Harga Minyak Turun di Tengah Konflik Timur Tengah
Harga minyak turun pada perdagangan awal pekan dan mendorong penguatan pasar saham global. Penurunan ini terjadi setelah lonjakan tajam harga minyak sepanjang bulan Maret yang memicu kekhawatiran inflasi.
Israel menyatakan telah menyiapkan rencana operasi militer setidaknya selama tiga minggu ke depan. Serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah target di Iran sepanjang malam.
Di sisi lain, serangan drone Iran sempat mengganggu operasional bandara Dubai dan menghantam fasilitas minyak penting di Uni Emirat Arab. Ketegangan tersebut membuat pasar energi dan keuangan global tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meminta dukungan internasional untuk memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka. Jalur tersebut menjadi salah satu rute pengiriman minyak paling vital di dunia.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah masih mengizinkan sejumlah kapal dari Iran, India, dan China melintas di selat tersebut. Ia menambahkan langkah untuk menekan lonjakan harga energi akan bergantung pada perkembangan konflik dengan Iran.
Pasar Saham Global Menguat
Penurunan harga energi terjadi bersamaan dengan harga minyak turun cukup tajam pada penutupan perdagangan. Minyak mentah AS turun sekitar 5,28% ke level 93,50 dolar per barel.
Sementara itu, minyak Brent melemah sekitar 2,84% ke 100,21 dolar per barel. Meski turun, kedua kontrak minyak tersebut masih mencatat lonjakan hampir 40% sepanjang bulan Maret.
Penurunan harga minyak memberikan sentimen positif bagi pasar saham global. Indeks saham utama di Wall Street mencatat kenaikan yang dipimpin oleh sektor teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Dow Jones naik 0,83% ke level 46.946,41. Indeks S&P 500 menguat 1,01% menjadi 6.699,39. Sementara Nasdaq melonjak 1,22% ke 22.374,18.
Saham perusahaan teknologi juga mencatat kenaikan. Nvidia naik sekitar 2,8% setelah CEO Jensen Huang memaparkan rencana pengembangan teknologi terbaru pada konferensi pengembang tahunan perusahaan.
Sementara itu, saham Meta Platforms naik sekitar 1,8% setelah laporan menyebut perusahaan tersebut berencana memangkas lebih dari 20% tenaga kerjanya.
Lonjakan Minyak Ubah Ekspektasi Bank Sentral
Lonjakan harga energi sebelumnya membuat pasar menilai ulang prospek kebijakan moneter global. Walaupun harga minyak turun, kenaikan harga minyak dalam beberapa minggu terakhir masih berpotensi memicu tekanan inflasi.
Data LSEG menunjukkan pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 25 basis poin oleh Federal Reserve hingga akhir tahun.
Di Eropa, investor bahkan memperkirakan potensi kenaikan suku bunga sekitar 40 basis poin dari European Central Bank.
Pekan ini menjadi periode penting karena sejumlah bank sentral besar menggelar rapat kebijakan. Bank sentral di Amerika Serikat, Inggris, zona euro, Jepang, Australia, Kanada, Swiss, dan Swedia akan memberikan sinyal baru mengenai arah suku bunga.
Sebagian besar bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Namun Reserve Bank of Australia diperkirakan justru menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi sekitar 4,1% untuk meredam inflasi domestik.
Pergerakan Obligasi dan Dolar
Perubahan ekspektasi kebijakan tersebut memicu pergerakan di pasar obligasi pemerintah.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun sekitar 6,1 basis poin ke level 4,224%. Meski demikian, yield tersebut masih naik sekitar 26 basis poin sepanjang bulan Maret.
Pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pengumuman kebijakan minggu ini. Bank sentral kemungkinan menyampaikan nada yang hati-hati karena lonjakan harga energi dapat memicu tekanan inflasi baru.
Volatilitas pasar juga sempat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Namun indeks dolar melemah sekitar 0,56% ke level 99,78 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan.
Sementara itu, euro menguat sekitar 0,81% ke level 1,1508 dolar AS.
Harga Emas Melemah Mendekati $5.000
Di pasar logam mulia, harga minyak turun turut memengaruhi pergerakan emas. Harga emas melemah mendekati level 5.000 dolar per ounce setelah tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi sebelumnya mulai mereda. Pelemahan harga energi serta penurunan tipis dolar AS mengurangi sebagian permintaan safe haven terhadap emas.
Prospek Harga Emas Selasa | 17 Maret 2026
Harga emas pada grafik H4 terlihat masih berada dalam tekanan setelah turun menembus area support 5.061 dan kini bergerak di bawah garis SMA 50 yang mulai mengarah turun. Penurunan tersebut menunjukkan momentum bearish masih cukup dominan, meskipun saat ini harga terlihat mencoba bergerak stabil di sekitar area 5.005.
Selama harga masih bertahan di bawah area resistance terdekat di 5.061 hingga 5.122, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji kembali support di 4.961. Jika level tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di 4.906 hingga 4.842.
Sementara itu, indikator RSI berada di kisaran 38 yang menunjukkan momentum masih berada di area bearish, meskipun belum memasuki kondisi oversold. Hal ini mengindikasikan bahwa ruang penurunan masih terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.061 R2 5.122 R3 5.192
S1 4.961 S2 4.906 S3 4.842
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.970 |
| Profit Target Level | 5.050 |
| Stop Loss Level | 4.905 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.060 |
| Profit Target Level | 4.965 |
| Stop Loss Level | 5.125 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 17 Maret 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat sedang mengalami koreksi setelah sebelumnya gagal bertahan di area resistance 99,99. Tekanan jual mendorong harga turun dan kini menguji area support terdekat di kisaran 92,50.
Selama harga masih mampu bertahan di atas level 92,50, peluang rebound masih terbuka untuk kembali menguji resistance di 99,99, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju area 104,73 hingga 108,00. Namun jika support 92,50 ditembus, koreksi dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 89,81 hingga 86,11 yang juga berdekatan dengan garis SMA 50.
Sementara itu, indikator RSI berada di kisaran 52 yang menunjukkan momentum masih relatif netral, sehingga pergerakan harga selanjutnya masih berpotensi ditentukan oleh reaksi harga di area support terdekat tersebut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 99,99 R2 104,73 R3 108,00
S1 92,50 S2 89,81 S3 86,11
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 92,50 |
| Profit Target Level | 99,00 |
| Stop Loss Level | 89,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 99,99 |
| Profit Target Level | 93,00 |
| Stop Loss Level | 104,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 1.3680. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target terdekat berada di resistance 1.3740, kemudian 1.3760, dan 1.3780.





Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat berada dalam tekanan setelah menembus beberapa level support penting. Setelah sebelumnya bergerak sideways di bawah area 5.192 dan 5.122, harga akhirnya turun menembus support 5.061 dan melanjutkan penurunan hingga mendekati area 4.961. Pergerakan ini juga diiringi oleh posisi harga yang berada di bawah SMA 50, sehingga mengindikasikan momentum bearish yang masih cukup kuat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat melanjutkan kenaikan dengan membentuk gap di kisaran 96,60 hingga area 98,00. Kenaikan ini menunjukkan momentum bullish yang masih cukup kuat, namun pergerakan harga saat ini masih tertahan di area resistance 99,99 yang menjadi level kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Week Ahead: 16–20 Maret 2026
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 5.125. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut dengan support terdekat di 5.055. Jika level ini ditembus, penurunan berikutnya berpotensi menguji area 5.015 hingga 4.995.

Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area di atas SMA 50 (garis biru), yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Harga juga menembus support minor dan membentuk lower high, mengindikasikan momentum bearish mulai dominan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan pemulihan setelah koreksi tajam dari puncak sebelumnya, dengan harga kembali bergerak di atas SMA 50 yang mengindikasikan tren naik jangka pendek mulai terbentuk. Harga juga telah menembus resistance 89,81 dan kini bergerak mendekati 92,50 yang berpotensi menjadi support baru, sehingga peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance berikutnya di 99,99 selama harga bertahan di atas area 89,81.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.1580. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.1530. Jika level ini berhasil ditembus, penurunan diperkirakan berlanjut menuju area support berikutnya di kisaran 1.1505 hingga 1.1480.

