juga memperlihatkan adanya permintaan konsumen yang lebih stabil dan kepercayaan ekonomi yang meningkat, sejalan dengan pemulihan pasar perumahan di Australia.
Di sisi lain, indeks dolar AS bergerak di atas 99,5 setelah Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang pendanaan jangka pendek, mengakhiri shutdown pemerintahan terpanjang dalam sejarah. Meski begitu, dolar tetap bergerak mendatar dalam kisaran sempit karena pasar menantikan rilis laporan ekonomi yang tertunda akibat penutupan tersebut.
Arah Pergerakan Selanjutnya
Pergerakan AUD/USD menunjukkan potensi lanjutan tren naik dalam jangka pendek selama harga mampu bertahan di atas area support 0,6500. Momentum positif dari data ketenagakerjaan Australia mendukung peluang penguatan menuju kisaran 0,6600 hingga 0,6650. Sentimen ini semakin kuat dengan berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh RBA dan melemahnya tekanan dari dolar AS.
Dengan data tenaga kerja yang kuat dan ekspektasi penundaan pelonggaran moneter, peluang trading AUD/USD pasca rilis data tenaga kerja Australia berpotensi tetap menarik dalam jangka pendek, terutama jika dolar AS melemah akibat ketidakpastian arah kebijakan The Fed.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.6530. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka, dengan resistance terdekat di 0.6580. Jika resistance ini berhasil ditembus, maka kenaikan berpeluang berlanjut menuju area 0.6600–0.6620.
Sebaliknya, sebagai skenario alternatif, apabila harga turun dan menembus ke bawah 0.6530, maka potensi penurunan dapat berlanjut untuk menguji area support di 0.6515–0.6500.
Resistance 1: 0.6580 Resistance 2: 0.6600 Resistance 3: 0.6620
Support1: 0.6530 Support 2: 0.6515 Support 3: 0.6500
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.






Pergerakan US Oil pada time frame H4 memperlihatkan tekanan jual yang kuat setelah harga menembus garis tren menurun dan support di kisaran 58,82–59,37, yang kini berubah menjadi area resistance baru. Posisi harga yang berada di bawah SMA 50 mengonfirmasi dominasi tren bearish dalam jangka menengah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di $4.145. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka. Target koreksi berikutnya ada di area support $4.095–$4.050.

Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan tren naik jangka pendek setelah menembus area resistensi 4.067 dan 4.095, yang kini berubah menjadi zona support, sementara harga saat ini berkonsolidasi di bawah resistance 4.149. Selama harga tetap bergerak di atas 4.095, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju 4.186 hingga 4.219 masih cukup kuat, terutama dengan RSI yang masih berada di wilayah bullish meski mulai mendekati area jenuh beli.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan potensi perubahan arah setelah harga menembus garis tren turun. Harga kini bergerak kembali di atas area support 60.32, dengan candle yang mulai menguat di atas MA. Selama harga bertahan di atas 60.32, peluang kenaikan menuju 61.48 dan 62.02 masih terbuka. RSI yang mengarah naik juga menandakan momentum bullish mulai terbentuk.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3155. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan masih terbuka dengan support terdekat di 1.3110. Jika support ini ditembus, penurunan lanjutan berpeluang menguji area 1.3090–1.3070.



