Dollar AS Melemah di Tengah Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga
Dollar Amerika Serikat melemah terhadap mata uang utama pada perdagangan Kamis, setelah pelaku pasar meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan. Tekanan terhadap dollar semakin besar setelah Presiden Donald Trump meningkatkan upayanya untuk mempengaruhi kebijakan moneter, termasuk usahanya untuk memberhentikan Lisa Cook, salah satu gubernur The Fed, yang kini menuntut balik ke pengadilan.
Meskipun data terbaru menunjukkan perbaikan klaim pengangguran dan pertumbuhan produk domestik bruto yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan, dollar tetap bergerak lemah karena pelaku pasar menunggu data penting lainnya seperti indeks harga PCE dan laporan tenaga kerja non-farm payroll pekan depan. Ekspektasi pasar saat ini menunjukkan peluang sebesar 85% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga seperempat poin pada pertemuan 16-17 September mendatang.
Indeks dollar terakhir tercatat turun 0,34% di level 97,830. Dollar juga melemah terhadap euro yang naik 0,43% ke $1,1688 dan poundsterling yang menguat 0,13% ke $1,3516. Terhadap yen, dollar turun 0,40% ke 146,815, sementara terhadap yuan offshore, dollar jatuh 0,46% ke 7,1190, level terendah sejak November.
Wall Street Menguat Didukung Saham Teknologi
Di sisi pasar saham, indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencatatkan penutupan tertinggi sepanjang masa pada Kamis, meskipun saham Nvidia melemah 0,8% akibat kekhawatiran terkait bisnis di China. Namun, laporan pendapatan Nvidia yang menunjukkan lonjakan pendapatan kuartalan sebesar 56% dipandang sebagai sinyal kuat bahwa permintaan terhadap teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) tetap solid.
Dow Jones naik 71,67 poin atau 0,16% ke 45.636,90, S&P 500 menguat 20,46 poin atau 0,32% ke 6.501,86, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 115,02 poin atau 0,53% ke 21.705,16.
Emas Sentuh Tertinggi 5 Minggu Didukung Melemahnya Dollar
Harga emas naik ke level tertinggi lima minggu pada Kamis seiring melemahnya dollar AS dan meningkatnya aliran safe haven di tengah kekhawatiran tentang independensi The Fed. Spot gold menguat 0,6% ke $3.416,14 per ounce, level tertinggi sejak 23 Juli, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup di $3.466,10.
Pelemahan dollar sebesar 0,5% membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri. Kekhawatiran bahwa tekanan politik terhadap The Fed akan mendorong bank sentral memangkas suku bunga lebih cepat dan mempertahankannya lebih rendah lebih lama, menjadi faktor pendorong kenaikan harga emas. Pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga sebesar lebih dari 87% pada pertemuan September mendatang.
Minyak Mentah Menguat Ditopang Konflik Rusia-Ukraina
Harga minyak dunia ditutup lebih tinggi pada Kamis, bangkit dari tekanan di awal sesi setelah Gedung Putih menyatakan Presiden Trump kecewa dengan serangan rudal dan drone Rusia terhadap Ukraina yang menewaskan setidaknya 21 orang di Kyiv.
Minyak Brent ditutup naik 57 sen atau 0,8% di $68,62 per barel, sementara WTI naik 45 sen atau 0,7% ke $64,60 per barel. Harga minyak sempat turun sekitar 1% sebelumnya, namun berbalik positif setelah komentar Gedung Putih.
Selain itu, pelaku pasar juga memantau reaksi India terhadap tekanan AS untuk menghentikan impor minyak Rusia, setelah Trump menggandakan tarif impor India hingga 50%. Namun, eksportir menyebut bahwa pengiriman minyak Rusia ke India akan tetap meningkat pada September, menentang tekanan dari Washington.
Prospek harga Emas Jumat | 29 Agustus 2025
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang masih terjaga. Harga berhasil menembus resistance di area 3.383 dan 3.395. Saat ini harga bergerak di atas garis tren naik dan juga di atas SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan momentum bullish yang tetap kuat.
Indikator RSI berada di level 69. Posisi ini mendekati area overbought sehingga ada potensi koreksi jangka pendek. Meski demikian, tren utama masih positif.
Jika harga mampu bertahan di atas 3.395, target terdekat berada di resistance 3.423. Potensi lanjutan bisa mengarah ke 3.434 hingga 3.451. Namun, jika tekanan jual muncul, support penting ada di 3.383 dan 3.374. Level ini akan menjadi penahan penurunan sebelum harga kembali menguji tren naik.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.423 R2 3.434 R3 3.451
S1 3.395 S2 3.383 S3 3.374
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.395 |
| Profit Target Level | 3.420 |
| Stop Loss Level | 3.380 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.423 |
| Profit Target Level | 3.400 |
| Stop Loss Level | 3.435 |
Prospek harga US Oil Jumat | 29 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat harga saat ini sedang mencoba melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya bergerak dalam tren turun. Harga menemukan support kuat di area 62,50 hingga 62,99. Dari titik ini, harga bangkit dan bergerak di atas garis tren naik serta menembus SMA 50.
Indikator RSI berada di level 57. Posisi ini menunjukkan momentum bullish mulai menguat. Namun, ruang kenaikan masih terbuka sebelum memasuki kondisi jenuh beli.
Selama harga mampu bertahan di atas area support 63,51, peluang kenaikan menuju resistance terdekat di 65,10 tetap ada. Jika momentum berlanjut, target berikutnya berada di 65,80 hingga 66,37. Sebaliknya, jika tekanan jual muncul dan harga turun di bawah 63,51, maka level 62,99 dan 62,50 menjadi penahan utama. Jika support ini ditembus, tren naik jangka pendek berpotensi terancam.
US Oil INTRADAY AREA
R1 65,10 R2 65,80 R3 66,37
S1 63,51 S2 62,99 S3 62,50
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 63,60 |
| Profit Target Level | 65,00 |
| Stop Loss Level | 62,90 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 65,10 |
| Profit Target Level | 63,70 |
| Stop Loss Level | 65,80 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih berpotensi melanjutkan tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3475. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance terdekat di 1.3520. Jika area ini berhasil ditembus, maka penguatan berikutnya dapat mengarah ke resistance selanjutnya di kisaran 1.3555–1.3580.





Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga bergerak dalam channel naik setelah berhasil menembus area resistance di sekitar 3.379. Indikator RSI berada di level 64 yang mengindikasikan momentum bullish masih cukup kuat, meski sudah mendekati area overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 memperlihatkan harga yang sempat terkoreksi setelah menyentuh resistance 65.10, kemudian kembali menguat mendekati level 64,23. RSI berada di sekitar 53 yang menunjukkan momentum netral dengan kecenderungan bullish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan pergerakan US Oil di time frame H4 masih cenderung bearish. Level pivot berada di 63,45. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan penurunan berpotensi berlanjut menuju area support 62,80 hingga 62,15.

Pergerakan emas di time frame H4 saat ini menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus area resistance di sekitar 3.374, dengan potensi melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di 3.404, 3.420, hingga 3.434.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sempat mengalami koreksi setelah kenaikan tajam, namun saat ini terlihat mencoba bertahan di atas area support 62,99. Selama harga tidak menembus ke bawah support 62,50 dan 61,96, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju resistance 64,23 dan 65,10, bahkan berpotensi ke 65.80 jika momentum penguatan berlanjut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot berada di level 1.1670. Selama harga bertahan di bawah level ini, penurunan diperkirakan berlanjut menuju area support di 1.1580 hingga 1.1515.
