Market Summary
Peluang trading USD/CHF kembali mencuat setelah Swiss Franc menguat pasca keputusan Swiss National Bank (SNB) yang mempertahankan suku bunga di 0%. USD/CHF bergerak turun dari area 0,8000 dan menyentuh level terendah tiga minggu di 0,7985 karena tekanan jual yang meningkat akibat sentimen bullish pada Franc. Tekanan ini muncul ketika pasar menilai kebijakan moneter SNB sebagai faktor pendukung kekuatan mata uang Swiss.
Kebijakan Moneter SNB
Peluang trading USD/CHF semakin menarik setelah SNB menegaskan bahwa suku bunga tetap berada di 0% dan bank tetap siap melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan. Inflasi yang turun ke 0,0% pada November menunjukkan tekanan harga yang sangat jinak. SNB memperkirakan inflasi hanya mencapai 0,2% pada 2025 hingga 0,6% pada 2027, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Swiss melambat dari 1,5% pada 2025 ke sekitar 1% pada 2026. Dalam konferensi persnya, Ketua SNB Martin Schlegel menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap ekspansif dan mendukung pertumbuhan ekonomi, sementara ketidakpastian global mulai berkurang.
USD Melemah dan Sentimen Pasar Menekan USD/CHF
Di sisi lain, dolar AS melemah setelah Federal Reserve merilis keputusan yang lebih dovish dari perkiraan. The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan membuka peluang terjadinya pelonggaran kebijakan tambahan pada 2026. Komentar Powell yang menepis kekhawatiran inflasi makin mempertegas ekspektasi pasar terhadap berlanjutnya penurunan suku bunga tahun depan. Sentimen dovish ini menahan penguatan dolar dan memberi tekanan tambahan pada USD/CHF.
Prospek ke Depan
Dengan latar belakang perbedaan arah kebijakan moneter antara SNB yang mempertahankan sikap ekspansif dan Fed yang bergerak lebih dovish, pasangan USD/CHF berpotensi melanjutkan pelemahannya dalam jangka pendek. Investor perlu memperhatikan respons pasar terhadap proyeksi inflasi Swiss yang tetap rendah dan potensi intervensi SNB, serta data ekonomi AS yang mungkin memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan. Kombinasi faktor-faktor ini membuka peluang pergerakan teknikal dan fundamental yang signifikan bagi trader USD/CHF.
Analisis Teknikal
Pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih menunjukkan potensi bearish menurut analisis Trading Central, dengan level pivot berada di 0.8030. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju support terdekat di 0.7965. Jika harga menembus area itu, penurunan selanjutnya dapat mengarah ke support berikutnya di 0.7940–0.7915.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central melihat peluang kenaikan jika harga mampu menembus kembali area 0.8030. Dalam kondisi tersebut, momentum bullish dapat mendorong harga menguji resistance di 0.8045 dan berlanjut menuju 0.8065.
Resistance 1: 0.8030 Resistance 2: 0.8045 Resistance 3: 0.8065
Support1: 0.7965 Support 2: 0.7940 Support 3: 0.7915
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan konsolidasi di dalam area 4.226–4.260 setelah sebelumnya menjaga struktur higher low di atas trendline naik. Selama harga bertahan di atas trendline tersebut dan di atas area 4.170, bias jangka pendek cenderung bullish dengan peluang pengujian resistance 4.245 lalu 42.65, bahkan 4.293 jika terjadi penembusan tegas dari area konsolidasi.
Harga US Oil pada grafik H4 sebelumnya sempat rebound dari area support 57,65–58,13, namun kenaikan tersebut masih tertahan di area 59,16 yang juga bertepatan dengan SMA 50, sehingga menunjukkan bahwa tekanan bearish masih dominan. Selama harga gagal menembus resistance tersebut, potensi pelemahan berlanjut dengan tekanan yang dapat membawa harga kembali menguji support 58,13 dan 57,65, bahkan melebar menuju 57,09 jika area tersebut ditembus.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 4.191. Selama harga bergerak di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 4.231–4.258.

Harga emas di grafik H4 bergerak sideways di dalam kisaran 4.170–4.265 setelah sebelumnya terkoreksi dari resistance 4.265 dan tertahan di support 4.170. Selama harga tetap berada di atas trendline naik dan SMA 50, struktur teknikal masih mendukung peluang rebound untuk kembali menguji resistance 4.245 dan 4.265.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dari area 59.16–59.62 dan gagal bertahan di atas SMA 50. Penurunan ini membuat harga kembali menguji support 58.13, yang kini menjadi level penentu arah jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan GBP/USD masih cenderung bullish di time frame H4 dengan pivot di 1.3320. Selama harga berada di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance terdekat berada di area 1.3360–1.3365. Jika area tersebut ditembus, potensi naik dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 1.3415.

Harga emas pada grafik H4 mulai bergerak di bawah SMA 50 setelah gagal mempertahankan posisi di atas area 4.219, yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat. Selama harga bergerak di bawah garis SMA tersebut, peluang penurunan tetap dominan dan dapat mendorong harga menuju support 4.162 kemudian 4.140 bahkan 4.108 jika penurunan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 melemah setelah gagal bertahan di atas area 59,40. Harga kini turun dan menembus SMA 50, sehingga bias berubah menjadi bearish. Selama harga bergerak di bawah 59,40, tekanan jual berpeluang berlanjut menuju support 58,27, lalu 57,65, bahkan 57,09 jika penurunan semakin kuat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1635. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 1.1680 hingga 1.1720.
