Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Harga emas awalnya menguat pada Kamis, didorong oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina. Namun, setelah menyentuh level tertinggi mingguan, harga emas terkoreksi seiring dengan pemulihan sentimen risiko global yang dipicu oleh jeda 90 hari tarif baru yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.
Ketegangan perdagangan tetap menjadi pendorong utama pergerakan harga emas. Keputusan AS untuk menaikkan tarif pada barang-barang Cina hingga 125%, direspons oleh tarif tambahan Cina sebesar 50% pada barang-barang AS, meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang lebih dalam. Di sisi lain, jeda tarif sementara dari AS untuk sebagian negara lainnya meredakan kekhawatiran pasar dan membantu pemulihan sentimen risiko.
Ekspektasi inflasi yang lebih tinggi akibat tarif dan meningkatnya taruhan terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve juga memberikan dukungan tambahan bagi emas. Pasar saat ini memperkirakan Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 75–84 basis poin hingga akhir tahun, meskipun beberapa pejabat Fed menyatakan perlunya pendekatan hati-hati terkait kebijakan moneter. Kondisi ini tetap mendukung daya tarik emas sebagai aset lindung nilai dalam lingkungan suku bunga rendah.
Meskipun sempat mencapai kenaikan lebih dari 2% pada Rabu—kenaikan harian terbesar sejak Oktober 2023—harga emas terkoreksi setelah pemulihan di pasar ekuitas. Investor juga bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi konsumen AS yang dapat memberikan petunjuk lebih jelas tentang jalur kebijakan suku bunga Fed ke depan.
Analisis Teknikal
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 3.078. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, kemungkinan besar akan terjadi kenaikan lebih lanjut menuju area resistance di kisaran 3.167–3.200.
Sebagai alternatif skenario, jika harga turun di bawah level 3.078, potensi pergerakan berikutnya adalah penurunan menuju area support di kisaran 3.048–3.018.
Resistance 1: 3.167 Resistance 2: 3.185 Resistance 3: 3.200
Support1: 3.078 Support 2: 3.048 Support 3: 3.018





Harga emas pada grafik H4 menunjukkan adanya rebound tajam setelah sempat menembus area support kunci di 3.000 dan kini kembali menguji area resistance di sekitar 3.100 yang berdekatan dengan garis SMA 50. Jika harga gagal menembus dan bertahan di atas area ini, maka ada potensi penurunan kembali menuju 3.047 hingga 3.022.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan pemantulan kuat dari area support S1 di 57,44 dan kini sedang menguji area resistance di sekitar 65,24. Kenaikan ini terjadi setelah tekanan jual tajam sebelumnya mendorong harga turun dari atas pada kisaran 72,00. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas resistance R1 di 65.240, maka peluang penguatan lanjutan menuju R2 di 67.97 hingga R3 di 73.04 akan terbuka.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD masih memiliki bias bullish pada time frame H4, dengan level pivot utama berada di 1.1000. Selama harga bertahan di atas level ini, pasangan ini berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance di 1.1090 hingga 1.1180.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tekanan turun yang semakin kuat setelah menembus ke bawah garis tren naik (uptrend line) yang terbentuk sejak akhir Februari. Penurunan ini diperkuat oleh posisi harga yang kini berada di bawah SMA 50, menandakan perubahan sentimen dari bullish ke bearish dalam jangka menengah. Koreksi naik sempat terjadi tetapi tertahan di bawah area resistance di level 3.022 dan 3.047, yang kini menjadi zona penting jika harga mencoba untuk rebound.



Pergerakan emas pada grafik H4 terlihat mengalami koreksi tajam setelah menyentuh area tertinggi (ATH) di sekitar 3.168. Saat ini harga berada di sekitar level 2.985, sedikit di atas support Fibonacci retracement 61,8% di 2.960. Jika level ini mampu menahan tekanan jual, ada potensi pemantulan kembali ke atas menuju area resistance terdekat di 3.000 dan 3.040.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 tampak masih bergerak dalam tekanan bearish setelah mengalami penurunan tajam dari level tertinggi baru di kisaran 72,00 hingga menyentuh area sekitar 59,000. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di sekitar level pivot 61,24, tepat di bawah area gap yang sebelumnya sempat ditutup. Jika harga mampu bertahan di atas level pivot dan berhasil menembus resistance 63,54, maka ada peluang kenaikan lanjutan menuju 66,16 hingga 68,46.
