Market Summary
Konflik Iran – Israel kembali memengaruhi pergerakan harga minyak global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 1% ke kisaran $93,10 pada awal sesi perdagangan Eropa.
Penurunan terjadi setelah kekhawatiran pasar terhadap gangguan suplai mulai mereda. Israel menyatakan tidak akan kembali menyerang infrastruktur energi Iran, setelah sebelumnya terjadi serangan pada ladang gas South Pars yang merupakan salah satu ladang gas terbesar di dunia.
Selain itu, pasar juga merespons potensi pelonggaran sanksi terhadap minyak Iran. Amerika Serikat membuka peluang untuk melepas minyak Iran yang selama ini tertahan di laut, sehingga berpotensi menambah pasokan global dalam waktu dekat.
Dolar AS Menguat dan Tekan Permintaan
Di tengah konflik Iran – Israel, penguatan dolar AS turut memberikan tekanan tambahan pada harga minyak. Indeks Dolar AS (DXY) naik ke kisaran 99,40 setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga di level 3,5%–3,75%.
Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan hanya satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Sikap ini memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang tetap ketat, sehingga berpotensi menahan pertumbuhan permintaan energi.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyoroti bahwa ketidakpastian masih tinggi, terutama terkait dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi. Pernyataan ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam merespons prospek permintaan minyak ke depan.
Ketegangan Geopolitik Jaga Volatilitas
Meski harga minyak mengalami tekanan, konflik Timur Tengah masih berlangsung dan menjaga volatilitas pasar tetap tinggi. Ketegangan antara Iran, Israel, dan negara-negara kawasan belum menunjukkan tanda mereda.
Iran menegaskan akan merespons tanpa batas jika infrastruktur energinya kembali diserang. Sementara itu, Arab Saudi juga memberi sinyal bahwa pihaknya siap mengambil langkah lebih lanjut jika situasi terus memburuk.
Di tengah kondisi tersebut, dolar AS tetap diuntungkan sebagai aset safe haven. Penguatan dolar ini membuat harga minyak cenderung tertekan, meskipun risiko geopolitik masih menjadi faktor yang terus diperhatikan pasar.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 96,20. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 91,45, kemudian 90,00, hingga 88,00.
Sebagai skenario alternatif, jika harga mampu menembus dan bergerak di atas 96,20, maka peluang kenaikan dapat terbuka dengan target pengujian resistance di kisaran 98,50 hingga 100,50.
Resistance 1: 96,20 Resistance 2: 98,50 Resistance 3: 100,50
Support1: 91,45 Support 2: 90,00 Support 3: 88,00
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.




Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish kuat setelah menembus beberapa level support penting dan bergerak jauh di bawah SMA 50, yang mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Penurunan terbaru berlangsung tajam dan saat ini harga masih berada di atas zona support kuat 4.503–4.403, sehingga area tersebut belum tersentuh dan tetap menjadi potensi demand utama apabila pelemahan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame terlihat harga masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya, dengan harga kini berada di sekitar area support 92,50 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga zona ini menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Struktur harga menunjukkan momentum bullish mulai melemah setelah gagal mempertahankan posisi di bawah resistance 99,99, sementara penurunan terbaru mengindikasikan tekanan jual jangka pendek sedang meningkat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih berpotensi bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3300. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut dengan target support terdekat di 1.3240. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3215 hingga 1.3190.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah penembusan kuat di bawah area support 4.961 dan 4.900. Harga saat ini bergerak di bawah SMA yang mulai menurun, mengindikasikan tren turun masih dominan, sementara RSI berada di area oversold namun belum menunjukkan sinyal pembalikan yang signifikan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support 92,50 dan didukung oleh posisi harga yang masih berada di atas SMA yang menanjak. Saat ini harga sedang menguji resistance 99,99, sehingga jika mampu ditembus, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 104,73 hingga 108,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 5.025. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih berlanjut dengan support terdekat di 4.981. Jika level ini ditembus, penurunan berikutnya berpotensi menguji area 4.965 hingga 4.945.

Pergerakan XAU/USD pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas area 5.061 dan saat ini bergerak konsolidasi di sekitar 5.000 dalam range sempit. Harga juga masih berada di bawah SMA yang mulai menurun, yang mengindikasikan momentum bearish jangka pendek masih dominan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga mampu bertahan di atas area support 92,50. Saat ini harga bergerak konsolidasi di sekitar 95,00 setelah sebelumnya mengalami lonjakan tajam. Posisi harga yang masih berada di atas SMA juga mengindikasikan bahwa tren kenaikan jangka pendek masih terjaga. Selama harga tetap bertahan di atas 92,50, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 99,99, kemudian berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 104,73 hingga 108,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih memiliki kecenderungan bullish, dengan level pivot berada di 0.7040. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 0.7100. Jika level ini berhasil ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 0.7130 hingga 0.7150.
