Market Summary
Dollar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mayoritas mata uang utama pada perdagangan Kamis (3 Juli 2025), setelah laporan tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di atas ekspektasi pasar. Nonfarm payrolls naik sebesar 147.000 pekerjaan pada bulan Juni, jauh di atas perkiraan ekonom sebesar 110.000. Kinerja pasar tenaga kerja yang solid ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda rencana pemangkasan suku bunga.
Sebagai dampaknya, dollar AS menguat 0,94% terhadap yen Jepang ke level 145,075 dan naik 0,39% terhadap franc Swiss di 0,7955. Euro melemah 0,41% menjadi $1,1753 dan berada di jalur penurunan selama dua hari berturut-turut. Indeks dollar (DXY) tercatat naik 0,40% ke 97,135 dan mencatatkan dua sesi penguatan berturut-turut, meskipun masih dekat dengan level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menyusut
Kuatnya data tenaga kerja memperkuat pandangan bahwa The Fed belum memiliki urgensi untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Probabilitas bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Juli naik menjadi 95,3%, dari 76,2% sehari sebelumnya menurut data FedWatch CME. Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada September juga menurun tajam, dari hampir 98% menjadi sekitar 75% setelah data tersebut dirilis.
Kenaikan dollar turut diikuti oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi tenor 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed, naik 9,7 basis poin ke 3,789%. Imbal hasil obligasi 10 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 4,348%.
Pound Inggris Menguat Tipis
Pound sterling menguat tipis 0,07% ke $1,3646 setelah sempat melemah akibat tekanan pada pasar obligasi Inggris (gilts). Dukungan dari kantor Perdana Menteri Keir Starmer terhadap Menteri Keuangan Rachel Reeves turut meredakan kekhawatiran pasar terkait arah kebijakan fiskal Inggris ke depan.
Wall Street Cetak Rekor, Saham Teknologi Memimpin
Indeks utama di Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi baru. S&P 500 naik 0,83% ke 6.279,35, Nasdaq menguat 1,02% ke 20.601,10, dan Dow Jones naik 0,77% ke 44.828,53. Selama sepekan, S&P 500 mencatatkan kenaikan 1,72%, Nasdaq naik 1,62%, dan Dow menguat 2,3%. Saham teknologi menjadi motor penggerak utama, di antaranya Nvidia yang melonjak 1,3% dan mendekati kapitalisasi pasar $4 triliun.
Secara global, indeks MSCI World juga mencetak rekor baru di 926,79 dan ditutup naik 0,65% ke 926,47. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi AS yang diprediksi tetap solid hingga akhir tahun.
Harga Emas Melemah Tertekan Dollar dan Imbal Hasil Obligasi
Harga emas spot turun 0,9% ke $3.328,63 per troy ounce, sementara emas berjangka AS naik tipis 0,4% dan ditutup di $3.342,90. Penguatan dollar dan lonjakan imbal hasil obligasi AS membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai menurun. Pasar kini melihat kecil kemungkinan The Fed memangkas suku bunga dalam waktu dekat, yang turut menekan harga logam mulia ini.
Harga Minyak Tertekan Kekhawatiran Permintaan
Harga minyak mentah turun tipis karena kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan permintaan energi menjelang berakhirnya jeda tarif perdagangan AS. Brent turun 0,45% menjadi $68,80 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 0,67% menjadi $67,00 per barel.
Investor mencermati batas waktu 9 Juli sebagai akhir dari jeda penerapan tarif impor baru AS. Jika kesepakatan dagang dengan mitra utama seperti Uni Eropa dan Jepang tidak tercapai, ketidakpastian ekonomi global dapat meningkat dan berdampak pada permintaan minyak.
Prospek harga Emas Jumat | 04 Juli 2025
Setelah gagal menembus resistance kuat di area 3.366, harga XAU/USD mengalami koreksi dan saat ini sedang menguji support dinamis di sekitar level 3.323 yang bertepatan dengan posisi SMA 50. SMA 50 ini menjadi kunci penentu arah pergerakan selanjutnya; jika harga mampu bertahan di atasnya, maka potensi rebound menuju 3.342 hingga 3.366 masih terbuka.
Namun, jika harga menembus dan bergerak di bawah SMA 50, tekanan bearish bisa meningkat dengan target penurunan selanjutnya ke area support 3.311 dan 3.297. Sementara itu, RSI berada di zona netral, mencerminkan kondisi pasar yang masih menunggu konfirmasi arah.
GOLD SUGGESTION
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.325 |
| Profit Target Level | 3.350 |
| Stop Loss Level | 3.310 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.350 |
| Profit Target Level | 3.325 |
| Stop Loss Level | 3.370 |
Prospek harga Oil Jumat | 04 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga masih bergerak dalam struktur uptrend yang didukung oleh garis tren naik dan mulai pulih setelah koreksi tajam. Saat ini harga sedang bergerak di atas area support penting di 66,40 yang juga berdekatan dengan garis tren naik dan SMA 50. Selama support ini bertahan, potensi kenaikan tetap terbuka dengan target ke area resistance 67,85, lalu 69,39 hingga 71,32.
Namun, jika support 66,40 ditembus secara meyakinkan, maka tekanan jual bisa meningkat dan membuka jalan menuju support-support lebih rendah di 65,78, 65,34, hingga 64,15. RSI yang berada di sekitar level 58 mencerminkan masih adanya dorongan bullish dalam jangka pendek.
OIL SUGGESTION
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 66,40 |
| Profit Target Level | 69,00 |
| Stop Loss Level | 65,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 69,00 |
| Profit Target Level | 68,00 |
| Stop Loss Level | 69,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih cenderung berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 3.341. Selama harga bergerak di atas level tersebut, arah pergerakan selanjutnya berpotensi naik untuk menguji area resistance di kisaran 3.378–3.400.




Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga berhasil menembus trendline turun dan bergerak di atas garis SMA 50, mengindikasikan potensi perubahan tren ke arah bullish. Saat ini harga berada di area 3.350 dan telah menguji level support baru di 3.343. Jika momentum beli berlanjut, target selanjutnya berada di area resistance 3.372, 3.382, hingga 3.397. RSI yang mengarah ke atas mendekati level 60 juga mendukung peluang kelanjutan kenaikan. Namun, jika harga turun kembali di bawah 3.343, potensi koreksi ke 3.333 atau bahkan 3.323 bisa terjadi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan sinyal awal penguatan setelah berhasil keluar dari fase konsolidasi (area kuning) dan menembus ke atas area resistance 66,40. Harga juga masih bergerak di atas garis tren naik (trendline biru), yang menjadi penopang utama dari struktur bullish saat ini. Selain itu, harga mulai menjauhi SMA 50 yang sebelumnya menjadi tekanan dinamis. RSI saat ini berada di sekitar level 63,68, mencerminkan momentum positif yang masih cukup sehat.
Dari sisi teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD berpotensi bergerak bearish dengan level pivot di 1.3730. Selama harga berada di bawah level ini, pasangan mata uang tersebut berpeluang melanjutkan pelemahan. Target penurunan berada di area support 1.3670 hingga 1.3600.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan potensi bullish, terlihat dari breakout garis tren merah ke atas, yang didukung oleh RSI yang keluar dari pola penurunan dan mendekati area overbought. Harga telah berhasil berada di atas SMA 50, yang berfungsi sebagai support dinamis dan memberikan indikasi penguatan lanjutan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah koreksi tajam dari level puncak. Posisi harga saat ini berada di bawah SMA 50, yang menunjukkan tekanan bearish, meskipun garis tren biru sebagai support masih bertahan. RSI berada di bawah level 50, memberikan indikasi bahwa momentum masih cenderung negatif.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY masih berada dalam tekanan bearish, dengan level pivot di 144.10. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut menuju area support di 142.30 hingga 141.70.

Pergerakan harga emas pada time frame H4 menunjukkan pemantulan dari zona support kuat di sekitar 3.245, mengindikasikan adanya minat beli yang signifikan. Saat ini, fokus akan tertuju pada level resistance di area 3.337-3.350. Jika harga mampu menembus area ini, peluang penguatan menuju target selanjutnya di 3.397 akan semakin besar. Namun, keberadaan garis tren menurun (trendline merah) menjadi tantangan penting yang harus dilewati untuk mengonfirmasi perubahan tren ke arah bullish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini bergerak dalam fase konsolidasi di zona 64.15 hingga 66.40, dengan dukungan dari trendline naik (garis biru) yang menahan penurunan lebih lanjut. Posisi harga yang berada di bawah SMA merah menunjukkan bahwa momentum bullish jangka pendek mulai melemah, meskipun tren naik secara keseluruhan masih tetap terjaga selama harga bertahan di atas trendline tersebut.
