Saham Global Bangkit Tajam
Ringkasan Pasar Global Pekan 09–13 Februari 2026 menunjukkan perbaikan sentimen risiko setelah tekanan kuat di awal pekan. Indeks saham global MSCI melonjak 1,5% pada Jumat, mencatat kenaikan harian terkuat dalam beberapa bulan. Reli ini muncul setelah aksi jual beruntun pada lima dari enam sesi sebelumnya. Pemulihan juga terlihat pada bitcoin, emas, dan perak yang kembali menguat dari tekanan tajam.
Wall Street Menguat, Saham Teknologi Pimpin Reli
Bursa saham AS memberi dorongan besar bagi pasar global. Investor kembali masuk ke saham teknologi, khususnya semikonduktor, setelah aksi jual besar akibat kekhawatiran belanja dan disrupsi persaingan di sektor kecerdasan buatan. Indeks semikonduktor Philadelphia melonjak 5,7%, sementara indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 naik 2,4% setelah koreksi tajam sebelumnya.
Dow Jones Industrial Average melonjak 2,47% dan menembus level 50.000 untuk pertama kalinya. S&P 500 naik 1,97% dengan sektor industri, barang kebutuhan pokok, dan energi mencetak rekor penutupan. Nasdaq Composite menguat 2,18% dan mencatat kenaikan harian terbesar sejak akhir November. Meski begitu, secara mingguan Nasdaq masih turun 1,84%, sementara Dow justru naik 2,5%.
Belanja AI Raksasa Teknologi Tekan Sektor
Tekanan sempat membayangi saham teknologi setelah Amazon mengumumkan rencana belanja besar untuk AI. Total belanja AI gabungan Amazon, Microsoft, Alphabet, dan Meta pada 2026 diperkirakan mencapai USD 600 miliar. Saham Amazon turun 5,6%, dan kekhawatiran terhadap dampak AI pada sektor perangkat lunak serta data services membebani sentimen sepanjang pekan.
Kripto, Emas, dan Perak Rebound Kuat
Aset kripto mencatat reli tajam setelah aksi jual besar yang menghapus sekitar USD 2 triliun nilai pasar sejak Oktober. Bitcoin melonjak 10,79% ke area USD 69.909, sementara Ethereum naik 10,88% ke USD 2.047. Rebound ini memberi jeda bagi pasar setelah tekanan ekstrem.
Di pasar logam mulia, emas dan perak menguat didukung aksi bargain hunting, pelemahan dolar AS, serta kekhawatiran geopolitik terkait pembicaraan AS–Iran. Harga emas spot naik 3,93% ke USD 4.957 per ons, sedangkan perak melonjak 8,6% ke USD 77,36 per ons.
Dolar Melemah, Imbal Hasil Obligasi Bergerak Variatif
Di pasar valuta asing, dolar AS melemah seiring penguatan aset berisiko. Indeks dolar turun ke 97,61, sementara euro menguat ke USD 1,1823 dan poundsterling naik ke USD 1,3616. Terhadap yen Jepang, dolar bergerak relatif stabil di kisaran 157,1.
Imbal hasil obligasi AS bergerak beragam. Yield obligasi AS tenor dua tahun naik ke 3,496% menjelang rilis data ketenagakerjaan, sedangkan yield tenor 10 tahun turun ke 4,206%. Pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed pertama pada Juni.
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Isu Timur Tengah
Harga minyak menguat tipis setelah pasar memantau pembicaraan nuklir AS–Iran yang dimediasi Oman. Minyak mentah AS ditutup naik ke USD 63,55 per barel, sementara Brent menguat ke USD 68,05 per barel. Sentimen pasokan tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik kawasan.
Eropa dan Pasar Global Lainnya
Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,89% pada Jumat, meski masih mencatat penurunan tipis secara mingguan. Indeks saham global MSCI naik 1,53% dan mencatat kenaikan harian terbesar sejak Mei, walau masih menyisakan koreksi kecil untuk pekan berjalan.
Ringkasan Pasar Global Pekan 09–13 Februari 2026 menegaskan perubahan sentimen dari defensif menuju risk-on, dengan fokus utama pada saham AS, pemulihan kripto, serta dinamika dolar dan komoditas.
WEEK AHEAD
(09 – 13 Februari 2026)
Week Ahead: 09–13 Februari 2026
Pekan mendatang akan dipenuhi agenda penting akibat penundaan rilis data selama penutupan sebagian pemerintah AS. Laporan tenaga kerja AS dan data inflasi CPI Januari akan dirilis bersamaan dan menjadi sorotan utama karena berkaitan langsung dengan dua mandat Federal Reserve, yakni stabilitas harga dan pasar tenaga kerja. Pasar juga akan mencermati data penjualan ritel, indeks biaya tenaga kerja, serta pernyataan sejumlah pejabat The Fed untuk mencari petunjuk lanjutan arah suku bunga.
Amerika Serikat: Data Ketenagakerjaan, Inflasi, dan Laporan Keuangan
Di Amerika Serikat, perhatian investor tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls Januari yang diperkirakan naik 70 ribu setelah peningkatan 50 ribu pada Desember. Tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4,4%, mendekati level tertinggi empat tahun. Pertumbuhan upah rata-rata diperkirakan melambat secara tahunan, sementara inflasi diprediksi tetap solid dengan kenaikan CPI bulanan 0,3% dan inflasi inti berakselerasi.
Selain itu, data penjualan ritel Desember, penjualan rumah, neraca perdagangan, serta Employment Cost Index kuartal IV akan melengkapi gambaran kondisi ekonomi AS. Dari sisi korporasi, laporan kinerja emiten besar seperti McDonald’s, Coca-Cola, Cisco Systems, Applied Materials, hingga Ford Motor dan Spotify akan menjadi katalis tambahan pergerakan pasar saham.
Inggris dan Eropa: Pertumbuhan Ekonomi
Di Eropa, fokus utama tertuju pada Inggris dengan rilis data PDB kuartal IV yang diperkirakan tumbuh 0,2%, lebih baik dibanding kuartal sebelumnya. Data produksi industri, perdagangan, dan konstruksi juga akan dirilis untuk menilai momentum ekonomi Inggris. Di kawasan zona euro, estimasi kedua PDB akan dipantau setelah pertumbuhan stabil di 0,3%, disertai data ketenagakerjaan.
Asia Pasifik: Inflasi China dan Pemilu Jepang
Di Asia, perhatian pasar tertuju pada data inflasi China yang diperkirakan melambat, serta indeks harga rumah yang diproyeksikan mencatat penurunan bulanan ke-31 berturut-turut. Di Jepang, data upah Desember, neraca transaksi berjalan, serta indikator manufaktur akan dirilis bersamaan dengan hasil pemilu kilat yang berpotensi memengaruhi yen dan pasar obligasi.
Sementara itu, Australia akan menghadapi pekan padat dengan rilis data belanja rumah tangga, kepercayaan konsumen dan bisnis, persetujuan bangunan, kredit perumahan, serta ekspektasi inflasi.
Data Mingguan Perdagangan Emas (02- 06 Februari 2026)
Open : 4.775,18 High : 5.091,84 Low : 4.402,95 Close : 4.953,77 Range : 688,89
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.540 | R1 5.229 |
| S2 4.127 | R2 5.505 |
| S3 3.852 | R3 5.918 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (02- 06 Februari 2026)
Open : 64,68 High : 65,49 Low : 61,08 Close : 63,45 Range : 4,41
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 61,19 | R1 65,60 |
| S2 58,93 | R2 67,75 |
| S3 56,78 | R3 70,01 |
Oil Outlook : Bullish
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD masih berpeluang melanjutkan tren bearish pada time frame ini dengan level pivot di 1.3700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi mendorong penurunan lanjutan untuk menguji area support di 1.3660, kemudian 1.3635, hingga 1.3615.





Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area resistance 5.023 dan 4.958, yang kini beralih fungsi sebagai area penahan kenaikan. Harga terlihat bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren jangka menengah yang masih lemah, sementara RSI berada di sekitar level 39 yang menunjukkan momentum bearish masih dominan meski belum masuk area oversold.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area 63,82, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 di sekitar 62,94. Kondisi ini membuka ruang tekanan lanjutan selama harga tertahan di bawah 63,82, dengan potensi penurunan mengarah ke area support 61,69, kemudian 61,08 hingga 60,08.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 1.1810. Selama harga bergerak dan bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut untuk menguji area support 1.1775, diikuti 1.1760, hingga 1.1745.

Harga emas pada time frame H4 terlihat mulai bergerak rebound setelah koreksi tajam dan membentuk low di area 4.850. Rebound ini bersifat teknikal karena harga masih bergerak di bawah SMA 50, yang saat ini juga berdekatan dengan zona resistance 5.059, sehingga area tersebut menjadi hambatan utama bagi kenaikan lanjutan. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50, pergerakan naik masih berisiko hanya sebagai pullback dalam fase konsolidasi. Jika breakout terjadi di atas 5.059, maka peluang kenaikan dapat berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.100 hingga 5.147.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 yang saat ini berada di area 62,80–63,00. Kenaikan sebelumnya membentuk struktur higher low, dan harga kini bergerak stabil di atas support 62,82 hingga 61,69, yang menjaga bias naik tetap terpelihara.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan perak masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 85,50. Selama harga bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 92,50, kemudian 95,90, hingga 99,20.

Pada grafik H4, harga emas terlihat sedang bergerak dalam fase pemulihan setelah mengalami penurunan tajam, namun kenaikan masih tertahan di bawah area resistance 5.000–5.100 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga zona ini berpotensi menjadi hambatan kuat. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, pergerakan cenderung rawan kembali melemah dengan support terdekat berada di 4.812, diikuti 4.746 dan 4.674.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat masih bergerak dalam tren naik namun saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah gagal bertahan di area puncak sebelumnya. Selama harga mampu bertahan di atas support 62,52 yang berdekatan dengan SMA 50, peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka dengan resistance terdekat berada di 64,16, kemudian 65,06 hingga 66,06.
