Market Summary
Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, menegaskan bahwa pemerintah akan memantau pasar obligasi dengan seksama menjelang lelang obligasi tenor panjang minggu ini. Dalam konferensi persnya, Kato memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga dapat meningkatkan beban pembayaran bunga atas utang pemerintah, yang berpotensi membebani keuangan negara.
Pemerintah Jepang juga berencana menggunakan dana cadangan sebesar 388 miliar yen untuk paket ekonomi darurat guna meredam dampak tarif impor AS terhadap rumah tangga dan industri. Langkah ini mencakup subsidi untuk menurunkan harga bensin dan tagihan listrik. Namun, tambahan penerbitan obligasi defisit tetap dihindari sebagai bagian dari pengelolaan utang yang hati-hati.
Tekanan pada Yen Jepang dari Faktor Eksternal
Di sisi lain, Yen Jepang mengalami tekanan akibat meredanya permintaan sebagai aset aman, menyusul optimisme perdagangan AS-UE. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebutkan kesiapan UE untuk mempercepat negosiasi perdagangan dengan AS, meskipun masih memerlukan waktu untuk mencapai kesepakatan. Selain itu, diskusi tarif antara Jepang dan AS terus berlanjut dengan tujuan mencapai hasil konkret pada KTT G7 mendatang.
Pengaruh Kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan Data Ekonomi
Bank of Japan masih membuka peluang untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut jika ekonomi dan inflasi meningkat sesuai proyeksi. Data inflasi Jepang yang lebih tinggi dari perkiraan pada minggu lalu, bersama ekspektasi kenaikan upah, memberikan dukungan untuk langkah ini. Namun, keputusan BoJ kemungkinan juga akan mempertimbangkan dinamika perdagangan internasional sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Fokus ke Data Ekonomi AS
Fokus perhatian pasar tertuju pada rilis data ekonomi penting minggu ini, termasuk Pesanan Barang Tahan Lama pada hari Rabu, diikuti oleh data PDB Awal dan Indeks Harga Konsumsi Pribadi (PCE) pada akhir minggu. Notulen pertemuan FOMC yang dijadwalkan pada hari Rabu juga diantisipasi karena dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan Federal Reserve. Sebelum itu, fokus pasar juga akan tertuju pada data consumer confidence, yang akan dirilis malam nanti.
Analisis Teknikal

Analisis teknikal Trading Central menunjukkan potensi bullish pasangan USD/JPY di time frame H4. Level pivotnya berada di 143.00. Selama harga tetap bergerak di atas level ini, kemungkinan penguatan dapat mendorong harga menuju area resistance di 144.40–145.50.
Sebagai alternatif, jika harga turun di bawah 143.00, trend bearish diperkirakan berlanjut dan menguji area support di 142.60–142.10.
Resistance 1: 144.30 Resistance 2: 144.95 Resistance 3: 145.50
Support1: 143.00 Support 2: 142.60 Support 3: 142.10
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pada time frame H4, harga emas menunjukkan bias bullish setelah berhasil menembus descending trend line sebelumnya, menjadikan level 3.335 sebagai support kunci. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi penguatan untuk menguji resistance di 3.366 tetap terbuka. Jika resistance tersebut ditembus, target kenaikan selanjutnya berada di area 3.398 hingga 3.430.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini berada di bawah SMA 50 dan sedang menguji area support kritis di level 60.98. Jika harga berhasil menembus level ini, maka tekanan bearish dapat mendorong penurunan lebih lanjut menuju support berikutnya di 60.03 hingga 59.21.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1260. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 1.1425-1.1480.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan gap down setelah harga tertahan di resistance 3.366, tetapi struktur bullish tetap terjaga karena harga bertahan di atas support 3.335, yang juga merupakan area konfirmasi breakout dari downtrend line. Jika support 3.335 bertahan, peluang untuk menguji kembali resistance 3.366 tetap terbuka, dengan target berikutnya di 3.398 dan 3.430.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4, terlihat harga saat ini berada di atas SMA 50, menunjukkan potensi pergerakan bullish jangka pendek. Harga telah mendekati resistance di 62.85, yang menjadi area kunci. Jika mampu menembus resistance ini, target berikutnya adalah 63.52 dan 64.15. Namun, jika terjadi penolakan di area resistance, harga berpotensi terkoreksi kembali ke support di 60.98, dengan support lebih rendah di 60.03 dan 59.21.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot tercatat berada di 1.3860. Selama harga bergerak di bawah level ini, arah selanjutnya diperkirakan turun. Target penurunan berada di area support 1.3790-1.3760, dengan potensi menuju support kuat di 1.3700.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat saat ini berada di atas garis SMA 50, menunjukkan bahwa harga masih memiliki momentum untuk bertahan di atas support dinamis tersebut. Sebelumnya, harga sempat turun hingga di bawah level 3.200 sebelum rebound yang signifikan. Namun, kenaikan ini masih tertahan oleh resistance garis tren menurun (trend line), yang terus menjadi hambatan utama bagi pergerakan bullish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat saat ini harga berada di bawah SMA 50, menunjukkan adanya tekanan bearish yang dominan. Sebelumnya, harga sempat naik mendekati area resistance di 62.82 dan 63.52, namun gagal mempertahankan momentum bullish sehingga mengalami penurunan tajam. Saat ini, harga bergerak mendekati support di level 60.06, dengan support berikutnya di level 59.21 dan 57.70.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas pada time frame H4 masih cenderung bergerak turun, dengan level pivot berada di 3.329. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tren penurunan diperkirakan berlanjut untuk menguji area support di kisaran 3.295 hingga 3.258.
