Market Summary
Peluang trading EUR/USD menjadi perhatian pasar menjelang rilis data Jobless Claims Amerika Serikat pada Kamis malam pukul 19.30 WIB. Pasangan mata uang ini masih berada di bawah tekanan setelah dolar AS menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta lonjakan harga energi global.
Euro memperpanjang pelemahannya hingga mendekati level 1.15 terhadap dolar AS, yang merupakan level terendah sejak akhir November. Sentimen pasar berubah negatif setelah konflik di kawasan Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak. Harga minyak bahkan sempat melampaui USD100 per barel setelah Iran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi dan transportasi di kawasan tersebut.
Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi di kawasan euro. Kondisi ini membuat investor kembali menilai prospek kebijakan moneter di Eropa serta dampaknya terhadap nilai tukar euro.
Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Dorong Penguatan Dolar
Dolar AS menguat selama tiga sesi perdagangan berturut-turut dan mendorong indeks dolar mendekati level 99.5. Kenaikan ini terjadi seiring lonjakan harga minyak yang memperbesar risiko inflasi global.
Badan Energi Internasional (IEA) memang mengumumkan pelepasan cadangan minyak strategis sebesar 400 juta barel. Namun langkah tersebut belum mampu meredakan kekhawatiran pasar karena distribusi pasokan diperkirakan membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sebelum mencapai pembeli.
Risiko pasokan juga meningkat setelah Irak menghentikan operasional terminal minyaknya menyusul serangan terhadap kapal tanker di wilayah perairannya. Situasi ini menambah ketidakpastian di pasar energi global dan memperkuat permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Ekspektasi Kebijakan ECB Mulai Berubah
Perubahan kondisi energi juga memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter di kawasan euro. Pasar uang kini memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga pada Juli, dengan peluang sekitar 85% untuk kenaikan kedua pada Desember.
Perubahan ini sangat tajam dibandingkan akhir Februari lalu. Saat itu pelaku pasar bahkan masih melihat peluang sekitar 40% bagi ECB untuk memangkas suku bunga sebelum akhir tahun.
Beberapa pejabat ECB juga mulai menunjukkan nada yang lebih hawkish. Risiko inflasi dari lonjakan harga energi menjadi perhatian utama, terutama jika konflik geopolitik berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Meski demikian, sebagian analis menilai kebijakan moneter saat ini masih berada pada posisi yang tepat. Bank sentral diperkirakan tetap berhati-hati sambil memantau dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi.
Fokus Pasar ke Data Jobless Claims AS
Saat ini perhatian investor beralih ke rilis data klaim pengangguran awal AS atau Jobless Claims malam ini.
Data terbaru diperkirakan berada di 214 ribu, sedikit lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya 213 ribu. Jika hasil data lebih rendah dari perkiraan, kondisi pasar tenaga kerja AS akan terlihat semakin kuat dan berpotensi mendorong penguatan dolar.
Sebaliknya, angka klaim yang lebih tinggi dapat memicu koreksi dolar dan memberi ruang pemulihan bagi euro.
Dengan kondisi pasar yang masih sensitif terhadap sentimen geopolitik dan data ekonomi AS, Peluang trading EUR/USD malam ini diperkirakan tetap tinggi menjelang rilis indikator tenaga kerja tersebut.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.1580. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.1530. Jika level ini berhasil ditembus, penurunan diperkirakan berlanjut menuju area support berikutnya di kisaran 1.1505 hingga 1.1480.
Sebagai alternatif skenario, apabila harga mampu bergerak naik menembus level 1.1580, maka potensi kenaikan dapat berlanjut untuk menguji area resistance berikutnya di 1.1610 hingga 1.1640.
Resistance 1: 1.1580 Resistance 2: 1.1610 Resistance 3: 1.1640
Support1: 1.1530 Support 2: 1.1505 Support 3: 1.1480
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan harga sempat naik mendekati resistance 5.210, namun kembali terkoreksi dan kini bergerak di bawah garis downtrend jangka pendek. Area 5.183 menjadi resistance terdekat yang bertepatan dengan SMA 50, sehingga selama harga masih tertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat mencoba rebound setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak. Saat ini harga bergerak naik dan bertahan di atas 88,84, yang kini berperan sebagai support terdekat setelah sebelumnya menjadi area penembusan.

Pergerakan emas pada grafik H4 terlihat mulai pulih setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak di sekitar 5.370. Setelah sempat bergerak sideways, harga kini kembali menguat dan bergerak di sekitar 5.190, dengan posisi yang masih berada di sekitar garis SMA 50, menandakan tren jangka pendek mulai stabil.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat mengalami koreksi tajam setelah sebelumnya melonjak hingga area sekitar 119. Penurunan cepat tersebut membawa harga kembali ke area 80-an sebelum akhirnya mencoba stabil dan bergerak konsolidasi di sekitar 85.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih berada dalam bias bullish dengan level pivot di 0.7055. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan resistance terdekat di 0.7120. Jika level ini berhasil ditembus, kenaikan selanjutnya berpotensi mengarah ke area resistance 0.7145 hingga 0.7170.

Pergerakan emas pada grafik H4 terlihat konsolidasi setelah mengalami penurunan dari area puncak di sekitar 5.300. Saat ini pergerakan harga tertahan di bawah area SMA 50, yang berada di sekitar 5.206, sehingga zona tersebut menjadi resistance dinamis terdekat.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi setelah terbentuk gap besar di kisaran 92,46–105,01. Setelah gap tersebut muncul, harga justru melonjak tajam hingga mencapai area sekitar 119, sebelum akhirnya berbalik mengalami koreksi tajam.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil berpotensi melanjutkan koreksi pada time frame H4, dengan level pivot di 112,50. Selama harga masih bertahan di bawah level tersebut, tekanan koreksi diperkirakan berlanjut dengan support terdekat di 97,00. Jika level support ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji support berikutnya di 91,50 hingga 85,00.
