Market Summary
Peluang Trading Emas di Awal Tahun 2026 terbuka lebar setelah logam mulia mengawali tahun dengan penguatan signifikan. Harga emas spot naik 1,4% ke level USD 4.372 per ons dan melanjutkan reli besar yang terjadi sepanjang 2025. Kondisi ini mencerminkan minat investor yang tetap tinggi terhadap aset safe haven.
Analis pasar menilai emas memulai 2026 dengan momentum positif. Sepanjang 2025, emas mencatatkan kenaikan tahunan 64%, tertinggi sejak 1979. Kinerja tersebut menciptakan fondasi kuat bagi trader untuk memanfaatkan pergerakan harga di awal tahun ini.
Suku Bunga Rendah Menjadi Katalis Utama Harga Emas
Ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat terus menopang harga emas. Federal Reserve memangkas suku bunga pada Desember lalu dan membuka peluang pelonggaran lanjutan sepanjang 2026. Kondisi ini menguntungkan emas karena aset tanpa imbal hasil cenderung tampil optimal saat suku bunga rendah.
Pelaku pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Harapan tersebut membuat emas tetap menarik sebagai instrumen lindung nilai sekaligus peluang trading jangka menengah.
Permintaan Safe Haven Menguat di Tengah Risiko Geopolitik
Risiko geopolitik kembali meningkatkan daya tarik emas. Ketegangan antara Rusia dan Ukraina memicu kekhawatiran baru di pasar global. Investor aktif mencari aset yang mampu menjaga nilai saat ketidakpastian meningkat, dan emas menjawab kebutuhan tersebut.
Selain itu, status emas sebagai mineral strategis di Amerika Serikat serta keterbatasan pasokan global mendorong minat investasi dan industri secara bersamaan.
Pelemahan Dolar AS Mendukung Prospek Emas
Dolar AS memulai 2026 dengan performa lemah setelah turun 9,4% sepanjang 2025. Selisih suku bunga yang menyempit antara AS dan negara lain menekan dominasi dolar. Kondisi ini biasanya memberikan ruang kenaikan bagi harga emas dalam denominasi dolar.
Euro dan poundsterling mencatat penguatan tajam tahun lalu, sementara investor mulai mengantisipasi kebijakan moneter AS yang lebih dovish ke depan.
Strategi Trading Emas di Awal Tahun 2026
Meski prospek emas terlihat cerah, trader tetap perlu mewaspadai aksi ambil untung. CME Group menaikkan margin perdagangan logam mulia, sehingga volatilitas jangka pendek bisa meningkat. Trader sebaiknya mengelola risiko dengan disiplin dan memantau data ekonomi AS seperti Nonfarm Payrolls.
Dengan kombinasi suku bunga rendah, dolar melemah, dan risiko global yang tinggi, Peluang Trading Emas di Awal Tahun 2026 tetap menarik bagi trader yang mengedepankan strategi dan manajemen risiko yang matang.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.340. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.404. Jika harga berhasil menembus area ini, potensi penguatan selanjutnya mengarah ke resistance 4.438 hingga 4.480.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa penurunan harga ke bawah level 4.340 dapat membuka peluang koreksi lebih lanjut, dengan target pengujian area support di kisaran 4.305 hingga 4.274.
Resistance 1: 4.404 Resistance 2: 4.438 Resistance 3: 4.480
Support1: 4.340 Support 2: 4.305 Support 3: 4.274
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.




Harga emas pada grafik H4 terlihat masih berada dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.377–4.404, yang sebelumnya menjadi zona supply kuat. Penurunan membawa harga mendekati area 4.271, sebelum muncul upaya rebound teknikal, namun pergerakan ini masih tertahan di bawah trendline naik dan SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 sempat menguat, namun kenaikan tersebut masih tertahan oleh downtrend line di area resistance 58,03–58,45. Kegagalan menembus zona ini mendorong harga berbalik turun hingga menembus SMA 50 di kisaran 57,60, yang mengindikasikan tekanan bearish kembali mendominasi. Selama harga masih bergerak di bawah SMA 50, potensi penurunan lanjutan tetap terbuka dengan target mengarah ke area support 56,64 hingga 56,07.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat peluang trading XAG/USD masih berpotensi melanjutkan penurunan pada time frame H4, dengan level pivot di 74,30. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi, dengan support terdekat di 70,50. Penembusan support ini dapat membuka peluang penurunan lanjutan menuju area support berikutnya di 68,50 hingga 65,80.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih berada dalam struktur bullish jangka menengah, namun pemulihan belum terlihat solid karena harga masih kesulitan menembus SMA 50. Setelah rebound dari area support 4.322–4.302, harga kembali tertahan di kisaran 4.405 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga tekanan jual masih terasa di area tersebut.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 saat ini sudah bergerak dan bertahan di atas SMA 50 di area 57,60 yang berfungsi sebagai support dinamis. Kondisi ini menjaga peluang pemulihan jangka pendek selama harga tidak kembali turun ke bawah SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpeluang mengalami rebound dengan level pivot di 4.322. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 4.405. Jika harga mampu menembus area ini, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju kisaran 4.440–4.485.

Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading USD/CAD pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot di 1.3665. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 1.3705 hingga 1.3745.

