Market Summary
Batas waktu tarif yang ditetapkan pemerintah AS pada 1 Agustus menjadi perhatian utama pasar. Dolar AS tergelincir pada perdagangan Selasa, sementara yen Jepang mencatat penguatan signifikan terhadap greenback. Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan terus membayangi pasar mata uang global.
Yen menguat untuk hari kedua berturut-turut, melanjutkan reli pasca hasil pemilu majelis tinggi Jepang akhir pekan lalu. Fokus investor kini bergeser pada seberapa cepat Jepang dapat menjalin kesepakatan perdagangan dengan Washington.
Ketidakpastian Tarif dan Fokus Pasar pada Perundingan Perdagangan
Dengan tenggat waktu tinggal beberapa hari, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah lebih mementingkan kualitas kesepakatan dagang daripada kecepatan penyelesaiannya. Ia juga membuka kemungkinan perpanjangan tenggat waktu bagi negara-negara yang menunjukkan kemajuan dalam negosiasi.
Namun, pelaku pasar masih bersikap hati-hati. Ketidakpastian seputar kebijakan tarif global terus membebani pasar valas, sehingga sebagian besar mata uang tetap berada dalam kisaran perdagangan yang sempit meskipun indeks saham AS mencetak rekor tertinggi baru.
Indeks Dollar dan Pergerakan Mata Uang Global
Indeks dollar AS turun 0,3% ke level 97.545 setelah merosot sekitar 0,6% pada hari sebelumnya. Ini merupakan level terendah dua pekan terakhir. Euro naik tipis 0,2% ke $1.1725, menyentuh level tertinggi dua minggu, meskipun ECB diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga dalam pertemuan mendatang.
Sementara itu, kesepakatan perdagangan antara AS dan Uni Eropa masih jauh dari tercapai. Para diplomat Eropa mengindikasikan bahwa mereka sedang menjajaki serangkaian tindakan balasan yang lebih luas, mengingat semakin kecilnya peluang untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu.
Kekhawatiran atas Independensi The Fed dan Dampaknya terhadap Dollar
Kekhawatiran pasar juga meningkat terhadap independensi The Fed, terutama setelah Presiden Donald Trump kembali mengkritik Gubernur Jerome Powell dan mendesaknya untuk mundur. Meski demikian, Bessent menyatakan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk Powell mengundurkan diri dan menekankan bahwa ia sebaiknya menyelesaikan masa jabatannya hingga Mei mendatang.
Jika Powell diganti dengan sosok yang dianggap tunduk pada keinginan Gedung Putih, hal ini berpotensi memperlemah dollar lebih lanjut dan mendorong lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang.
Harga Emas Naik Tajam Didukung Ketidakpastian Perdagangan
Harga emas menguat ke level tertinggi lima pekan pada Selasa, didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian dagang menjelang batas waktu tarif AS, serta turunnya imbal hasil obligasi AS. Emas spot naik 1% menjadi $3.428,84 per ons, sementara emas berjangka AS naik 1,1% menjadi $3.443,70.
Kondisi ini membuat logam mulia lebih menarik di mata investor karena tidak memberikan imbal hasil, sehingga menjadi alternatif yang aman ketika pasar berisiko.
Harga Minyak Melemah Tiga Hari Berturut-turut
Harga minyak mentah turun untuk sesi ketiga berturut-turut seiring memudarnya harapan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Eropa menjelang batas waktu tarif AS. Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di negara-negara konsumen energi terbesar dunia.
Minyak Brent turun 82 sen atau 1,2% menjadi $68,39 per barel, sementara WTI kontrak Agustus turun $1,05 atau 1,6% ke $66,15 per barel. Kontrak WTI September yang lebih aktif turun 87 sen menjadi $65,08.
EU dikabarkan sedang mempersiapkan langkah balasan yang lebih luas terhadap potensi tarif dari AS, yang mengancam memberlakukan tarif hingga 30% jika kesepakatan tidak tercapai hingga 1 Agustus.
Bursa AS Bervariasi: Dow Menguat, Nasdaq Melemah
Pasar saham AS ditutup bervariasi pada Selasa. Dow Jones menguat 179,12 poin atau 0,40% ke 44.502,19, sementara Nasdaq tergelincir 81,49 poin atau 0,39% ke 20.892,69. S&P 500 naik tipis 0,06% ke 6.309,59.
Kinerja pasar saham mencerminkan respons investor terhadap laporan keuangan kuartalan yang bervariasi serta kekhawatiran bahwa perang dagang yang berkepanjangan mulai menggerus margin keuntungan korporasi.
Prospek harga Emas Rabu | 23 Juli 2025
Pergerakan emas pada pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang kuat setelah berhasil menembus beberapa level resistance penting, didukung oleh posisi harga yang kini berada di atas SMA 50 sebagai support dinamis. Namun, RSI saat ini berada pada level 73.80, yang mengindikasikan kondisi overbought dan meningkatkan kemungkinan koreksi jangka pendek.
Potensi penurunan sementara menuju area support di kisaran 3.419 hingga 3.403 terlihat memungkinkan sebelum melanjutkan tren naik. Selama harga tetap bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan kembali terbuka dengan target selanjutnya di level resistance 3.451, dan jika tekanan beli berlanjut, harga berpotensi menguji area psikologis di 3.500.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.434 R2 3.451 R3 3.500
S1 3.375 S2 3.361 S3 3.345
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.405 |
| Profit Target Level | 3.434 |
| Stop Loss Level | 3.383 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.434 |
| Profit Target Level | 3.410 |
| Stop Loss Level | 3.455 |
Prospek harga US Oil Rabu | 23 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Ini terlihat dari posisi harga yang berada di bawah SMA 50 dan pola penurunan yang konsisten sejak pertengahan Juli.
Saat ini, harga berada dekat area support penting di 65,01. Jika level ini bertahan, ada peluang rebound jangka pendek untuk menguji resistance di 66,42. Namun, tren utama tetap negatif selama harga gagal menembus resistance tersebut. Jika support di 65,01 kembali ditembus, risiko penurunan lanjutan terbuka menuju 64,18 atau bahkan 63,13.
US Oil INTRADAY AREA
R1 66,42 R2 67,12 R3 68,20
S1 65,01 S2 64,18 S3 63,13
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 65,10 |
| Profit Target Level | 67,00 |
| Stop Loss Level | 64,10 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 66,42 |
| Profit Target Level | 65,10 |
| Stop Loss Level | 67,20 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bullish. Level pivot berada di area 3.380. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi kenaikan diperkirakan berlanjut untuk menguji resistance di kisaran 3.402 hingga 3.425.





Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus area resistance 3.375 dan bergerak stabil di atas SMA 50, mengindikasikan tekanan beli yang solid. RSI saat ini berada di atas level 70, menandakan kondisi overbought yang meningkatkan potensi koreksi sementara sebelum tren naik berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus resistance dan terus bergerak di bawah SMA 50, mengindikasikan tren lemah dalam jangka pendek. RSI yang berada di kisaran 44 menunjukkan dominasi seller dengan momentum beli yang masih terbatas.
Berdasarkan analisis Trading Central, pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, dengan level pivot berada di 1.1605. Selama harga tetap bergerak di atas level ini, potensi penguatan diperkirakan masih berlanjut. Resistance terdekat berada di area 1.1657. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju resistance berikutnya di kisaran 1.1685 hingga 1.1720.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pergerakan dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan naik, didukung oleh garis tren naik (biru) yang masih terjaga serta posisi harga yang berada di atas SMA 50, mengindikasikan potensi lanjutan tren bullish. Namun, harga saat ini sedang menguji area resistance di sekitar 3.357.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas SMA 50, yang kini kembali berperan sebagai resistance dinamis. Koreksi ini menempatkan harga mendekati zona support 65,01; jika level ini ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut menuju 64,18 hingga 63,13.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY masih berpotensi melanjutkan tren bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 149.00. Selama harga tetap di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut. Target penurunan berada di area support 148.25 hingga 147.75.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga bergerak dalam tren naik jangka pendek, didukung oleh garis uptrend line yang masih terjaga. Harga saat ini juga berada di atas SMA 50, yang berfungsi sebagai support dinamis tambahan. Area 3.310–3.324 menjadi zona support penting, dan harga telah memantul dari sana, mengindikasikan adanya minat beli.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga berada dalam tren turun setelah penurunan tajam dari area 70 an, dan saat ini sedang melakukan pullback ke area resistance di sekitar 67,12 yang berdekatan dengan SMA 50. Terlihat ada gap kecil yang mungkin sedang coba diisi oleh harga, namun tekanan jual masih mendominasi selama harga berada di bawah resistance 67.12.
