Market Summary
Pasangan mata uang USD/CAD mengalami tekanan jual baru setelah jeda singkat pada sesi sebelumnya. Harga spot turun ke level 1.3825 pada sesi Asia hari Jumat, mendekati posisi terendah dua minggu yang dicapai pada hari Rabu. Kelemahan ini mencerminkan tekanan terhadap Dolar AS (USD) yang sedang melemah secara luas di pasar global. Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) setelah data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang lebih lembut pada pekan lalu.
Pengaruh Kebijakan Fiskal AS Terhadap USD
Kekhawatiran atas dampak negatif dari kebijakan fiskal AS, terutama tagihan pajak besar yang diusulkan Presiden Donald Trump, turut melemahkan USD. Pasar memandang bahwa tagihan ini dapat memperburuk defisit anggaran dalam waktu cepat, sehingga mengurangi kepercayaan investor terhadap aset berbasis USD. Bahkan data ekonomi AS yang cukup positif pada Kamis lalu tidak cukup untuk membangun momentum bagi USD.
Dukungan Fundamental Terhadap CAD
Di sisi lain, Dolar Kanada (CAD) mendapat dukungan dari harga Minyak Mentah yang stabil. Meskipun ada kekhawatiran atas pembicaraan nuklir AS-Iran dan potensi peningkatan produksi oleh OPEC+, stabilitas harga minyak memberikan dukungan terhadap mata uang yang berbasis komoditas seperti CAD. Selain itu, ekspektasi bahwa Bank of Canada (BoC) tidak akan memangkas suku bunga pada Juni, didukung oleh data inflasi inti Kanada yang lebih tinggi dari perkiraan, semakin memperkuat posisi CAD.
Fokus Data Ekonomi untuk Sentimen Pasar
Pelaku pasar kini menantikan data Penjualan Ritel bulanan Kanada serta data Penjualan Rumah Baru dari AS yang diharapkan memberikan dorongan baru bagi pergerakan USD/CAD. Kinerja CAD yang lebih kuat dibandingkan USD mengindikasikan bahwa tekanan bearish kemungkinan akan tetap mendominasi pasangan mata uang ini dalam waktu dekat.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot tercatat berada di 1.3860. Selama harga bergerak di bawah level ini, arah selanjutnya diperkirakan turun. Target penurunan berada di area support 1.3790-1.3760, dengan potensi menuju support kuat di 1.3700.
Sebagai alternatif, jika harga menembus di atas 1.3860, tren dapat berubah menjadi bullish. Target kenaikan berada di area resistance 1.3890-1.3910.
.
Resistance 1: 1.3860 Resistance 2: 1.3890 Resistance 3: 1.3910
Support1: 1.3790 Support 2: 1.3760 Support 3: 1.3700
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat saat ini berada di atas garis SMA 50, menunjukkan bahwa harga masih memiliki momentum untuk bertahan di atas support dinamis tersebut. Sebelumnya, harga sempat turun hingga di bawah level 3.200 sebelum rebound yang signifikan. Namun, kenaikan ini masih tertahan oleh resistance garis tren menurun (trend line), yang terus menjadi hambatan utama bagi pergerakan bullish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat saat ini harga berada di bawah SMA 50, menunjukkan adanya tekanan bearish yang dominan. Sebelumnya, harga sempat naik mendekati area resistance di 62.82 dan 63.52, namun gagal mempertahankan momentum bullish sehingga mengalami penurunan tajam. Saat ini, harga bergerak mendekati support di level 60.06, dengan support berikutnya di level 59.21 dan 57.70.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas pada time frame H4 masih cenderung bergerak turun, dengan level pivot berada di 3.329. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tren penurunan diperkirakan berlanjut untuk menguji area support di kisaran 3.295 hingga 3.258.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sedang mencoba menembus area resistance 3.327-3.347. SMA 50 berada di bawah harga, mengindikasikan tren bullish jangka menengah yang masih valid. RSI 14 berada di level 66, mendekati zona overbought, sehingga peluang koreksi kecil tetap ada. Garis tren menurun (trendline hijau) menjadi level krusial; jika berhasil ditembus, dapat membuka jalan bagi kelanjutan kenaikan menuju resistance berikutnya di 3.370-3.391.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga saat ini mengalami tekanan jual setelah gagal menembus area resistance 62,43-62,82. SMA 50 (garis merah) tampak mulai mendatar, sementara harga bergerak di bawahnya, mengindikasikan potensi peralihan tren menjadi bearish jika tekanan jual berlanjut. RSI 14 berada di level 40, mendekati area oversold, tetapi masih memberikan ruang untuk pelemahan lebih lanjut.
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central melihat GBP/USD cenderung bullish. Level pivot utama berada di 1.3385. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi kenaikan bisa berlanjut. Targetnya adalah area resistance di kisaran 1.3445 hingga 1.3500.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga mengalami rebound kuat dari level support utama di 3.250, dengan support tambahan di 3.204, yang sebelumnya menahan tekanan jual. Harga saat ini bergerak mendekati garis resistance dinamis berupa tren menurun, dengan resistance kunci berada di level 3.350. Jika harga berhasil menembus level ini, target selanjutnya berada di 3.371 hingga 3.397.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren bullish setelah harga berhasil menembus resistance di 62,82, yang kini menjadi support terdekat. Support lain berada di 62,33 dan 61,49, yang dapat menjadi area penting jika terjadi koreksi. Tren naik semakin kuat dengan harga berada di atas SMA 50, mencerminkan dominasi pembeli.
