Market Summary
Wall Street ditutup menguat pada Kamis, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan baru. Sentimen positif ditopang oleh data ekonomi yang solid dan laporan kinerja emiten yang mengesankan. Kenaikan juga terjadi pada indeks Dow Jones dan Russell 2000, menunjukkan partisipasi pasar yang lebih luas, termasuk dari saham-saham kapitalisasi kecil.
Data klaim tunjangan pengangguran menunjukkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim awal menurun, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang tetap kuat. Sementara itu, penjualan ritel di bulan Juni melonjak melebihi ekspektasi, meskipun sebagian dari kenaikan ini kemungkinan dipicu oleh naiknya harga akibat tarif impor.
Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi AS tampaknya belum terwujud, setidaknya untuk saat ini.
Earnings Musim Ini Jadi Katalis Kuat, Saham Teknologi dan Konsumen Melonjak
Kinerja emiten yang solid turut menopang pergerakan indeks. Perusahaan pembuat chip utama dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC), melaporkan laba kuartalan yang memecahkan rekor meskipun memperingatkan potensi tekanan dari tarif AS di kuartal mendatang. GE Aerospace juga menaikkan proyeksi laba berkat meningkatnya pengiriman mesin jet.
Sementara itu, saham PepsiCo melonjak 7,5% setelah melaporkan hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar, didorong oleh permintaan yang tetap kuat di pasar AS dan Eropa. Saham United Airlines juga naik setelah manajemen melaporkan lonjakan pemesanan tiket dalam tiga minggu terakhir.
Investor terlihat semakin optimistis terhadap musim laporan keuangan ini, dengan ekspektasi pertumbuhan yang kuat hingga ke tahun 2026, meskipun valuasi saham saat ini relatif tinggi.
Pasar Global Ikut Menguat, STOXX 600 Rebound Didukung Laporan Kinerja
Di Eropa, indeks STOXX 600 berhasil menguat 0,96% setelah empat hari berturut-turut mengalami penurunan. Kenaikan ini didorong oleh hasil kinerja perusahaan yang kuat, termasuk rekor pemesanan dari perusahaan teknik asal Swiss, ABB. MSCI World Index juga naik 0,56% mendekati level tertingginya, mencerminkan optimisme global terhadap prospek ekonomi dan pendapatan perusahaan.
Dollar Menguat, Yield Obligasi AS Naik Tipis di Tengah Data Ekonomi Solid
Dollar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya setelah rilis data ekonomi yang mendukung. Indeks dollar naik 0,32% ke level 98,66, sementara euro melemah 0,34% ke $1,1594. Terhadap yen Jepang, dollar menguat 0,5% ke 148,6 di tengah kekhawatiran politik menjelang pemilu di Jepang.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) Treasury AS bergerak naik tipis dalam sesi perdagangan yang relatif volatil. Yield obligasi tenor 10 tahun naik menjadi 4,457%, sedangkan yield obligasi 2 tahun — yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga — naik menjadi 3,909%. Kenaikan ini mencerminkan pandangan bahwa ekonomi AS cukup kuat untuk mendukung sikap hati-hati The Fed dalam memangkas suku bunga.
Minyak Naik Karena Gangguan Pasokan di Timur Tengah, Emas Turun Imbas Data AS
Harga minyak mentah naik sekitar $1 setelah serangan drone ke ladang minyak di Kurdistan Irak terus berlanjut untuk hari keempat berturut-turut. Ketegangan geopolitik ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan global. Minyak WTI ditutup menguat 1,75% di $67,54 per barel, sementara Brent naik 1,46% ke $69,52 per barel.
Sebaliknya, harga emas mengalami penurunan setelah data ekonomi AS yang kuat mengurangi spekulasi terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Harga spot gold turun 0,22% menjadi $3.338,89 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS melemah 0,35% ke $3.340,80 per ons.
Prospek harga Emas Jumat | 18 Juli 2025
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga bergerak dalam tren naik jangka pendek, didukung oleh garis uptrend line yang masih terjaga. Harga saat ini juga berada di atas SMA 50, yang berfungsi sebagai support dinamis tambahan. Area 3.310–3.324 menjadi zona support penting, dan harga telah memantul dari sana, mengindikasikan adanya minat beli.
RSI berada di level 52, mengarah naik, yang memberikan bias bullish ringan meskipun belum terlalu kuat. Jika harga mampu bertahan di atas garis tren dan menembus resistance 3.357, peluang kenaikan menuju 3.375 hingga 3.395 terbuka. Namun, jika harga turun dan menembus support tren naik di bawah 3.310, maka tekanan jual berpotensi membawa harga ke level support berikutnya di 3.296.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.357 R2 3.375 R3 3.395
S1 3.324 S2 3.310 S3 3.296
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.332 |
| Profit Target Level | 3.355 |
| Stop Loss Level | 3.309 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.357 |
| Profit Target Level | 3.332 |
| Stop Loss Level | 3.375 |
Prospek harga US Oil Jumat | 18 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga berada dalam tren turun setelah penurunan tajam dari area 70 an, dan saat ini sedang melakukan pullback ke area resistance di sekitar 67,12 yang berdekatan dengan SMA 50. Terlihat ada gap kecil yang mungkin sedang coba diisi oleh harga, namun tekanan jual masih mendominasi selama harga berada di bawah resistance 67.12.
RSI berada di 47, sedikit di bawah netral, menunjukkan momentum bearish masih aktif meskipun mulai mereda. Selama harga tertahan di bawah SMA 50, potensi penurunan kembali ke support 65,01 dan 64,18 masih terbuka, dengan support kuat berikutnya di 63,13 jika tekanan jual berlanjut. Sebaliknya, penembusan di atas 67,17 dapat menggagalkan skenario bearish ini dan membuka jalan menuju 68,20 – 69,63.
US Oil INTRADAY AREA
R1 67,69 R2 68,39 R3 69,63
S1 66,25 S2 65,34 S3 64,18
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 65,10 |
| Profit Target Level | 67,00 |
| Stop Loss Level | 64,10 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,12 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 68,20 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Level pivot berada di 1.3430. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut. Target penurunan berada di area support 1.3360 hingga 1.3300.





Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish jangka pendek dengan terbentuknya higher low yang ditopang oleh trendline naik berwarna biru. Harga saat ini juga bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum beli yang mulai menguat. Level resistance terdekat berada di 3.359, dan jika mampu ditembus, potensi kenaikan menuju 3.375 dan 3.395 terbuka lebar.
Pergerakan US Oil (WTI) pada time frame H4 menunjukkan tekanan bearish. Harga telah menembus trendline naik (biru) dan kini bergerak di bawah garis SMA 50. Ini menandakan perubahan momentum ke arah turun. Tekanan jual juga terlihat dari indikator RSI yang berada di bawah level 40. Posisi ini mendekati area oversold dan menunjukkan dominasi penjual.
Menurut analisis Trading Central, pergerakan USD/JPY masih menunjukkan kecenderungan bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 148.25. Selama harga bertahan di atas level 148.25, potensi kenaikan masih terbuka. Arah selanjutnya mengincar area resistance di kisaran 149.60 hingga 150.30.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah harga gagal menembus area resistance di kisaran 3.359–3.375. Saat ini, harga juga telah menembus ke bawah SMA 50, yang mengindikasikan tekanan bearish mulai menguat. Indikator RSI berada di sekitar level 43, mencerminkan momentum yang lemah dan belum mencapai wilayah oversold, sehingga masih membuka peluang untuk penurunan lanjutan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai melemah setelah harga menembus ke bawah garis trendline naik dan SMA 50, yang mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren bearish. Penurunan ini juga didukung oleh posisi RSI yang berada di sekitar level 44, menunjukkan momentum lemah dan membuka ruang untuk kelanjutan tekanan jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpeluang bullish pada time frame H4. Level pivot berada di kisaran 3.341. Selama harga bertahan di atas level ini, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance 3.375 hingga 3.395.

Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat harga saat ini berada di area konsolidasi setelah sempat menguat mendekati level resistance 3.375. SMA 50 menunjukkan harga sedang bergerak di atasnya, menandakan potensi bullish jangka pendek masih terbuka. Namun, harga juga sedang menguji area support dinamis tersebut, dan tampak terjadi tekanan jual dalam beberapa candle terakhir.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga sedang menguji area support penting. Level ini berada di sekitar garis tren naik dan Moving Average merah. Sebelumnya, harga sempat menguat ke atas 68,91 namun mengalami penolakan tajam. Kini, harga menembus ke bawah garis tren naik. Ini mengindikasikan potensi perubahan arah tren jangka pendek.
