FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Pasar global mengawali pekan dengan sentimen negatif akibat ketidakpastian terbaru terkait tarif perdagangan, yang berdampak pada pelemahan indeks saham global, penurunan harga minyak, dan kenaikan Kenaikan Yield AS.
Indeks MSCI Global melemah 0,36% menjadi 846,21 setelah mencatat sembilan hari penguatan berturut-turut. Di Wall Street, ketiga indeks utama turut terkoreksi, dengan S&P 500 dan Dow Jones mematahkan rekor kenaikan sembilan sesi beruntun. Pelaku pasar cenderung berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 100% untuk film produksi luar negeri, tanpa kejelasan detail implementasi. Kekhawatiran investor meningkat karena langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa sektor-sektor penting lainnya juga bisa dikenakan bea serupa.
Sementara itu, optimisme sebelumnya terkait kemungkinan meredanya ketegangan dagang AS–China mulai memudar. Meski Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan berbagai negara, termasuk China, masih berlangsung dan prioritasnya adalah mencapai kesepakatan yang adil, pasar tetap waspada terhadap risiko kejutan kebijakan.
Dari sektor energi, harga minyak turun tajam setelah OPEC+ memutuskan untuk mempercepat peningkatan produksi. WTI Crude ditutup melemah $1,16 (1,99%) ke $57,13 per barel, sedangkan Brent turun $1,06 (1,73%) ke $60,23. Keputusan ini memicu kekhawatiran pasar atas potensi kelebihan pasokan di tengah ketidakpastian permintaan global.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS naik tipis setelah data sektor jasa menunjukkan ketahanan ekonomi AS. Indeks harga yang dibayar dalam survei tersebut, yang menjadi salah satu indikator tekanan inflasi, tercatat pada level tertinggi dua tahun. Imbal hasil obligasi 10-tahun naik 2,9 basis poin menjadi 4,349%, sementara obligasi 30-tahun naik 4,1 basis poin ke 4,8356%.
Di sisi lain, emas justru melonjak karena dollar AS melemah dan munculnya permintaan safe haven menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve minggu ini. Harga spot gold naik tajam 2,82% ke $3.331,35 per ounce, sementara emas berjangka AS menguat 2,42% ke $3.310,10 per ounce.
Dari pasar mata uang, dollar AS melemah terhadap beberapa mata uang utama. Dollar Taiwan menguat hampir 3% dalam dua sesi terakhir, memicu spekulasi adanya potensi revaluasi mata uang Asia guna memperoleh kelonggaran dagang dari AS. Indeks dollar turun 0,06% ke 99,82, sementara euro menguat tipis 0,13% ke $1,131, dan yen Jepang menguat 0,8% terhadap dollar ke 143,77.
Secara keseluruhan, hari Senin ditandai oleh volume perdagangan yang relatif rendah karena libur di beberapa negara seperti Inggris, China, dan Jepang, namun ketidakpastian kebijakan tarif serta antisipasi terhadap keputusan The Fed tetap menjadi faktor utama yang membentuk sentimen pasar global.
Prospek Harga Emas Hari Selasa (06/05)
Pergerakan emas pada H4 menunjukkan potensi pembalikan arah setelah harga berhasil menembus garis tren turun (trendline biru) dan bergerak di atas SMA 50 (garis merah), mengindikasikan kekuatan bullish jangka menengah.
Saat ini harga berada di sekitar area 3.331 dan jika mampu menembus level kunci 3.350.00, maka target berikutnya berada di kisaran 3.386 hingga 3.411. RSI yang mendekati level 70 juga mengindikasikan momentum bullish yang kuat namun mendekati area overbought, sehingga perlu diwaspadai kemungkinan pullback ke support 3.314 atau 3.286. sebelum melanjutkan kenaikan.
Data Perdagangan pada hari Senin (05/05)
Open: 3.241,00 High: 3.337,52 Low: 3.237,61 Close: 3.331,43 Range: 99,91
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.350 R2 3.386 R3 3.411
S1 3.314 S2 3.286 S3 3.260
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.315 |
| Profit Target Level | 3.350 |
| Stop Loss Level | 3.285 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.386 |
| Profit Target Level | 3.360 |
| Stop Loss Level | 3.411 |
Prospek Harga Minyak Hari Selasa (06/05)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren turun yang masih dominan dengan harga bergerak di bawah SMA 50, namun saat ini harga sedang berusaha mengisi area gap (kotak kuning) yang terbentuk sebelumnya. Jika upaya ini berhasil dan harga mampu menembus level 57.70, maka ada peluang pemulihan menuju area resistance berikutnya di 59.30 hingga 61.03.
Sebaliknya, kegagalan menutup gap dan penurunan di bawah support 55.09 dapat membuka jalan menuju target penurunan lanjutan di 52.09 bahkan hingga 47.30 sesuai proyeksi Fibonacci Extension. RSI di kisaran 40 mengindikasikan momentum bearish masih mendominasi, namun ada potensi rebound teknikal dalam jangka pendek selama gap belum sepenuhnya terisi.
Data perdagangan pada hari Senin (05/05)
Open: 55,60 High: 57,66 Low: 55,33 Close: 57,09 Range: 2,33
OIL INTRADAY AREA
R1 57,70 R2 59,30 R3 61,03
S1 55,09 S2 52,09 S3 47,30
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 55.25 |
| Profit Target Level | 57,50 |
| Stop Loss Level | 54,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 57,70 |
| Profit Target Level | 56,00 |
| Stop Loss Level | 58,00 |
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga US Oil masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 57,50. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan tetap terbuka, dengan target ke area support di kisaran 55,85 hingga 54,20.





Pergerakan emas pada time frame menunjukkan tekanan bearish setelah gagal menembus trenline menurun (resistance dinamis berwarna hijau) dan kini berada di bawah SMA 50, mengindikasikan potensi lanjutan pelemahan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren utama yang sedang bearish, dengan harga bergerak di bawah SMA 50, mengonfirmasi tekanan jual yang kuat. Area resistance utama berada di level 61.03, 59.30, dan 57.70, di mana level 57.70 juga menjadi area kritis karena adanya gap yang terbentuk. Sementara itu, support terdekat berada di 55.09 (FE 61.8%), diikuti oleh 52.09 (FE 100%), dan 47.30 (FE 161.8%). Indikator RSI saat ini berada di level 31.63, menandakan kondisi oversold, tetapi belum memberikan sinyal pembalikan yang kuat.
Pekan depan, pasar keuangan global akan menghadapi sejumlah rilis data ekonomi dan keputusan kebijakan moneter yang diperkirakan memiliki dampak besar pada pergerakan aset keuangan utama. Investor akan memantau dengan seksama bagaimana bank sentral utama, seperti Federal Reserve dan Bank of England, menyikapi perkembangan terbaru di ekonomi global. Selain itu, data inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas sektor jasa dari berbagai negara akan memberikan gambaran penting mengenai kondisi ekonomi terkini dan potensi arah kebijakan moneter di masa depan.





Pergerakan emas pada time fram H4 terlihat harga sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi yang ditandai oleh area kotak kuning. Setelah beberapa kali gagal menembus batas atas dan bawah zona tersebut, akhirnya harga melakukan breakout ke bawah dengan menembus support penting di level 3.260, yang kini berubah menjadi resistance. Penembusan ini mengindikasikan pergeseran sentimen pasar ke arah bearish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY masih memiliki kecenderungan bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 143.60. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi pergerakan selanjutnya adalah naik untuk menguji resistance di kisaran 144.75-145.60.
