Pasar Saham Global Melemah Usai Reli Jumat
Indeks saham utama di Wall Street terkoreksi pada perdagangan Senin setelah menguat di akhir pekan lalu. Tekanan jual muncul karena pasar menilai ulang komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengindikasikan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September meski belum ada kepastian. Dow Jones turun 0,77% ke 45.282,47, S&P 500 melemah 0,43% ke 6.439,32, sementara Nasdaq terkoreksi 0,22% ke 21.449,29.
Optimisme pasar sempat melonjak pada Jumat lalu setelah Powell memberi sinyal dovish, namun sebagian pelaku pasar menilai reaksi tersebut berlebihan. Data ekonomi yang akan dirilis minggu ini, termasuk indeks harga PCE, berpotensi menjadi penentu langkah The Fed pada pertemuan 16–17 September mendatang.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Sejumlah broker besar seperti Barclays, BNP Paribas, dan Deutsche Bank kini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Probabilitas pasar juga mendukung ekspektasi tersebut dengan 84% peluang pemangkasan menurut CME FedWatch Tool. Meski begitu, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sempat menimbulkan keraguan terhadap kepastian pemangkasan.
Dollar AS Menguat, Yield Obligasi Naik
Dollar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama. Indeks dollar naik 0,56% ke level 98,39, dengan euro melemah 0,79% ke USD 1,1623 dan yen Jepang turun 0,5% ke 147,67 per dollar. Kenaikan dollar juga didukung oleh imbal hasil obligasi AS yang bergerak naik, di mana yield obligasi 10 tahun bertambah 1,9 basis poin ke 4,277%.
Kinerja Saham dan Laporan Nvidia Ditunggu
Sejauh ini, laporan keuangan kuartal perusahaan S&P 500 menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dari perkiraan, dengan pertumbuhan laba tahunan mencapai 12,9% per 23 Agustus. Nvidia, salah satu emiten unggulan sektor teknologi, akan merilis laporan keuangan pada Rabu dan menjadi sorotan investor terkait prospek industri kecerdasan buatan (AI).
Harga Minyak dan Emas Bergerak Mix
Harga minyak melanjutkan kenaikan seiring kekhawatiran potensi gangguan pasokan akibat sanksi tambahan AS terhadap Rusia serta serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia. WTI naik USD 1,14 menjadi USD 64,80 per barel, sedangkan Brent menguat USD 1,07 ke USD 68,80 per barel.
Di sisi lain, harga emas bergerak stabil dengan spot gold berada di USD 3.372,67 per ons, sementara kontrak berjangka emas Desember turun tipis 0,03% ke USD 3.417,5. Penguatan dollar membatasi kenaikan emas, namun tren jangka menengah tetap positif jelang keputusan The Fed.
Prospek harga Emas Selasa | 26 Agustus 2025
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga berhasil menembus garis trendline turun dan juga melewati SMA 50, menandakan potensi perubahan arah ke bullish. Saat ini harga bergerak sideways dalam area 3.358-3.379. Jika harga mampu bertahan di atas level support terdekat tersebut, ada peluang kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.379 dan 3.391, bahkan terbuka ruang ke area 3.404.
Sebaliknya, jika terjadi koreksi, level 3.358 hingga 3.348 menjadi area penopang penting sebelum tren naik terancam batal. RSI yang berada di kisaran 58 mendukung potensi kelanjutan penguatan, selama tidak kembali turun ke bawah 50.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.379 R2 3.391 R3 3.404
S1 3.358 S2 3.348 S3 3.339
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.360 |
| Profit Target Level | 3.375 |
| Stop Loss Level | 3.345 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.375 |
| Profit Target Level | 3.360 |
| Stop Loss Level | 3.380 |
Prospek harga US Oil Selasa | 26 Agustus 2025
Pergerakan US OIL pada time frame H4 menunjukkan harga berhasil menembus garis trendline turun dan bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini menandakan potensi pembalikan arah ke bullish. Saat ini harga tertahan di area resistance 65,10. Jika mampu menembus level tersebut, peluang kenaikan ke resistance berikutnya di 66,37 hingga 67,73 terbuka lebar.
Sebaliknya, bila gagal bertahan, harga berpotensi terkoreksi kembali ke area support 64,08 hingga 63,43. Level 62,99 menjadi penopang terakhir sebelum tren naik melemah. Indikator RSI berada di kisaran 69, mendekati area overbought. Hal ini menandakan potensi pullback jangka pendek sebelum kenaikan berlanjut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 65,10 R2 66,37 R3 67,73
S1 64,08 S2 63,43 S3 62,99
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 64,10 |
| Profit Target Level | 65,10 |
| Stop Loss Level | 64,40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 65,10 |
| Profit Target Level | 64,10 |
| Stop Loss Level | 66,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!





Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga saat ini berhasil menembus trendline turun dan juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan potensi perubahan arah menuju bullish. Level support terdekat berada di area 3.358 – 3.348, sementara resistance kuat ada di 3.379 dan 3.391, dengan target lanjutan di 3.404 jika momentum beli berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini bergerak mendekati resistance kunci di area 64,08. Selama level ini belum berhasil ditembus, terdapat potensi tekanan jual yang bisa mendorong harga terkoreksi ke support 62,99.
Minggu depan, perhatian utama pasar akan tertuju pada arah kebijakan suku bunga global setelah Federal Reserve memberikan sinyal dovish dalam simposium Jackson Hole. Investor akan mencermati data ekonomi penting dari Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia Pasifik yang berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar.

Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 cenderung bearish, dengan level pivot di 3.341. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan diperkirakan masih berlanjut menuju area support di kisaran 3.320–3.300.



Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga emas saat ini terlihat bergerak dalam tren menurun jangka pendek dengan membentuk lower high yang ditandai oleh garis tren turun merah. Posisi harga juga masih berada di bawah SMA 50, yang semakin menegaskan tekanan bearish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda pembalikan arah setelah harga menembus garis tren turun merah dan bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini memberi sinyal awal potensi penguatan menuju resistance 65,10 hingga 66,37, selama harga mampu bertahan di atas level 62,99. Indikator RSI berada di kisaran 60, mendukung momentum bullish.
