Harga Minyak Jatuh Usai Harapan Gencatan Senjata
Harga minyak jatuh pada perdagangan Rabu setelah pasar menyambut kabar upaya de-eskalasi konflik Timur Tengah. Amerika Serikat mengirim proposal gencatan senjata 15 poin kepada Iran melalui Pakistan. Pejabat Iran menyatakan proposal tersebut masih dikaji dan belum ditolak sepenuhnya.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang meredakan konflik meningkatkan optimisme investor. Meski demikian, AS tetap mengirim tambahan pasukan ke kawasan tersebut. Sinyal yang berlawanan ini membuat pasar bergejolak dalam beberapa hari terakhir.
Konflik sebelumnya mengganggu pasokan energi global dan memicu kekhawatiran inflasi. Karena itu, peluang perdamaian langsung mendorong aksi beli pada aset berisiko.
Saham Global Menguat, Sentimen Risiko Pulih
Wall Street ditutup menguat seiring membaiknya sentimen. Dow Jones naik 0,66%, S&P 500 bertambah 0,54%, dan Nasdaq melonjak 0,77%. Bursa Eropa juga mencatat kenaikan kuat, dengan indeks STOXX 600 dan FTSE 100 masing-masing naik 1,42%.
Pelaku pasar mulai memosisikan diri untuk potensi relief rally jika negosiasi menghasilkan kesepakatan nyata. Namun, investor tetap berhati-hati karena perkembangan politik dapat berubah cepat.
Indeks saham global MSCI naik 0,93%, mencerminkan pemulihan selera risiko di berbagai wilayah.
Harga Minyak Jatuh Meski Selat Hormuz Masih Tegang
Harga minyak jatuh setelah lonjakan tajam sebelumnya akibat serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran. Minyak Brent turun 2,17% ke USD 102,22 per barel, sedangkan WTI melemah 2,20% ke USD 90,32 per barel.
Iran menyatakan kapal non-militer dapat melintasi Selat Hormuz jika berkoordinasi dengan otoritasnya. Jalur ini biasanya membawa sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Meski demikian, lalu lintas tanker masih sangat terbatas sehingga risiko gangguan pasokan tetap tinggi.
Obligasi Naik, Yield Turun di Tengah Ketidakpastian
Permintaan aset aman meningkat sehingga imbal hasil obligasi pemerintah turun. Yield obligasi AS tenor 10 tahun merosot ke 4,32%. Yield obligasi Eropa juga melemah, dipimpin oleh obligasi Italia yang sebelumnya terpukul oleh ketergantungan energi impor.
Penurunan yield menunjukkan investor masih mencari perlindungan dari ketidakpastian geopolitik.
Dolar AS Menguat, Emas Ikut Naik
Dolar AS menguat terhadap mata uang utama. Euro turun ke USD 1,1561, yen melemah ke 159,46 per dolar, dan franc Swiss juga terkoreksi. Indeks dolar naik ke 99,63.
Di sisi lain, emas justru menguat sebagai aset lindung nilai. Harga spot naik sekitar 1,44% ke kisaran USD 4.537 per ounce.
Iran Bantah Negosiasi Langsung dengan AS
Pemerintah Iran menolak klaim bahwa pembicaraan langsung sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak ada negosiasi resmi dengan Washington. Ia menyebut pesan yang dikirim melalui mediator bukan berarti perundingan.
Iran juga mengajukan sejumlah syarat, termasuk penghentian serangan dan pengakuan internasional atas kendalinya di Selat Hormuz. Sementara itu, pejabat AS menyatakan belum menerima penolakan resmi terhadap proposal gencatan senjata.
Prospek Pasar Tetap Bergantung pada Konflik
Harga minyak jatuh saat ini mencerminkan harapan pasar terhadap penurunan ketegangan. Namun, tanpa kesepakatan nyata, volatilitas tinggi masih berpotensi berlanjut. Setiap perkembangan baru dari Timur Tengah akan langsung memengaruhi energi, inflasi, dan arah pasar global.
Prospek Harga Emas Kamis | 26 Maret 2026
Pergerakan XAU/USD pada grafik H4 masih berada dalam tren turun setelah serangkaian penembusan support penting. Harga sempat mencetak low di 4.099 lalu rebound, namun kenaikan tersebut tertahan kuat di resistance 4.600, yang menunjukkan area ini sebagai supply utama.
Kegagalan bertahan di atas 4.600 memicu koreksi turun kembali dan menandakan rebound sebelumnya hanya bersifat pullback dalam tren bearish. Selama harga tetap di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji 4.351, lalu 4.223, dengan peluang retest ke 4.099 jika tekanan jual berlanjut.
Bias bearish baru akan melemah apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.600, yang dapat membuka ruang kenaikan menuju area resistance berikutnya
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.600 R2 4.726 R3 4.842
S1 4.351 S2 4.223 S3 4.099
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.350 |
| Profit Target Level | 4.600 |
| Stop Loss Level | 4.300 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.560 |
| Profit Target Level | 4.400 |
| Stop Loss Level | 4.605 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 26 Maret 2025
Pergerakan US Oil (WTI) pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga jatuh tajam dari area di atas 100 dan menembus SMA serta support penting. Saat ini harga bergerak sideways dalam fase konsolidasi di bawah resistance 92.09–94.71, menandakan pasar sedang menunggu katalis baru setelah penurunan kuat sebelumnya.
Selama harga tetap tertahan di bawah area tersebut, bias jangka pendek masih cenderung negatif dengan risiko penurunan menuju support 84.40, kemudian 81.55. Penembusan di bawah zona ini dapat membuka ruang pelemahan lebih dalam menuju 76.72.
Sebaliknya, skenario bearish akan mereda jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 94.71, yang dapat memicu rebound lanjutan. Untuk saat ini, struktur pergerakan lebih mencerminkan konsolidasi setelah penurunan dalam tren yang masih rentan melemah.
US Oil INTRADAY AREA
R1 92,09 R2 94,71 R3 101,20
S1 84,40 S2 81,55 S3 76,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 84,50 |
| Profit Target Level | 92,00 |
| Stop Loss Level | 81,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 92,05 |
| Profit Target Level | 86,00 |
| Stop Loss Level | 94,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.3435. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji support 1.3330, kemudian 1.3300, hingga 1.3260.





Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan adanya rebound yang cukup kuat setelah menyentuh area support 4.099 – 4.223, dengan harga kini sudah kembali dan bertahan di atas level 4.351. Kenaikan ini membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.600 hingga 4.726. Selama harga mampu bertahan di atas 4.351, momentum bullish jangka pendek masih terjaga, apalagi RSI juga mulai bergerak naik dari area rendah yang menandakan pemulihan momentum.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam dari area 101,20, di mana harga sempat menyentuh support 84,40 sebelum akhirnya memantul naik. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 92,09 hingga 94,71, yang kini menjadi zona kunci penentu arah berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1570. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.1615, kemudian 1.1640, hingga 1.1680.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun tajam hingga membentuk low baru di kisaran 4.099, lalu mengalami rebound dan kini bertahan di atas support 4.351. Bertahannya harga di atas level ini membuka peluang koreksi naik untuk menguji resistance di 4.600 hingga 4.726. Dari sisi indikator, RSI terlihat mulai naik dari area oversold dan kini berada di sekitar level 30–40, mengindikasikan adanya momentum rebound meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat bergerak dalam fase sideways di area 92,09 hingga 101,20, namun tekanan jual kembali muncul setelah harga gagal bertahan di atas resistance tersebut. Penurunan tajam terbaru membawa harga turun menembus area SMA 50, yang kini mulai mendatar hingga cenderung berbalik arah, mengindikasikan melemahnya momentum bullish sebelumnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.380. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 4.098, kemudian 4.000, hingga 3.890.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish yang kuat setelah harga turun tajam dan bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren turun masih dominan. Saat ini, fokus utama berada pada area support krusial di kisaran 4.503–4.403 yang menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai kembali menguat setelah berhasil bertahan di atas area support 92,09–94,71, yang kini berfungsi sebagai zona demand sekaligus penopang tren naik jangka pendek. Harga juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan momentum bullish mulai terbentuk kembali.
