Saham Global Cetak Rekor Tertinggi
Saham global cetak rekor baru pada perdagangan hari ini, didorong oleh optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi dan kebijakan bank sentral yang lebih longgar. pada September. MSCI All Country World Index (ACWI) sempat menyentuh level tertinggi baru di 954,21 sebelum ditutup naik 0,60% di 952,83.
Di AS, S&P 500 dan Nasdaq kembali mencatat rekor untuk sesi kedua berturut-turut, sementara Dow Jones menguat 1%. Sektor material, kesehatan, dan konsumsi non-primer memimpin penguatan, sementara sektor komunikasi, barang kebutuhan pokok, dan teknologi terkoreksi.
Sentimen Positif Didukung Data Inflasi AS
Kenaikan indeks sebagian besar dipicu data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan tarif impor Presiden Donald Trump belum sepenuhnya berdampak pada harga konsumen. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga bulan depan, dengan probabilitas mencapai hampir 94% berdasarkan CME FedWatch, naik tajam dari 57% sebulan lalu.
Komentar pasar menyebut laporan inflasi tersebut lebih baik dari yang dikhawatirkan, sehingga memberi “lampu hijau” bagi Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter pada September.
Bursa Eropa dan Asia Ikut Menguat
Bursa Eropa naik 0,54% mendekati level tertinggi dua minggu, sedangkan indeks Nikkei Jepang mencatat reli enam hari beruntun dan menembus level 43.000 untuk pertama kalinya. MSCI Asia Pasifik di luar Jepang juga menguat 1,54%, mencerminkan sentimen positif yang meluas di pasar global.
Dollar Melemah, Yield Obligasi Turun
Imbal hasil obligasi AS turun, dengan yield tenor 2 tahun melemah 5,2 basis poin menjadi 3,679%, sementara yield 10 tahun turun 5,5 basis poin menjadi 4,238%. Dollar AS melemah terhadap yen, franc Swiss, dan euro, mendorong indeks dollar turun ke level terendah dua minggu di 97,79.
Harga Minyak Tertekan di Level Terendah Dua Bulan
Harga minyak dunia melemah ke level terendah sejak awal Juni setelah laporan pasokan yang bearish dari EIA dan IEA. Brent ditutup turun 0,74% ke $65,63 per barel, sementara WTI terkoreksi 0,82% menjadi $62,65 per barel.
Persediaan minyak mentah AS naik 3 juta barel, jauh di atas ekspektasi penurunan 275.000 barel. Ekspor minyak AS juga tercatat lemah, yang berpotensi menekan harga lebih lanjut. IEA memangkas proyeksi permintaan minyak global tahun ini meskipun meningkatkan estimasi pertumbuhan pasokan.
Emas Menguat Didorong Pelemahan Dollar
Harga emas spot naik 0,34% menjadi $3.356,49 per ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menguat 0,3% ke $3.408,3 per ons. Penguatan harga didorong oleh melemahnya dollar AS dan turunnya yield obligasi, serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed pada September.
Data inflasi yang lebih rendah dan lemahnya data ketenagakerjaan AS memperkuat spekulasi akan ada lebih dari satu pemangkasan suku bunga tahun ini. Investor kini menanti data indeks harga produsen, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel AS yang akan dirilis pekan ini.
Prospek harga Emas Kamis | 14 Agustus 2025
Pergerakan emas terlihat harga saat ini bergerak sideways , menandakan fase konsolidasi setelah tekanan jual sebelumnya. Posisi harga masih berada di bawah SMA 50, sehingga bias jangka menengah cenderung lemah. Area supply terdekat berada di kisaran 3.370 –3.380, dan selama zona ini belum berhasil ditembus, potensi kenaikan masih terbatas. Jika breakout ke atas 3,380, target berikutnya mengarah ke 3.405.
Di sisi bawah, area 3.342 – 3.331 menjadi zona demand yang penting. Jika zona ini ditembus, harga berpotensi melemah lebih lanjut menuju 3.315.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.370 R2 3.380 R3 3.405
S1 3.342 S2 3.331 S3 3.315
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.343 |
| Profit Target Level | 3.370 |
| Stop Loss Level | 3.330 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.370 |
| Profit Target Level | 3.345 |
| Stop Loss Level | 3.385 |
Prospek harga US Oil Kamis | 14 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak di bawah SMA 50 dengan kecenderungan tren menurun. RSI berada di kisaran 39.22, menunjukkan momentum bearish yang masih dominan meskipun ada peluang teknikal rebound jangka pendek. Area resistance terdekat berada di 64,56, diikuti 65,44 dan 66,69.
Potensi kenaikan sementara dapat terjadi jika harga menguji kembali area 64,56, namun selama tidak mampu menembus resistance ini, skenario utama tetap mengarah turun. Support terdekat berada di 62,18, kemudian 61,240, dan target pelemahan berikutnya di 60,32 jika tekanan jual berlanjut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 64,56 R2 65,44 R3 66,69
S1 62,18 S2 61,24 S3 60,32
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 62,20 |
| Profit Target Level | 64,00 |
| Stop Loss Level | 61,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 64,50 |
| Profit Target Level | 62,30 |
| Stop Loss Level | 65,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berpeluang melanjutkan tren bullish, dengan level pivot di 1.1685. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka, dengan target awal di resistance 1.1730. Jika resistance ini berhasil ditembus, penguatan dapat berlanjut menuju area 1.1760–1.1785.





Pergerakan emas di time frame H4 saat ini terlihat harga bergerak mendekati area resistance 3.358 yang berdekatan dengan SMA50, setelah mengalami rebound dari area 3.337–3.330. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas 3.358, risiko pembalikan turun menuju kembali area support 3.337–3.330 tetap ada, bahkan bisa berlanjut ke 3.315 jika tekanan jual menguat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terus menurun. Saat ini harga berada di dekat support 62,18 setelah gagal bertahan di atas 64,56. Kenaikan sebelumnya juga tertahan oleh SMA 50 yang melandai ke bawah.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.365. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target awal di support 3.340. Jika support ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 3.322 hingga 3.302.




Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga telah menembus tren naik jangka pendek dan kini bergerak di bawah SMA 50, menandakan tekanan bearish yang dominan. Area resistance terdekat berada di sekitar 3.358 (bertepatan dengan area SMA 50), sementara support penting berada di 3.333 dengan potensi penurunan lebih lanjut menuju zona 3.313–3.300 yang merupakan area demand sebelumnya. Indikator RSI berada di kisaran 37, mengindikasikan momentum bearish yang masih kuat meski mendekati area oversold, sehingga peluang penurunan berlanjut tetap terbuka apabila harga gagal menembus kembali ke atas SMA 50.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga masih berada dalam tren turun di dalam channel bearish. Saat ini, harga mulai membentuk pantulan dari area support 62,18–63,05. Jika harga mampu menembus batas atas channel dan level 64,72, potensi penguatan dapat berlanjut menuju resistance di 65,99 hingga 67,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas di time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di US$3.380. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di US$3.350. Penembusan di bawah support ini dapat membuka ruang penurunan lebih dalam menuju area US$3.340–US$3.322.

