Market Summary
Data CPI Inggris terbaru menunjukkan inflasi tetap tinggi namun stabil sehingga tidak mampu mendorong penguatan pound sterling. Pasangan GBP/USD kembali ditolak di area teknikal penting 200-day Simple Moving Average (SMA) dan turun untuk hari kedua berturut-turut. Harga juga bergerak di bawah level psikologis 1.3400 pada awal sesi Eropa, menandakan tekanan jual masih mendominasi.
Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan inflasi tahunan Februari sebesar 3,0%, sama dengan bulan sebelumnya dan sesuai perkiraan pasar. Inflasi inti meningkat menjadi 3,2% YoY dari 3,1% pada Januari. Angka tersebut memperkuat sikap hawkish Bank of England, namun pasar tidak menunjukkan respons beli yang signifikan terhadap pound.
Penguatan Dolar AS dan Risiko Geopolitik Dominan
Permintaan terhadap dolar AS meningkat di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda. Konflik yang terus berlanjut mendorong investor mencari aset aman, sehingga mendukung dolar dan menekan GBP/USD meskipun CPI Inggris tetap tinggi.
Indeks dolar menguat di atas level 99 karena ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama. Pejabat Federal Reserve menilai kebijakan moneter ketat masih diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Pernyataan tersebut memperkuat daya tarik dolar dibanding mata uang utama lainnya.
Prospek Kebijakan BoE Batasi Tekanan Jual
Bank of England (BoE) sebelumnya memberi sinyal potensi kenaikan suku bunga secepat April akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu konflik Iran. Prospek ini dapat menahan tekanan jual berlebihan pada pound karena pelaku pasar cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan.
Namun, selama harga tetap berada di bawah SMA 200 hari, risiko penurunan GBP/USD masih terbuka. Rilis CPI Inggris yang sesuai ekspektasi hanya memberikan dukungan terbatas dan belum cukup untuk membalikkan sentimen pasar dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.3435. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji support 1.3330, kemudian 1.3300, hingga 1.3260.
Sebagai skenario alternatif, jika harga menembus dan bergerak di atas 1.3435, kenaikan lanjutan berpeluang menguji resistance 1.3470 hingga 1.3500.
Resistance 1: 1.3435 Resistance 2: 1.3470 Resistance 3: 1.3500
Support1: 1.3330 Support 2: 1.3300 Support 3: 1.3260
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan adanya rebound yang cukup kuat setelah menyentuh area support 4.099 – 4.223, dengan harga kini sudah kembali dan bertahan di atas level 4.351. Kenaikan ini membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.600 hingga 4.726. Selama harga mampu bertahan di atas 4.351, momentum bullish jangka pendek masih terjaga, apalagi RSI juga mulai bergerak naik dari area rendah yang menandakan pemulihan momentum.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam dari area 101,20, di mana harga sempat menyentuh support 84,40 sebelum akhirnya memantul naik. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 92,09 hingga 94,71, yang kini menjadi zona kunci penentu arah berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1570. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.1615, kemudian 1.1640, hingga 1.1680.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun tajam hingga membentuk low baru di kisaran 4.099, lalu mengalami rebound dan kini bertahan di atas support 4.351. Bertahannya harga di atas level ini membuka peluang koreksi naik untuk menguji resistance di 4.600 hingga 4.726. Dari sisi indikator, RSI terlihat mulai naik dari area oversold dan kini berada di sekitar level 30–40, mengindikasikan adanya momentum rebound meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat bergerak dalam fase sideways di area 92,09 hingga 101,20, namun tekanan jual kembali muncul setelah harga gagal bertahan di atas resistance tersebut. Penurunan tajam terbaru membawa harga turun menembus area SMA 50, yang kini mulai mendatar hingga cenderung berbalik arah, mengindikasikan melemahnya momentum bullish sebelumnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.380. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 4.098, kemudian 4.000, hingga 3.890.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish yang kuat setelah harga turun tajam dan bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren turun masih dominan. Saat ini, fokus utama berada pada area support krusial di kisaran 4.503–4.403 yang menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai kembali menguat setelah berhasil bertahan di atas area support 92,09–94,71, yang kini berfungsi sebagai zona demand sekaligus penopang tren naik jangka pendek. Harga juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan momentum bullish mulai terbentuk kembali.
Week Ahead: 23–27 Maret 2026
