Market Summary
Peluang Trading Emas Jelang Rilis Data PPI AS kembali menjadi fokus pasar setelah harga emas mengalami tekanan menyusul koreksi tajam pasca reli kuat dalam hampir dua pekan terakhir. Penguatan dolar AS memicu aksi jual pada logam mulia, terutama setelah muncul laporan bahwa Presiden Donald Trump tengah mempersiapkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.
Penguatan dolar membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global. Hal ini mendorong aksi profit taking setelah emas mencatat kenaikan lebih dari 20% sepanjang tahun ini. Pergerakan tersebut sekaligus menandai fase konsolidasi setelah lonjakan harga yang bersifat parabolik.
Meski terkoreksi, tren jangka menengah emas masih menunjukkan dukungan dari tingginya ketidakpastian global, meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi bank sentral, serta prospek kebijakan suku bunga yang lebih rendah di Amerika Serikat.
Penguatan Dolar Tekan Harga Emas
Optimisme pasar meningkat setelah Gedung Putih dan Senat AS mencapai kesepakatan sementara untuk mendanai pemerintah federal, sehingga risiko penutupan pemerintahan dapat dihindari. Perkembangan ini memberi dorongan terbatas pada dolar AS dan menekan harga emas pada perdagangan Asia.
Di saat yang sama, Presiden Donald Trump kembali menegaskan keinginannya agar Federal Reserve menurunkan suku bunga secara signifikan. Namun, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga dan menegaskan pendekatan yang berhati-hati.
Spekulasi mengenai peluang Kevin Warsh menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed turut memengaruhi sentimen pasar. Warsh dikenal memiliki reputasi tegas terhadap inflasi, meskipun belakangan mendukung pandangan suku bunga yang lebih rendah. Ketidakpastian ini membuat ruang penguatan dolar menjadi terbatas.
Ketegangan Geopolitik Tetap Jadi Penopang
Ketegangan geopolitik global masih tinggi seiring peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Selain itu, konflik Rusia-Ukraina belum menunjukkan kemajuan berarti dalam perundingan damai.
Ancaman tarif baru dari Amerika Serikat terhadap sejumlah negara juga menambah kekhawatiran pasar terhadap prospek perdagangan global. Kondisi tersebut menopang minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai, sehingga tekanan penurunan harga cenderung tertahan.
Fokus Pasar ke Data PPI AS
Pelaku pasar kini menanti rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada sesi Amerika Utara. Data ini dipandang penting karena dapat memberikan gambaran awal mengenai tekanan inflasi di tingkat produsen.
Hasil PPI berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan dolar AS. Dengan demikian, Peluang Trading Emas Jelang Rilis Data PPI AS tetap menjadi perhatian utama pasar, terutama dalam konteks volatilitas jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 5.370. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju area support 5.000, kemudian 4.900, hingga 4.810.
Sebagai skenario alternatif, jika harga mampu bergerak naik dan menembus di atas 5.370, maka peluang penguatan terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 5.470 hingga 5.590.
Resistance 1: 5.370 Resistance 2: 5.470 Resistance 3: 5.590
Support1: 5.000 Support 2: 4.900 Support 3: 4.810
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish. Harga bertahan di atas SMA 50 meski sempat terkoreksi tajam dari area puncak. Penurunan harga tertahan di area 5.100 yang kini berfungsi sebagai support kunci. Struktur higher low masih terjaga.
Pergerakan WTI pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan harga bergerak di atas SMA utama dan struktur kenaikan tetap terjaga. Resistance terdekat berada di level 66,39, yang saat ini menjadi area penahan laju kenaikan. Jika level ini gagal ditembus, harga berpotensi mengalami koreksi untuk menguji area support 64,26 hingga 63,30.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 63,30. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 64,90. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 65,70 hingga 66,30.

Pergerakan XAUUSD pada time frame H1 masih menunjukkan tren bullish yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga di atas garis tren naik serta SMA yang terus mengarah ke atas. Harga saat ini bergerak di area atas dan membentuk gap di sekitar zona 5.425–5.376 yang berpotensi menjadi area konsolidasi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area resistance dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini mulai mengarah naik. Kenaikan terakhir membawa harga mendekati area resistance 64,08, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka untuk menguji kembali area support di 62,85 hingga 62,18.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 5.220. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.330, kemudian 5.380, hingga 5.430.

Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang solid, ditopang oleh posisi harga yang konsisten berada di atas garis SMA 50. Harga saat ini bertahan di atas pivot point di area 5.125, yang menjaga bias bullish tetap dominan. Selama area ini mampu dipertahankan, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di 5.236, kemudian R2 di 5.299 hingga R3 di 5.410.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga kembali bergerak di atas SMA 50. Harga juga mampu bertahan di atas pivot point di area 61,67. Selama level ini dipertahankan, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance di 63,26. Target kenaikan berikutnya berada di R2 64,13 dan R3 65,72.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Silver masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 106,60. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 117,70, kemudian 121,70, hingga 127,00.
