Market Summary
Selat Hormuz kembali mengguncang pasar energi global setelah Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut. Jalur ini menyalurkan sekitar 20% pengiriman minyak mentah dunia, sehingga gangguan distribusi langsung memicu lonjakan harga.
West Texas Intermediate (WTI) futures di NYMEX naik sekitar 2–4% dan diperdagangkan mendekati USD 73–74 per barel pada sesi Selasa. Kenaikan ini memperpanjang reli hampir 6% pada sesi sebelumnya seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan berkepanjangan.
Eskalasi Konflik Picu Gangguan Suplai
Ketegangan meningkat setelah Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan jalur tersebut dan memperingatkan kapal yang mencoba melintas. Langkah ini menjadi respons atas serangan udara Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas militer Iran serta menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Militer AS kemudian mengumumkan penghancuran sejumlah pos komando dan instalasi pertahanan Iran. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS siap melakukan “apa pun yang diperlukan” memperkuat kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.
Arus kapal tanker di kawasan itu praktis terhenti akibat risiko keamanan yang tinggi. Saudi Aramco juga menghentikan sementara operasional kilang Ras Tanura setelah serangan drone menghantam fasilitas tersebut. Gangguan ini memperketat pasokan global dalam jangka pendek.
Faktor The Fed Batasi Kenaikan
Di tengah lonjakan akibat krisis selat Hormuz, pasar juga menilai prospek kebijakan moneter Amerika Serikat. Probabilitas Federal Reserve menahan suku bunga pada pertemuan Juni meningkat menjadi 53,5% berdasarkan CME FedWatch Tool.
Data ISM Manufacturing PMI menunjukkan komponen Prices Paid melonjak ke 70,5 dari 59,0 sebelumnya. Kenaikan tekanan inflasi ini meredam ekspektasi pelonggaran moneter cepat. Jika suku bunga bertahan lebih lama, permintaan energi global dapat melambat dan membatasi kenaikan harga.
Outlook Pasar Energi
Penutupan selat Hormuz meningkatkan premi risiko geopolitik dan mendorong volatilitas tinggi di pasar minyak. Selama ketegangan belum mereda dan arus distribusi belum kembali normal, harga minyak cenderung bertahan di level tinggi. Namun, arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik serta dinamika kebijakan moneter global.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 70,40. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 75,30, kemudian 77,00, hingga 79,00.
Sebaliknya, jika harga turun menembus 70,40, tekanan jual berpotensi meningkat dan mendorong pelemahan ke area support 69,20 hingga 67,80.
Resistance 1: 75,30 Resistance 2: 77,00 Resistance 3: 79,00
Support1: 70,40 Support 2: 69,20 Support 3: 67,80
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pada grafik H4, emas sudah breakout dari pola rectangle 5.100–5.250 dan membentuk gap ke atas. Gap di area 5.250–5.280 sempat hampir tertutup, namun harga kembali naik dan kini bertahan di atasnya, sehingga zona tersebut berfungsi sebagai support baru.
Pada grafik H4, US Oil terlihat melakukan breakout kuat dari area konsolidasi di sekitar 66.00–67.77 dan membentuk gap naik hingga area 69.27. Gap tersebut belum tertutup dan kini menjadi support terdekat, menandakan tekanan beli masih dominan dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot di 1.3635. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 1.3685, kemudian 1.3700 hingga 1.3720.

Pergerakan emas pada timeframe H4 kini mengonfirmasi breakout dari area konsolidasi setelah berhasil menembus resistance 5.250, bahkan disertai pembentukan gap yang memperkuat momentum bullish. Harga saat ini berada di kisaran 5.346 dan masih bergerak di atas SMA 50, sehingga bias kenaikan tetap dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan breakout kuat dari area resistance 67,77 yang sebelumnya menjadi batas atas konsolidasi, dengan dorongan momentum yang diperkuat oleh pembentukan gap. Harga saat ini bergerak di atas SMA yang menanjak, mengindikasikan tren bullish yang semakin solid dalam jangka pendek.
Week Ahead: 02–06 Maret 2026
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 5.160. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 5.215, kemudian 5.225, hingga 5.250.

Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya, dengan harga bergerak sideways di area 5.100–5.217 yang menjadi zona kunci jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas support 5.100 dan masih bergerak di atas SMA 50, bias bullish masih terjaga meskipun momentum cenderung melemah, tercermin dari RSI yang bergerak datar di sekitar level 50–60.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 67,05–67,73, dengan harga saat ini kembali mendekati area SMA 50 di sekitar 64,61. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, tekanan koreksi cenderung meningkat, terutama jika terjadi penembusan di bawah 64,61 yang dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut menuju 63,61 hingga 62,41.
