Market Summary
Pada awal pekan ini, pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan pergerakan positif, diperdagangkan pada kisaran 1.3700. Pelemahan dollar AS menjadi faktor utama yang mendukung penguatan pasangan ini. Sentimen dovish The Fed semakin kuat. Ketua The Fed mengisyaratkan pemotongan suku bunga jika inflasi tidak naik signifikan.
Ekspektasi ini meningkat dengan peluang pemotongan 0,25% pada September mencapai 91,5%, naik dari 83% minggu lalu. Data ekonomi AS pada Mei menunjukkan penurunan belanja dan pendapatan pribadi, menambah tekanan pada dolar AS.
Pengaruh Data Ekonomi AS pada GBP/USD
Fokus pasar minggu ini tertuju pada laporan pekerjaan AS, yang diperkirakan akan mencatat penambahan 110.000 pekerjaan baru pada Juni, lebih rendah dari 135.000 pada Mei. Tingkat pengangguran juga diperkirakan meningkat menjadi 4,3% dari sebelumnya 4,2%. Data ini berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter The Fed dan, pada akhirnya, nilai tukar dollar AS.
Jika data pekerjaan AS mengecewakan, dollar AS kemungkinan akan melemah lebih jauh, memberikan ruang bagi GBP/USD untuk menguat lebih tinggi.
Stabilitas Inflasi Inggris Mendukung GBP
Dari sisi Inggris, inflasi yang tetap tinggi menjadi faktor utama yang mendorong Bank of England (BoE) untuk bersikap hati-hati dalam mempertimbangkan pemotongan suku bunga. Inflasi inti yang tidak banyak berubah selama setahun terakhir mempersulit pengambilan keputusan BoE. Hal ini memberikan dukungan tambahan bagi Pound Sterling.
Meski demikian, ketegangan politik di Inggris, termasuk pembatalan reformasi kesejahteraan oleh Perdana Menteri Keir Starmer untuk meredam pemberontakan di Partai Buruh, dapat menjadi hambatan bagi pergerakan GBP dalam jangka pendek.
Prospek GBP/USD: Optimisme Tetap Ada
Dengan kombinasi pelemahan dollar AS dan dukungan kebijakan dari BoE, pasangan GBP/USD memiliki peluang untuk melanjutkan tren positifnya. Sentimen pasar akan tetap sensitif terhadap perkembangan kebijakan moneter dan data ekonomi utama dari kedua sisi Atlantik.
Pasar juga akan terus mengawasi negosiasi perdagangan global, yang dapat memengaruhi sentimen risiko secara keseluruhan. Meskipun demikian, pelaku pasar masih skeptis mengenai kemampuan AS untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan dalam waktu cepat, yang dapat menjadi faktor tambahan dalam pergerakan GBP/USD.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 1.3740. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan masih terbuka dengan target support terdekat di 1.3675. Jika level support ini berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya di 1.3650 hingga 1.3635.
Sebaliknya, jika harga berhasil menembus level 1.3740, tren bullish kemungkinan akan berlanjut dengan target resistance di kisaran 1.3760 hingga 1.3780.
Resistance 1: 1.3740 Resistance 2: 1.3760 Resistance 3: 1.3780
Support1: 1.3675 Support 2: 1.3650 Support 3: 1.3635
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish yang kuat, ditandai dengan harga bergerak di bawah garis moving average dan adanya pola lower highs dan lower lows. Tekanan jual terlihat signifikan setelah breakdown dari support di level 3.295.
Dari sisi teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 3.313. Selama harga tetap bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih dapat berlanjut, dengan support terdekat berada di 3.278. Jika support ini ditembus, penurunan lebih lanjut menuju 3.262-3.245 menjadi kemungkinan.
Pergerakan harga emas di timeframe H4 menunjukkan bahwa harga saat ini bergerak dalam pola descending channel, yang mengindikasikan tren penurunan. Posisi SMA 50 yang berada di atas harga semakin mengonfirmasi tekanan bearish secara jangka menengah. Indikator RSI juga mengikuti pola descending channel, selaras dengan pergerakan harga, sehingga menegaskan momentum bearish yang konsisten.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga bergerak di atas garis tren naik (ascending trendline) yang bertindak sebagai support dinamis. Posisi SMA 50 berada di atas harga, mengindikasikan tren jangka menengah yang masih bearish, meskipun terdapat indikasi pemantulan dari level support. Indikator RSI 14, yang berada di level oversold mendekati 40, memperlihatkan pelemahan momentum bearish dengan potensi pembalikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren bullish pada time frame H4. Level pivot kunci berada di 1.1690. Selama harga tetap bertahan di atas level ini, arah pergerakan selanjutnya diperkirakan akan menguji resistance di area 1.1760 hingga 1.1820.

Harga emas saat ini sedang bergerak dalam pola channel down dengan resistance penting di sekitar level 3.347. Harga masih berada di bawah SMA 50, yang menandakan tren bearish sedang dominan. RSI juga menunjukkan momentum negatif dengan descending trendline, mencerminkan bahwa tekanan jual masih kuat dan selaras dengan pola channel turun.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/GBP masih memiliki kecenderungan bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0,8531. Selama harga tetap berada di bawah level ini, penurunan kemungkinan akan berlanjut untuk menguji area support di kisaran 0,8496-0,8477.
